Love Destiny

Love Destiny
AKSI PENANGKAPAN



Malam itu, sesuai rencana yang telah dibuat,  semua orang yang ikut dalam aksi penangkapan kali ini sudah berada dalam posisinya masing – masing.


Begitu juga dengan Lea dan Crystal yang sudah berada disamping kediaman istri muda Markus yang dijaga super ketat tersebut.


Semua orang terlihat bertindak sangat terencana dan berhati – hati agar mangsa yang menjadi incaran mereka  tidak berhasil kabur.


Rumah mewah tersebut sekarang sudah dikepung oleh pihak polres pulau berlian. Dan beberapa anggota juga sudah mulai bergerak menyusup masuk kedalam rumah.


Santoso dan Mrkus yang sedang menikmati pesta narkoba didalam rumah sama sekali tidak menyadari  jika kediaman yang ditempatinya saat ini telah dikepung pihak kepolisian polres pulau berlian.


Dia sedang asyik menikmati kesenangan duniawi yang didapatkannya saat ini. Baginya bekerja sama dengan Markus dan Clara,istri muda Markus  sudah cukup membuat dirinya  bangkit lagi dan bergelimang harta.


“ Ternyata aku tidak salah telah memilih kawan sepertimu…”, ucap Santoso sambil mengangkat gelas yang ada ditangannya kearah Markus.


“ Tentu saja kawan…bisnis ini lebih menguntungkan daripada bisnis illegal yang dulu kamu jalankan…”, ucap Markus bangga.


Mereka berdua kemudian tertawa terbahak – bahak sambil menciumi wanita cantik yang ada dalam pangkuan keduanya.


Santoso sangat berterimakasih kepada Markus, disaat dia jatuh terpuruk setelah dipecat dari Abraham group dan seluruh hartanya disita karena kasus penggelapan yang dilakukannya, sekarang dirinya bisa kembali bangkit memupuk kekayaan dengan bisnis narkoba yang sedang dijalaninya.


Saat semua orang terlihat sedang menikmati pesta yang mereka gelar, satu – persatu anggota yang sudah berhasil menyusup masuk kedalam rumah segera menenmpati posisinya masing - masing dan mengepung ruangan yang digunakan sebagai tempat pesta narkoba berlangsung..


Mereka bergerak dengan sangat hati – hati hingga kehadiran mereka sama sekali tidak terdeteksi. Hal ini bisa dilihat dengan tidak terganggunya sama sekali kegiatan Santoso dan Markus disana.


Sebelum bertindak, mereka segera mencari dua target yang sedang diburunya. Ketika keduanya sudah ditemukan posisinya mereka segera bertindak.


“ Angkat tangan kalian…”, perintah salah satu anggota yang sudah masuk bersama timnya kelokasi pesta.


Markus dan santoso yang sedikit terkejut dengan kedatangan pihak kepolisian tersebut memberikan isyarat lewat mata mereka untuk segera kabur dari tempat tersebut.


Saling melirik dan setelah mendapatkan sedikit celah keduanya kompak mendorong wanita yang ada dalam pelukan mereka kearah para petugas agar bisa melarikan diri.


Anak buah Markus yang berada di luar langsung saja berdatangan begitu mendengar suara teriakan sang majikan dari dalam rumah.


Suasan langsung menjadi kacau begitu anak buah Markus yang sudah masuk kedalam ruangan mulai menembak salah satu petugas yang ada disana.


Baku tembakpun mulai terjadi membuat para tamu dan wanita penghibur yang disewa malam ini berlari kesana kemari untuk menyelamatkan diri dengan wajah ketakutan.


Polisi segera mengejar Santoso dan Markus yang berhasil kabur. Sementara itu, dalam ruangan yang lain terlihat perkelahian antara salah satu petugas dengan Clara, istri muda Markus sekaligus pemimpin gembong narkoba terbesar dinegeri ini.


Lea dan Crystal yang sudah ikut masuk begitu terdengar suara tembakan dalam ruangan segera membantu para petugas untuk menangkap para penjahat tersebut.


Jika Lea saat ini sedang bersama petugas berkelahi dengan Clara yang ternyata jago beladiri sehingga membuat petugas yang mananganinya kesulitan.


Crystal bersama petugas yang lain berusaha untuk mengejar Santoso dan Markus yang sudah berhasil melarikan diri.


Rumah yang sangat besar dengan banyaknya penjaga yang bersiaga disana sedikit membuat para petugas kesulitan untuk membekuk keduanya.


Markus dan Santoso berlari kearah yang berbeda sambil sesekali memberikan tembakan kepada para petugas yang mengikuti mereka dari arah belakang.


Pasukan bayangan yang diperintahkan untuk membantu penangkapan dan menjaga calon istri Arnold tersebut terlihat mulai beraksi.


