
Sudah sejak sore, setelah menerima perintah, semua orang terlihat sibuk menghias rooftop hotel yang akan digunakan sebagai acara lamaran Arnold untuk Crystal.
Emily turun tangan langsung dalam mengontrol persiapan acara penting itu dan meninggalkan Arnold bersama dengan para desainer dan stylist yang akan merubah penampilannya agar semenawan mungkin nanti malam.
Meski sibuk kesana – kemari mengatur semuanya, namun Emily terlihat lebih bahagia jika dibandingkan para desainer dan stylist yang ada dikediaman Arnold.
Mereka semua menangis dalam diam saat melihat tidak ada satupun baju yang mereka berikan cocok untuk tuan muda keluarga Lincoln tersebut.
Bahkan tatanan rambut yang sudah bagus dan apik kembali diacak – acak dengan kasar oleh Arnold yang merasa masih belum puas dengan apa yang mereka semua kerjakan untuknya.
Malam ini, Arnold benar – benar ingin tampil memukau hingga tidak ada alasan lagi bagi Crystal untuk kembali menolak menikah dengannya.
“ Bagaimana kondisi sekarang ?...”, tanya Emily cemas.
Meski sibuk dengan persiapan yang terjadi di roftop, namun Emily terus memantau kondisi yang ada dalam kediaman, takut bosnya itu hilang kendali dan mengacaukan semuanya.
“ Emily…bagaimana kamu bisa tega meninggalkan kami dengan iblis ini…. aku sampai menangis darah dibuatnya. Bosmu benar – benar orang paling sulit dipuaskan….”, ucap salah satu stylist dengan mata berkaca – kaca.
“ Coba berikan teleponku kepada bos…”, perintah Emily sambil menarik nafas dalam – dalam.
Setelah ponsel berpindah tangan, dalam satu tarikan nafas Emily mengatakan kepada Arnold jika Crystal sudah dalam perjalan menuju hotel dan diperkirakan akan tiba dalam waktu kurang dari lima belas menit lagi.
Mendenggar hal itu, Arnold pun dengan marah mulai kembali mengacak –acak semua baju yang ada dihadapannya hingga pilihannya jatuh kepada jas hitam dengan kancing emas dibagian depan dan ujung lengannya.
Jas tersebut dipadukan dengan kemeja berwarna putih andalannya dan celana hitam yang dapat membalut tubuh atletisnya dengan sempurna.
Rambut Arnold hari ini diatur menggunakan gaya fade, sehingga isi maskulin yang ada dalam diri Arnold terlihat menonjol.
Semua orang hanya bisa menatap kagum sekaligus ngeri dengan penampilan memukau sang majikan malam ini. Tak lupa, Arnold menyemprotkan parfum yang sangat Crystal sukai dibeberapa bagian tubuhnya mebuat kesan jantan dalam dirinya sangat terlihat.
Malam ini Arnold benar – benar tampil all out untuk membuat Crystal bertekuk lutut padanya dan tidak akan pernah sedikitpun mempunyai niat untuk berpaling dan meninggalkannya.
Semua orang terlihat mulai bernafas dengan lega pada saat Arnold meninggalkan kediamannya dengan wajah sangat puas.
" Ini baru lamaran ....bagaimana dengan acara pernikahan nanti ?....", batin semua orang sedih dan ngeri dalam waktu bersamaan mengingat acara besar yang akan diselenggarakan sebentar lagi itu.
Sedetik, setelah Arnold naik keatas rooftop, Crystal datang bersama dengan Andrew. Karena sudah mendapatkan bisikan dari Emily sebelumnya, Andrewpun pura – pura membicarakan suatu urusan dengan Emily dan menyuruh Crystal untuk naik duluan.
Tanpa rasa curiga, Crystalpun segera naik ke rooftop sesuai instruksi Emily. Meski dia merasa ada keanehan karena banyak kelopak bunga mawar yang bertaburan dilantai disepanjang jalan yang dilewati, namun Crystal masih berpikir positif.
