
Satu Minggu berlalu kini di kediaman Kai dan Karen terlihat kedua orang itu sedang menatap putri nya, putri kecil yang dulu mereka harapkan kini sudah tumbuh dewasa.
"Mom." Panggil Kyra.
"Iya sayang." Sahut Karen.
"Kalian kenapa kesambet?" Tanya Kyra, Karen menggelengkan kepalanya begitupun dengan Kai.
"Kyra." Panggil Kai.
"Hmmmmm." Sahut Kyra.
"Kamu gak marah sama papi dan mami?" Tanya Kai, Kyra mengernyit heran.
"Marah? Untuk apa aku marah?" Tanya Kyra.
"Biasanya orang tua akan selalu melakukan semua hal yang diinginkan oleh anak nya, tapi kami malah meminta kamu berhenti menginginkan hal yang kamu sukai." Ucap Kai, Kyra tersenyum tulus.
"Tidak, aku tahu kalian melakukan itu karena kalian tidak ingin aku menjadi anak yang egois bukan. Kalian tidak ingin aku selalu memikirkan diriku sendiri." Ucap Kyra, Kai dan Karen tersenyum.
"Kamu benar-benar tidak marah?" Tanya Karen.
"Oh my, mami tidak ada gunanya aku marah jika apa yang kalian lakukan itu yang terbaik untuk aku. Lagipula mau aku ataupun Nathia kami sudah tidak tertarik kepada Kenzo." Ucap Kyra, Kai berjalan dan memeluk Kyra lembut.
"Kau benar-benar putriku, kau sudah dewasa hmmmmm." Ucap Kai, Kyra mengangguk dan tersenyum.
"Aku dewasa karena mami dan papi yang menjaga dan merawat ku dengan baik." Ucap Kyra, oh God inikah putri kecil nya sudah bisa bersikap sebijak ini.
Sementara itu di kediaman Nathan terlihat Niken yang sedang mengelus kepala putrinya, Nathia memang terlahir karena sebuah kesalahan.
Kesalahan Nathan yang frustasi karena tidak bisa mendapatkan Tata, namun Niken begitu menyayangi Nathia bahkan Niken tidak memendam rasa bencinya kepada Tata.
Hal itu yang membuat Tata, Chika, Dena dan Karen begitu menyayangi Niken dan Nathia putrinya. Entah kenapa Niken memiliki hati yang lembut dan tulus.
Jika orang berfikir keluarga Richard selalu mendapat menantu orang kaya, maka mereka salah. Mereka melupakan Niken yang berasal dari keluarga biasa saja, dan Karen yang harus mengejar karier hanya untuk membahagiakan orang tua nya.
Namun Niken bersyukur karena putrinya terlahir dengan di hormati dan dipandang baik, Nathia gadis itu selain dekat dengan sang mami juga dekat dengan Dena.
"Mom, kenapa kau tidak pernah mengajakku kerumah Oma?" Tanya Nathia, Oma yang dimaksud adalah orang tua Niken.
Orang tua yang dulu baik namun berubah saat tahu Nathan sudah menerima Niken, mereka lebih mengharapkan uang Nathan daripada Niken.
"Kau merindukan Oma?" Tanya Niken.
"Jika Oma dari papi aku sering menemui nya, karena Oma selalu meminta aku dan Kyra kerumah nya sepulang dari kampus." Ucap Nathia.
"Apa yang selalu kamu lakukan jika bertemu dengan Oma?" Tanya Niken.
"Oma selalu mengajak aku dan Kyra shopping, lalu memberikan uang lebih kepada aku dan Kyra." Jawab nya, Niken tersenyum akhirnya Nathia dan Kyra bisa benar-benar mencuri perhatian nyonya Desi.
"Benarkah, Oma sangat menyayangi mu." Ucap Niken.
Nathan datang dan duduk di samping Niken, lelaki itu menatap putrinya yang sedang berbaring.