Pihak kepolisian awalnya cukup terkejut karena musuh yang ada dihadapan mereka tiba – tiba saja tumbang tanpa suara.


Artinya tugas mereka sedikit ringan dengan adanya bala bantuan yang tidak tahu berasal dari mana tersebut membuat para petugas lebih leluasa untuk bergerak maju dan menangkap sang pelaku.


Crystal yang melihat Santoso berhasil kabur dari kejaran petugas segera berlari cepat mengejarnya sekuat tenaga.


Saat melihat musuhnya hendak lepas, Crystal segera mengambil pisau yang tergantung di sabuk yang berada disamping  kakkinya dan melemparkannya ke arah kaki Santoso.


“ Ahhh….”, Santoso jatuh telungkup saat satu kakinya terkena pisau yang dilempar oleh Crystal.


Santoso yang masih berusaha untuk kabur berusaha bangun dan menyeret kaki kanannya sambil menahan rasa sakit yang ada.


Darah segar terus saja mengalir dari kakinya, namun semua rasa sakit yang ada tidak dia rasakan. Sambil terseok - seok dia terus saja berlari menuju pintu keluar yang sedikit lagi berhasil dia gapai.


Dor…dor…


Dua tembakan yang dilesatkan oleh Crystal mampu mengenai bahu belakang dan kaki sebelah kanan Santoso membuat tubuh lelaki tersebut langsung ambruk seketika diatas tanah.


Polisi yang melihat Santoso sudah tak berdaya segera memborgol kedua tangannya dan menyeretnya keluar dari kediaman Markus dan mendoronganya masuk masuk kedalam mobil yang disiapkan oleh pihak kepolisian disana.


Sementara itu, dilantai dua perkelahian berjalan dengan seru. Meski dikeroyok, para petugas dan Lea yang berusaha untuk meringkus Clara belum berhasil melumpuhkan wanita muda itu.


Gerakannya yang gesit dan banyaknya senjata rahasia yang dia pakai membuat semua orang kesulitan untuk melumpuhkannya.


Crystal yang melihat Lea sudah terkena tembakan dilengan atas sebelah kanan segera membantunya untuk mengalahkan Clara..


“ Hentikan pendarahanmu dulu, biar aku yang mengantikanmu….”, ucap Crystal sambil memberikan Lea sebuah kain untuk membalut luka ditubuh sahabatnya itu agar darah yang terus mengalir bisa dihentikan sementara.


Crystal yang tadi  semapt mengamati gerakan Clara mulai mengambil celah untuk menyerangnya. Dia segera mengincar bagian tubuh wanita muda itu yang terlihat lemah dan tak terlindungi.


Akibat tendangan diperut yang cukup keras dari Crystal, Clara yang kesakitan karena sempat terlempar kebelakang dan menghantam tembok segera mengeluarkan beberapa jarum beracun dari lengan bajunya.


Para petugas yang terkena jarum tersebut langsung tak sadarkan diri di tempat. Untung saja Crystal berhasil menghindar sehingga tidak terkena jarum bius tersebut.


Tidak ingin Crystal terluka sekecil apapun para pasukan bayangan yang sudah berada disana langsung saja membantu calon istri bosnya itu untuk melumpuhkan Clara.


Dengan bantuan pasukan bayangan, Clara berhasil dilumpuhkan dan langsung dibawa keluar oleh petugas yang baru saja datang.


Dua orang petugas membawa Clara pergi sedangkan petugas yang lainnya tetap tinggal disana untuk membantu rekan - rekan mereka yang terkena jarum bius.


Sementara itu, Markus yang berhasil lolos dan keluar dari kediamannya akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh petugas dengan menembak salah  ban mobil yang berhasil dikendarainya.


Markus yang ban mobilnya tertembak mulai kehilangan kendali. Karena mobil melaju dalam kecepatan tinggi, mobil tersebut hilang kendali, kemudian menabrak bahu jalan.


Melihat mobil Markus langsung berhenti setelah menabrak bahu jalan, para petugas yang mengejarnya segera menepikan mobilnya.


Kondisi Markus yang terluka sangat parah di bagian kepala membuat dirinya tak sadarkan diri dengan darah segar terus saja mengalir dari dahinya yang terbentur.


Markus yang dalam kondisi kritis segera dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil ambulan yang baru saja datang kelokasi kecelakaan.


Sementara itu, Frans yang sudah berhasil menyusup di dalam kediaman utama keluarga Lincoln sama sekali tak mendapati Elisabeth disana karena saat ini wanita tua itu sedang berada di kediaman Arnold untuk mempersiapkan rencana pernikahan sang cucu yang akan dilangsungkan tidak lama lagi tersebut.