" Mungkin di rooftop ada acara sehingga pihak hotel memberikan pelayanan seperti itu.." hanya itu yang ada dalam benak Crystal saat ini.
Crystal terlihat mengkerutkan keningnya dalam – dalam saat keanehan demi keanehan semakin terasa dan terlihat dengan jelas.
Setiap pegawai hotel yang ditemuinya disepanjang jalan akan berhenti, menyapanya dengan hormat kemudian memberikannya setangkai bunga mawar.
Hal itu terjadi terus menerus hingga dirinya tiba di rooftop sambil mengenggam bungga mawar yang dia kumpulkan sepanjang perjalanan tadi.
Mata Crystal seketika melotot, bahkan nyaris keluar melihat keindahan yang ada dihadapannya. Meski dia tahu jika Arnold itu sangat tampan, namun malam ini ketampanan tunangannya itu terlihat seribu kali lebih banyak daripada biasanya.
Apalagi sinar rembulan yang jatuh menyinari tepat diwajahnya membuat tunangannya itu terlihat seperti patung dewa yunani yang terukir dengan sempurna dihadapannya.
“ Tunggu…tunggu….”, Crystalpun menggeleng – gelengkan kepala beberapa kali untuk menyadarkan diri.
“ Apa aku melupakan sesuatu ?...”, batin Crystal penuh tanda tanya.
“ Apa ini hari ulang tahunnya?...tidak, itu masih dua bulan lagi. Kalau begitu, apa ini ulang tahunku?...tidak, itu juga masih empat bulan lagi. Hari valentine…aniversarry….”, Crystal mencoba membuka memorinya secara perlahan.
Mengingat hari special apa yang membuat tunangannya itu berpenampilan seperti itu. melihat Crystal hanya diam mematung sambil sesekali menggeleng – gelengkan kepalanya membuat Arnold sedikit gemas.
Diapun segera menghampiri calon istrinya itu dan menepuk satu pipinya dengan lembut sambil tersenyum membuat Crystal semakin larut dalam pesonanya.
“ Ayo duduk sayang….”, ucap Arnold dan langsung menggandeng tangan Crystal dan menuntunnya menuju meja makan yang telah disiapkan.
Setelah hidangan pembuka datang, tiba – tiba ada pemain biola yang mengiringi acara makan malam romantis tersebut dengan alunan musik yang mampu menghidupkan suasa.
Crystal merasa dirinya seperti seorang putri yang ada dalam dunia donggeng dengan pangeran tampan yang menemaninya menikmati keindahan malam saat ini.
Gadis itu tak sedetikpun melepaskan pandangannya dari Arnold yang terlihat sangat mempesona malam ini, hingga lamunannya tersebut buyar saat tangan tunangannya itu menyentuk punggung tangannya.
Dengan sedikit salah tingkah, Crystalpun segera memakan hidangan yang ada dihadapannya sambil sesekali melirik kearah Arnold yang tersenyum manis kearahnya, membuat wajahnya memerah seketika.
“ Bodoh…apa yang telah kulakukan…”, runtuk Crystal pada dirinya sendiri yang begitu larut dalam pesona Arnold.
Arnold tersenyum tipis melihat Crystal begitu terpesona dengan penampilannya malam ini. Bahkan gadis itu terlihat salah tingkah, sesuatu hal yang sangat langkah bagi Arnold untuk membuat gadisnya seperti itu.
“ Aku harus memberikan bonus besar pada mereka…”, batin Arnold bahagia.
Jika Arnold sedang berbungga – bungga saat ini lain halnya dengan Crystal yang terlihat sangat tidak nyaman dan meruntuki dirinya berulang kali.
“ Tidak…kenapa aku terus kepikiran akan hal itu…”, batin Crystal sambil menggelengkan kepalanya berulang kali mencoba menyingkirkan pikiran kotor dari dalam kepalanya.
Entah kenapa saat ini Crystal melihat Arnold sangat sexy, bahkan dibalik balutan jas yang menghias tubuhnya, dia bisa melihat dengan jelas otot kekar laki – laki itu dengan jelas dan membuat pikirannya melayang kemana – mana.
