
Satu bulan berlalu terlihat Kenzo yang tertegun mendengar kabar tentang Ayaza, hatinya terasa hancur dan dunia nya terasa berhenti begitu saja.
Kenzo menggenggam ponsel yang berada di tangan nya dengan erat, Kenzo tidak habis pikir kenapa keluarga nya begitu jahat sampai tidak memberi tahu Kenzo mengenai keadaan Ayaza.
Flashback on...
Satu Minggu yang *lalu Kevan pulang dari rumah sakit setelah menjenguk Ayaza, Kevan merasa keadaan Ayaza masih sama seperti pertama kali kecelakaan.
Sesampainya di rumah Kevan menemui Tata dan Tio yang sedang duduk di ruang keluarga, Tata menatap Kevan yang muncul dengan wajah dingin nya.
"Ada apa dengan kamu Van?" Tanya Tata.
"Kapan kak Kenzo kembali?" Tanya Kevan.
"Kakak kamu belum bisa kembali, karena masih banyak hal yang harus dia selesaikan." Ucap Tata.
"Kenapa? Apakah semua itu lebih penting dari kesembuhan Ayaza." Teriak Kevan, Tata dan Tio cukup terkejut melihat reaksi Kevan.
"Kevan apa yang terjadi kepada kamu, kenapa kamu berteriak seperti itu kepada mami mu." Ucap Tio.
"Harusnya aku yang bertanya kepada kalian, sebenarnya apa yang kalian harapkan dari keberhasilan kak Kenzo hah? Bagaimana jika kak Kenzo tahu kalau Ayaza kecelakaan dan koma, sementara kita keluarga nya santai dan menutupi semua ini dari kak Kenzo." Ucap Kevan, Tio dan Tata pun diam karena apa yang di katakan oleh Kevan ada benarnya.
"Papi tahu apa yang kamu fikirkan, tapi ini semua untuk keberhasilan Kenzo juga untuk Ayaza." Ucap Tio, Kevan menatap Tio dengan rasa kecewa.
"Apakah kalian fikir yang diinginkan oleh Ayaza hanya uang? Kenapa kalian seperti ini, bahkan kalian bisa mematahkan hati anak kalian sendiri. Cukup aku yang patah hati karena kehilangan Ayaza, karena harus merelakan Ayaza bersama lelaki yang dicintainya yaitu kakak ku sendiri. Aku tidak ingin kak Kenzo merasakan apa yang aku rasakan, aku tidak ingin kak Kenzo kehilangan Ayaza yang selama ini sudah dia perjuangkan!" Tegas Kevan.
Tata dan Tio tercengang mendengar pengakuan Kevan tentang Ayaza, mereka tidak tahu jika kedua putranya menyukai wanita yang sama.
Memang tak dapat diragukan lagi pesona Ayaza banyak memikat hati para lelaki, termasuk kedua jagoan dari keluarga Alexander.
"Ke_kevan." Lirih Tata.
"Aku tidak peduli, aku akan memberi tahu kak Kenzo tentang ini. Aku tidak peduli bagaimana kalian dan mom Dena berusaha untuk menyembunyikan semua ini, karena pada akhirnya Kenzo harus tahu keadaan Ayaza." Ucap Kevan, Tio memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Kevan kamu jangan gegabah." Ucap Tio, selain mengkhawatirkan Kenzo Tio, juga takut jika Keanu merasa Ayaza yang menyebabkan Kenzo kembali dan meninggalkan tugas nya.
"Aku tidak peduli lagi." Ucap Kevan, akhirnya lelaki itu pergi dari hadapan kedua orang tuanya.
Tata dan Tio tidak bisa menghentikan Kevan, karena bagaimanapun juga Kevan benar Kenzo harus tahu keadaan Ayaza*.
Flashback off...
"Si*lan, araaaaaaaaggggghhhh Ayaza." Teriak Kenzo, lelaki itu melempar ponselnya dengan keras.
"Kenapa semua ini harus terjadi za, kenapa hanya aku yang tidak tau keadaan kamu." Ucap Kenzo, lelaki itu buru-buru pergi dari kantor nya.
Kenzo akan segera kembali ke negara nya, setelah mendapatkan kabar dari Kevan Kenzo merasa tidak ada lagi yang harus ia perjuangkan selain kesembuhan Ayaza.
"Kenzo." Panggil seorang wanita, ia memegang tangan Kenzo.
"Lepaskan aku." Ucap Kenzo.
"Tidak, kamu mau kemana bukankah kamu sudah berjanji akan menemani aku bertemu dengan teman-teman ku." Ucap nya.
