
prakk..
foto itu terjatuh dan pecah,membuat serpihan kacanya melukai kaki alitha.
"Aww,,,kaki ku " alitha meringis kesakitan
"kakimu terluka" ucap zion panik dan melepaskan pelukannya.
"kenapa kamu ceroboh sekali? duduklah akan aku obati lukamu"sambung zion sambil menggandeng alitha menuju sofa dan mendudukannya disana.
Zion mengambil kotak P3K diruangannya.
Dengan lembut zion mengusap luka alitha dengan obat merah dan kapas.
"maaf karena aku tak mengenalimu" alitha menunduk dan berkata pelan tapi masih bisa didengar zion.
" Apa kau merasa bersalah sekarang " tanya zion.
"Hmppp iya..tapi itu salahmu kenapa tidak membertahuku kalau kau zion temanku dulu" nada alitha berubah jadi kesal.
"aku tidak menyangka kalau kau akan sebodoh itu,harusnya kau sudah mengenaliku ketika tau namaku, tapi kau sangat lah bodoh bahkan ketika sudah mendapatkan petunjuk besar sekalipun kau masih tetap tidak mengenalku" jawab zion kemudian menyentil dahi Alitha.
"awww sakit" alitha memegang dahinya.
Zion masih mengobati luka dikaki alitha.
Tiba-tiba zion bertanya tentang kabar keluarga alitha.Alitha terdiam sejenak mengingat bahwa orang tuanya meninggal karena pembunuhan oleh sekelompok orang yang diduga musuh ayahnya.
"hmppp orang tuaku meninggal 5 tahun yang lalu,sekarang tinggal adik sama nenekku ,mereka baik baik saja.Kamu tau kan adikku alisa dia sudah remaja sekarang,kalo nenek walaupun dia sudah tidak muda tapi kau tidak akan percaya dia masih suka berlari pagi dan olahraga,aku senang mereka hidup dengan baik. " cerita alitha dengan senyuman.
Zion yang mendengar cerita alitha langsung memeluknya erat.
"Maafkan aku, aku tidak ada disampingmu saat kamu dalam keadaan sulit seperti itu.Aku benar benar menyesal datang terlambat"ucap zion menyesal.
"Aish.. gak apa apa aku bisa melewati itu sendiri kok. kamu lihat kan aku masih bisa bangkit dari keterpurukan itu" alitha menepuk pundak zion berusaha menenangkan zion yang sedih.
"kamu jangan berjanji seperti itu,kita tidak akan tau apa yang akan terjadi nanti bukan. mungkin saja nanti kau akan meninggalkan aku atau aku yang meninggalkan kamu" jawab alitha.
"Apa maksudmu" zion menatap alitha tajam
"Apa kamu akan pergi, tidak aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi.Aku akan pastikan tidak ada diantara kita yang meninggalkan satu sama lain kamu ataupun aku, mengerti" sambung zion lalu memeluk alitha lagi.
"Zion lepas nanti ada orang liat,iya aku janji aku tidak akan pergi lagi,tapi tolong lepasin sakit tau" bujuk alitha supaya zion melepaskan pelukannya.
"kamu janji?? " ucap zion sambil melepaskan pelukannya.
"hmm iya janji " alitha tersenyum
"apa kita masih jadi teman baik" tanya alitha.
"Hahh teman" tanya zion heran
"iya teman apa kita masih bisa berteman"
"Entahlah,sepertinya tidak "
"hah kenapa" raut muka alitha berubah sedih
"Entahlah sepertinya aku tidak bisa jadi temanmu lagi , karena aku ingin kamu jadi.."ucapan zion terhenti karena ketukan pintu .
"Maaf tuan meeting nya akan segera dimulai, semua orang sudah berada diruangan sekarang" ucap manager.
"iya saya akan segera kesana"zion langsung pergi meninggalkan alitha dan ucapannya yang terpotong tadi. Membuat alitha bertanya tanya.
"Apa maksudnya tadi??? " alitha berpikir sambil membereskan kotak P3K.
Bersambung..