Crystal sering berpikiran mesum sejak melihat tubuh polos Arnold pada waktu melakukan panggilan video beberapa waktu yang lalu.
“ Ini mungkin efek dari hormon saja…”, batin Crystal beralibi untuk menenangkan dirinya.
Melihat Crystal masih larut dalam pesonanya membuat Arnold tak mau melepaskan kesempatan ini. Diapun segera mengajak Crystal berdiri disamping kolam.
Dapat gadis itu lihat, kolam yang berada disamping tempat duduknya itu terlihat penuh berisi hiasan bungga mawar dengan tulisanI LOVE U Crystal.
Tak lama kemudian, Arnodlpun segera berjongkok diahadapannya dengan satu kaki dan menarik tangannya sambil mengeluarkan sebuah cincin berlian dan menatapnya dengan penuh cinta.
“ will you marry me…Crystal Abraham….”, ucap Arnold dengan mata berbinar.
Crystal yang masih dalam kondisi sedikit linglung dan larut dalam pesona tunangannya itu tanpa sadar menganggukkan kepalanya.
Melihat respon positif yang diberikan oleh Crystal, sontak saja semua orang yang hadir disana bertepuk tangan dan langsung bersorak kegirangan, dan tak lama kemudian kembang api mulai terlihat diatas langit.
“ Terimakasih sayang…terimakasih…”, ucap Arnold sambil mengecup kening Crystal berkali – kali.
“ Eh…iya…”, ucap Crystal sambil tersenyum canggung berusaha mencerna lagi semua peristiwa yang membahagiakan itu.
Satu persatu seluruh anggota keluarga Abraham dan Lincoln yang hadir disana memberikan ucapan selamat kepada keduanya.
Tanpa Crystal dan Arnold ketahui, Emily diam – diam mengundang kedua keluarga untuk menyaksikan Arnold menyampaikan perasaannya kepada Crystal.
Suatu hal yang sangat langkah hingga membuat seluruh keluarga Lincoln menyempatkan diri untuk hadir, melihat langsung Arnold yang akan segera melepaskan masa lajanganya itu.
“ Aku tak menyangka jika kamu bisa seromantis ini bro…”, ejek Mikesambil menepuk bahu Arnold pelan.
Crystal dan Arnoldpun menerima ucapan selamat yang ditujukan kepada keduanya dengan senyum bahagia. Meski masih belum sepenuhnya tersadar dari peristiwa yang sedang terjadi, namun entah kenapa dalam hati Crystal yang terdalam merasakan kelegaan yang belum pernah diarasakan sebelumnya. Seakan semua beban yang begitu berat dan menganjal selama ini hilang begitu saja, tak berbekas.
Dalam kebahagiaan semua orang terlihat sepasang orang terdiam dengan wajah sendu di ujung roftop. Ya...mereka adalah Casandra dan Vreyan yang terlihat terdiam menikmati keindahan malam dengan wajah murung.
" Saya harap, anda bisa menemukan orang lain yang lebih baik dari tuan muda, nona...", ucap Vreyan berusaha menghibur Casandra.
" Kuharap begitu....", ucap Casandra pasrah.
Pada awalnya, Casandra masih memiliki harapan jika pernikahan keduanya akan batal dilaksanakan melihat penolakan demi penolakn yang dilakukan Crystal kepada Arnold.
Namun hari ini, tampaknya dia benar - benar harus mengubur perasaannya ini dalam - dalam melihat dengan jelas bagaimana raut kebahagiaan yang terpancar dengan jelas diwajah Arnold waktu Crystal bersedia menikah dengannya.
Suatu hal yang selama dua puluh tahun bersama belum pernah dia lihat diwajah orang yang sangat dicintainya. Untuk saat ini, bisa berda adisisi Arnold dan mendukungnya sudah menjadi kepuasan tersendiri bagi Casandra.
" Semoga kamu selalu bahagia dengan gadis pilihanmu....", Cansandra berdoa dalam hati sambil menitikkan air mata.