"Kamu sakit girls?" Tanya Nathan.
"Tidak." Jawab Nathia.
"Lalu kenapa wajahmu masam seperti itu?" Tanya Nathan heran.
"Papi kenapa aku tidak pernah di ajak kerumah Oma dari mami, apa kalian ada masalah?" Tanya Nathia, Nathan mengernyit.
"Masalah apa?" Beo Nathan, lelaki itu memang tidak pernah menganggap memiliki masalah dengan keluarga istrinya.
Karena bagi Nathan uang bukan masalah, yang terpenting kebahagiaan Niken dan anak nya. Memang Niken sering melarang Nathan untuk terlalu sering memberikan uang kepada keluarganya.
"Apa kalian tidak memiliki masalah?" Tanya Nathia.
"Masalah apa yang kamu maksud, papi tidak memiliki masalah apapun. Jika kamu ingin pergi menjenguk Oma kamu pergi saja, papi tidak melarang kamu." Ucap Nathan, Niken tersenyum biarpun ngeyel Nathan tetap papi yang bijaksana.
"Tidak, aku ingin pergi bersama kalian." Ucap Nathia.
"Nathia kamu salah makan kah? Kenapa kamu menjadi manja-manja menyebalkan seperti ini." Ucap Nathan, Niken tertawa kecil.
"Kenapa papi selalu sibuk, aku hanya ingin kita pergi kerumah Oma." Protes Nathia.
Sekalian Nathan akan membuat keluarga Niken kembali seperti dulu, ia tidak ingin istrinya merasa asing di keluarga nya sendiri.
"Really?" Tanya Nathia.
"Nathia." Tegas Nathan, gadis itu langsung berlari ke kamar nya untuk bersiap-siap.
Setelah selesai Nathan mengajak Niken dan putrinya pergi, Niken merasa semakin lama hatinya semakin besar untuk Nathan.
Di tempat lain tepatnya di kediaman Devin Chika dan Devika sedang menonton drama kesukaan nya, Devin hanya menghela nafas melihat kekompakan anak dan istrinya.
"Drama terossss papi nya di cuekin." Sindir Devin.
"Papi main dulu aja Pi ini lagi nanggung." Ucap Devika dan Chika.
"Yaampun anak bini Devin doang yang beda, nyuruh nunggu udah kaya ngiming-ngimingin anak kecil." Ucap Devin.
"Pi jangan berisik itu tuh lihat cewek nya cakep banget." Ucap Devika.
"Iya cantik ya cocok gak vik sama papi." Ucap Devin.
"Cocok lah udah kaya sama sugar Daddy kalau sama papi mah." Ucap Devika, tanpa mereka sadari Chika sudah memasang tanduk nya.
"Ngomong-ngomong nih ya, itu cewek nya kan suka ada di kantor uncle Kean." Ucap Devin.
"Huh? Masa?" Tanya Devika.
"Hmmmmm, serius." Ucap Devin.
"Waaahhh, papi kalau ke kantor uncle suka ketemu dong" Ucap Devika, Devin hanya mengangguk saja.
"Temuin aja Pi temuin, beli apartemen sekalian buat mojok." Ucap Chika, membuat Devin dan Devika tersadar.
"Papi mi yang mulai." Ucap Devika, tidak ingin cari masalah dengan mami nya. Karena akan berujung dengan uang jajan yang dikurangi.
"Papi aja terus gak apa-apa, demi anak gak apa-apa sumpah." Ucap Devin melas, Devika dan Chika tertawa kecil melihat wajah pasrah Devin.
Mereka tidak ingin hal kecil dibuat masalah yang besar, lagipula Devika hanya berkata jika Devin sering melihat bukan untuk sengaja bertemu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Nah up nih up 😁
N: Gue nunggu Mulu prasaan 😒
A: Mon maapken aku 😂
N: Ngokhey lah ya 😂*