"Aku tidak bisa, pergilah dengan yang lain." Ucap Kenzo.
"Ken, apa yang terjadi kenapa kamu seperti ini." Tanya nya ngeyel.
"Aku bilang aku tidak bisa, aku harus segera kembali ke negaraku." Ucap Kenzo, wanita itu menatap dengan tatapan memohon agar Kenzo tidak pergi.
"Aku mohon jangan, kamu harus menemani aku disini Ken." Lirih nya, Kenzo sudah kehilangan kesabaran nya dan mendorong tubuh wanita itu dengan keras.
"Jika aku bilang tidak bisa ya tidak bisa, aku harus kembali." Ucap Kenzo, wanita itu menangis menatap Kenzo.
"Apa yang membuat kamu ingin kembali, apa karena gadis kecil itu hah. Apa yang dia lakukan hingga membuat kamu seperti ini?" Teriak nya, beberapa karyawan menonton perdebatan Kenzo dengan wanita itu.
"Tidak ada yang dia lakukan, apa yang bisa dia lakukan selain terbaring lemah di rumah sakit." Ucap Kenzo, mata lelaki itu terlihat berkaca-kaca.
"Kamu tahu, kamu disini terus berkata jika dia tidak mengabari aku karena dia menemukan orang baru. Kamu mengatakan dia tidak akan menunggu aku, tapi kenyataannya dia sedang koma selam ini dia koma. Kamu puas, kamu puas selalu menjelekan dia di hadapan aku." Teriak Kenzo, wanita itu terkejut mendengar Ayaza yang koma.
"Ken maafkan aku." Lirih nya, namun Kenzo tak lagi mempedulikan hal itu. Kenzo lebih memilih untuk pergi dan meninggalkan wanita itu.
Dalam perjalanan menuju apartemen nya Kenzo merasa tidak baik-baik saja, hati nya sangat tidak tenang memikirkan Ayaza yang berjuang sendirian.
"Tuan." Ucap tangan kanan Kenzo.
"Segera siapkan semua barang-barang ku, aku akan segera kembali." Ucap Kenzo, tangan kanan nya menunduk sopan sementara Kenzo ia duduk di sofa menyandarkan tubuhnya.
Kenzo membuka ponselnya menatap foto Ayaza yang ada di ponsel nya, berapa lama Kenzo menunggu kabar mungkin kah selama itu juga Ayaza koma?
Kenzo merasa hatinya sakit ia berjalan ke kamar nya dan menuju kamar mandi, Kenzo berdiri di bawah shower ia menangis dibawah guyuran shower.
"Za bangun ya, aku akan segera pulang untuk kamu. Aku tidak ingin kamu melewati semua ini sendirian, aku akan menemani kamu." Lirih Kenzo.
"Apa yang mereka fikirkan kenapa mereka menyembunyikan kebenaran yang pahit seperti ini za, aku kangen kamu." Lirih nya lagi, setelah selesai Kenzo keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian nya.
Kenzo segera bersiap-siap setelah selesai lelaki itu berjalan menyeret koper nya meninggalkan apartemen, tak lupa tangan kanan Kenzo yang selalu mengekori tuan nya.
Kenzo menatap jendela mobil ia berharap saat ia kembali Ayaza sudah membuka matanya, dan berkata kakak kau kembali. Oh God kenapa Kenzo selalu berangan-angan jika menyangkut Ayaza.
"Tuan apa anda baik-baik saja?" Tanya tangan kanan Kenzo.
"Hmmmmmm, bisakah kamu mempercepat laju mobil nya." Ucap Kenzo, tangan kanan nya pun mengangguk menuruti permintaan tuan nya.
Sebenarnya tangan kanan Kenzo tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun ia hanya bisa diam dan menutup mulut. Ia takut jiak Kenzo malah akan emosi kepada dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
*A: Buat yg komen kasi nama anak nya pake nama Kavindra, aku terharu banget ya 😭😍 aku juga pernah bercita-cita kaya gitu, tapi aku kan belum nikah dan punya anak. pas ada komen yg kaya gitu tersentuh banget. semoga anak nya sehat, baik-baik, jadi kebanggaan keluarga 🤗
N: Iya gue juga baca, baru anak gue mau gue namain itu 😂*
A: Lo jomblo btw 😌
N: Jleb banget 😭 btw balik juga Lo bang ken, gue nunggu sampe berabad-abad 😭
A: Bisa-bisanya masih Inget bang Kenzo 😭
N: Yg di tunggu-tunggu itu 😂
A: 😭😭😭