Love Destiny

Love Destiny
Epson 314



Keesokan harinya seperti biasa Devika menjemput Felly di rumah nya, saat masuk kedalam rumah Devika melihat nyonya Alicia yang terus memeluk Felly.


"Mom Devika sudah sampai, aku pergi dulu oke." Ucap Felly.


"Baiklah, Devika Tante titip Felly ya." Ucap nyonya Alicia.


"Baik Tante aku akan menjaga anak gadis nya Tante." Kekeh Devika.


Kini merekapun pamit untuk pergi ke kampus, nyonya Alicia mengantar Felly dan Devika ke depan rumah.


Hal itu bertepatan dengan tuan James yang baru saja sampai di rumah nya, tuan James menatap Felly dan memeluk Felly.


"Sudah akan jalan sayang?" Tanya tuan James.


"Hmmmmm, dad." Jawab Felly.


"Mau di antar bodyguard?" Tanya tuan James, ah tidak seperti biasanya sang Daddy menawarkan hal itu.


Biasanya tuan James selalu menaruh kepercayaan penuh kepada putrinya, karena Felly selalu menolak untuk diberikan bodyguard maka tuan James pasti memberikan peringatan kepada putrinya.


Selalu baik-baik saja lah tanpa bodyguard, kau adalah putri ku kau sudah menjadi hidup dan mati aku juga istri ku Felicia. Felicia adalah nama yang diberikan oleh tuan James, entah mengapa nama itu menjadi Felysia saat putrinya hilang. Namun kini Felly bisa mendapatkan nama kecil nya lagi.


"Tidak, aku tidak perlu itu." Balas Felly, tuan James tersenyum tipis.


"Baiklah." Balas nya, Felly dan Devika pun pergi dari pandangan tuan James dan nyonya Alicia.


Di tempat lain tepatnya di sebuah sekolah ternama seseorang sedang berbincang di depan gerbang sekolah, wanita itu terlihat kesal kepada lelaki yang ada di hadapannya.


"Kakak cepatlah pergi kau harus kuliah." Ujarnya.


"Kau mengusirku?" Tanya lelaki itu.


"Tidak, lagipula siapa yang berani mengusirmu." Kesal Ayaza.


"Buktinya kau memintaku untuk pergi." Ucap nya lagi.


"Oh God, ingin sekali aku memukul kepalamu." Ucap Ayaza yang benar-benar kesal.


"Lakukan saja." Ucap Kenzo memajukan wajah nya kehadapan Ayaza, hal itu membuat Ayaza terkejut.


"Kau, jika kau sebuah anggur sudah aku telan kakak dari tadi." Kesal nya, melihat wajah kesal Ayaza membuat Kenzo tertawa.


Ayaza bingung kenapa Kenzo bisa ada di depan sekolah nya, karena tadi Ayaza di antar oleh sang Daddy.


"CK, baiklah aku akan pergi karena tuan putri yang memintanya." Ucap Kenzo.


"Yaaaa, pergilah agar aku bisa belajar dengan tenang!" Ucap Ayaza, Kenzo tertawa kecil melihat tingkah lucu Ayaza.


"Baiklah, aku pergi dulu dan jaga dirimu baik-baik oke." Ucap Kenzo mengusap kepala Ayaza.


"Ya ya, pergilah." Ujar nya, Kenzo pun masuk kembali kedalam mobilnya.


Ia melambaikan tangannya dan pergi di hadapan Ayaza, setelah kepergian Kenzo Ayaza berlari menuju kelas nya.


Sementara di kampus Kyra dan Nathia sedang menunggu kedatangan Devika dan Felly, dak tak lama kemudian mobil Devika pun tiba di kampus.


"Hai, kalian lama banget si." Ucap Kyra merangkul pundak Devika, sementara Nathia merangkul pundak Felly.


"Haha sorry, aku ketelatan jemput Felly nya." Kekeh Devika.


Kini mereka berjalan menuju kantin kampus, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka namun seperti biasa mereka tidak menggubris nya.


Tak lama kemudian Kenzo dan Rafael datang, El selalu duduk di samping Nathia karena memang ia tidak ingin mendengar gosip mengenai dirinya di kampus.


"Tumben ini anak kadal pada kesini." Ucap Devika.


"Yaelah yang lagi LDR sensi amat vik." Ucap Kenzo.


"Iya tahu yang pasti mah dah." Ucap Kenzo, Felly melirik Rafael dan ia memberikan sesuatu kepada El lewat bawah meja.


Rafael mengernyit dengan apa apa yang diterima nya, namun ia tidak menunjukkan ekspresi apapun saat para sahabatnya melirik Rafael.


Beruntung tidak ada yang melihat kejadian itu, karena Felly dengan cepat meletakkan tangan nya di atas meja dan meminum jus yang dipesan oleh Devika


"Pulang dari kampus mau pada kemana?" Tanya Kyra.


"Kita ke danau yang baru dibuat aja yok." Ajak Devika.


"Benar tuh bosan juga ke mall Mulu." Ucap Nathia.


"Eh iya bener, lagian di mall mau cari apaan si orang gaada apa-apaan kok cuma gitu-gitu doang." Ucap Felly, merekapun mengangguk setuju.


Saat jam masuk kelas mereka semua pergi ke kelas nya masing-masing, hanya Felly yang sendiri Karena kelas nya beda dengan yang lain.


Saat berjalan di lorong kampus Felly lagi-lagi di hadang oleh Liodra, Felly sudah mulai jengah dengan sikap Liodra yang merasa paling wah.


"Lihatlah ada anak baru yang sedang dimanfaatkan oleh para sahabat nya." Ucap Liodra.


"Lalu?" Tanya Felly.


"Cih, kamu itu harusnya sadar kalau Devika dan dua sahabatnya itu cuma memanfaatkan kamu." Ucap Liodra.


"Liodra urus saja hidupmu sendiri, tidak usah mengurusi orang lain." Ucap Felly.


"CK, sombong sekali." Ucap Liodra, namun Felly tidak mempedulikan hal itu ia langsung pergi menuju kelas nya.


Liodra menatap kepergian Felly dengan hati kesal, ia heran kenapa Felly sulit sekali di hasut. Padahal kebanyakan orang mudah sekali percaya dengan perkataan Liodra.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Yaampun greget banget gue, di sebelah kesel sama ulet keket, disini ada cacing pita 😒


A: Heh, cacing pita gak tuh 😭


N: Abis gedek banget heran 😂


A: Hajar aja hajar, tenggelamkan 😂


N: Gue dukung Thor, ayok Thor ayok tenggelamkan 😂


A: Ayok lah 😂


N: Ngokhey gue tunggu 😘😘😘*