Love Destiny

Love Destiny
Epson 371



Malam hari saat semua orang sudah masuk kedalam kamar nya, dan Keanu harus keluar sebentar karena Nathan dan kawan-kawan memintanya untuk ke cafe yang berada dekat kediaman ayah Rio dan bunda Sisil.


Dena menemani Ayaza di kamarnya ia mengelus kepala Ayaza lembut menatap wajah tenang putrinya yang sedang terlelap, Dena tersenyum senang mengingat dirinya berhasil melahirkan anak perempuan yang cantik dan menggemaskan seperti Ayaza.


Saat dirasa Aya sudah benar-benar terlelap Dena bangun dari tempat tidur milik Ayaza, tak lupa juga Dena menyelimuti tubuh putri bungsu nya lalu mengecup kening Ayaza.


Setelah itu Dena berjalan keluar kamar menuju kamar ayah dan bunda nya, Dena merasa sangat merindukan kedua orang tuanya.


"Ayah bunda, apakah kalian sudah tidur." Panggil Dena, ia mengetuk pintu kamar ayah dan bunda nya.


Tak lama kemudian pintu kamar pun terbuka menampakkan wajah cantik bunda nya, Dena tersenyum lega melihat senyum manis bunda nya.


"Belum sayang, ada apa hmmmmmm." Balas bunda Sisil.


"Bolehkan aku masuk?" Tanya nya, bunda Sisil mengangguk. Tentu saja boleh, siapa yang berani menolak permintaan putri bungsu nya.


Setelah kepergian opa Gerry dan opa Artadinata semua saudara mengingatkan bunda Sisil, tentang Dena yang menjadi cucu kesayangan opa Dinata.


Karena memang Dena lah yang paling dekat dengan opa Dinata, bahkan Dena tinggal di negara terpisah dari kedua kakak nya juga atas dukungan opa Dinata.


"Ada apa girls, tumben sekali kamu menyusup ke kamar ayah dan bunda." Ucap ayah Rio, Dena tertawa kecil kini ia tahu kenapa dulu ayah nya sering merajuk, jika Dena atau kedua kakak nya yaitu Dea dan Dio tiba-tiba masuk ke kamar ayah dan bunda.


Karena Keanu juga sering seperti itu, lelaki itu sering merajuk jika tiba-tiba Ayaza ke kamar nya dan tidur di antara Dena dan Keanu.


"Aku merindukan ayah dan bunda." Jawab Dena.


"Kemarilah." Ucap ayah Rio yang sedang berbaring di tempat tidur, Dena menurut ia ikut berbaring di antara ayah dan bunda nya.


Keadaan seperti ini mengingat Dena saat dirinya masih kecil dulu, ia sering sekali tidur di antara orang tua nya.


"Ayah kenapa ayah baru kesini? Apa ayah lupa jika ayah juga memiliki putri di negara ini." Lirih Dena, ayah Rio dan bunda Sisil tersenyum.


"Sayang banyak hal yang harus kami selesaikan, apa kamu lupa dengan para keponakan kamu." Ucap bunda Sisil, Dena diam tentu saja ia tak lupa dengan keponakan nya yang tampan dan cantik.


"Ayah tahu Ayaza adalah putriku satu-satunya, dan dia sering bertanya kenapa ayah dan bunah tidak menemui nya? Kenapa Aya tidak seberuntung kak Anes yang bisa bertemu ayah dan bunah kapanpun kak Anes mau." Ucap Dena, mengingat keluhan putrinya.


"Lalu kenapa kamu tidak mengajak Aya ke tanah air nak? Apa kamu lupa jika para kakak kamu begitu merindukan Aya dan El." Ucap ayah Rio, Dena tertawa kecil ia tahu jika ayah nya akan mengatakan hal seperti itu.


"Dena bukan tidak ingin mempertemukan Aya dengan para saudara nya yah, hanya saja Dena tidak ingin El dan Daniel bertemu." Ucap wanita cantik itu.


Mendengar perkataan Dena ayah dan bunda nya pun tertawa, mungkin Dena takut jika El dan Daniel akan berselisih paham.


Atau mungkin Dena takut jika Daniel akan membuat El murka, dulu memang El selalu mengalah karena didikan Dena dan Kean. Karena El juga masih kecil belum mengerti apa-apa.


Tapi sekarang anak sulung Dena itu sudah sulit sekali untuk di kendalikan, El akan melakukan apapun yang diinginkan nya.


"Kenapa apa kau takut Daniel menyukai Rafael." Goda ayah, Dena mencibir ia tak memikirkan hal itu.


"Tidak, aku lebih takut jika Daniel menyukai Ayaza." Ucap nya tertawa kecil.


"Benarkah, kalau begitu ayah akan menjadi orang pertama yang akan menentang Daniel bersama Ayaza." Ucap ayah Rio, Dena dan bunda Sisil tertawa.


"Tidak, tidak seperti itu ayah." Kekeh nya, ayah Rio tertawa kecil menatap wajah cantik putrinya.


"Carl dan Anna tinggal di luar negeri sayang, mereka harus mengurus perusahaan milik Anna." Ucap ayah Rio, Dena mengangguk rasanya ia merindukan Anna.


"Sama seperti kamu nak, Anna baik-baik saja." Ucap ayah Rio, Dena pun mengangguk dan tersenyum.


Setelah puas berbincang dengan ayah dan bunda nya, Dena memutuskan untuk kembali ke kamar namun sebelum itu Dena lebih dulu melihat Ayaza.


"Tidur nyenyak anak manis, sekarang kamu senang bukan karena bunah dan ayah ada disini bersama kamu." Bisik Dena, terlihat jika Ayaza tersenyum tipis membuat Dena tertawa gemas.


Dena keluar dari kamar Aya dan masuk ke kamarnya, ia terkejut melihat Keanu yang sudah duduk santai di atas tempat tidur.


"Dad sudah pulang?" Tanya Dena.


"Hmmmmmm, kamu darimana sayang." Ucap Kean.


"Aku dari kamar bunda." Ucap Dena, kini wanita itu membaringkan tubuhnya di samping Keanu.


"Ada apa hmmmmmm?" Tanya Kean.


"Apakah El tidak bisa pulang dulu." Ucap Dena, Keanu tersenyum tipis.


"Kita lihat nanti ya, aku hubungi El dulu kalau tidak sibuk seharusnya ia bisa pulang." Ucap Kean, Dena mengangguk dan tersenyum.


Kini keduanya tidur dengan saling berpelukan, Keanu sangat menyayangi Dena dan akan selalu berusaha memberikan apapun yang diinginkan oleh istri tercinta nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Rasa ingin jadi Ayaza, tapi gue juga ingin jadi Dena 😂*


A: Kenapa kamu selalu Maruk Uun 😌


N: Kalau bisa dua kenapa harus satu Thor 😂


A: Ya, gak gitu juga konsep nya plis 😭


N:. 😂😂😂😂