Love Destiny

Love Destiny
Epson 324



Keesokan harinya di kediaman Kai dan Karen terlihat keluarga itu begitu rusuh entah apa yang mereka ributkan, yang jelas hal sekecil apapun bisa menjadi bahan perdebatan bagi mereka.


"Punya anak gadis kerja nya ngurung Mulu di kamar." Ucap Karen.


"Ya terus aku mau kemana mom." Ucap Kyra, ia sudah lelah mendengar mommy yang terus mengoceh.


"Ya kemana gitu Ra, mami ni ya pas masih gadis belum nikah sama papi kamu mami tuh jarang ada di rumah." Ucap Karen.


"Ya iyalah jarang dirumah, mami kan kerja nyari duit." Ucap Kyra, benar juga dulu jika bukan Karen yang kerja siapa lagi.


"Bener juga si, kamu mah enak ra lahir tiba-tiba dapet marga." Ucap Karen, membuat Kyra tercengang.


"Ya kan mami nikah nya sama orang bermarga gimana si." Kekeh Kyra.


"Sudahlah mami mau keluar dulu, kamu gak ke kampus hari ini?" Ucap Karen yang bertanya kepada putrinya.


"Ke kampus kok tapi cuma mau serahin tugas doang." Ucap Kyra, Karen pun mengangguk ia tidak ambil pusing mengenai kuliah Kyra.


Di sebuah mansion mewah seorang gadis sedang duduk di samping kolam renang, ia sedang termenung pagi ini entahlah apa yang sedang gadis itu fikirkan.


"Anak gadis mommy kenapa kok melamun." Ucap nyonya Alicia.


"Mommy, aku tidak apa-apa mom." Ujar nya.


"Benarkah, tapi sejak pulang dari rumah Devika kamu terlihat lebih diam." Ucap nyonya Alicia lagi.


"Mom, apakah Felly sudah melakukan kesalahan karena membalas perbuatan Liodra." Ujar nya, nyonya Alicia mengernyit heran.


"Tentu saja tidak, lagipula dia yang memulai nya bukan. Memangnya kenapa ada yang menyalahkan kamu?" Ucap nyonya Alicia, kini wanita itu menatap putri nya dengan tatapan tak biasa.


Tentu saja nyonya Alicia tidak terima jika ada yang menyalahkan Felly, ia tahu Felly melakukan itu demi membela Devika.


"Tidak ada, hanya saja aku merasa mungkin tindakan ku berlebihan." Ujar nya, lihatlah Felly ia masih memikirkan tentang hal itu.


"Kau sudah melakukan hal yang benar." Ucap seseorang, membuat Felly dan nyonya Alicia menoleh.


"Rafael." Lirih Felly dan nyonya Alicia.


"Ya ini aku, bagaimana kabarmu?" Ucap El, Felly bangun dari duduk nya dan menghampiri Rafael.


"Kabarku baik." Jawab nya.


"Berbicara lah dulu, mommy masuk kedalam ya sayang." Ucap nyonya Alicia, Felly dan El pun mengangguk.


"Bersiaplah kita pergi sekarang." Ucap El, membuat Felly melongok.


"Pergi, mau kemana?" Tanya Felly.


"CK, kau tidak ingin ke kampus nona." Kekeh El, Felly menepuk dahinya sendiri. Ia lupa jika hari ini dirinya harus menyerahkan beberapa tugas.


"Baiklah tunggu sebentar." Ucap Felly, cukup lama Felly bersiap-siap akhirnya kini gadis itu kembali menghampiri Rafael.


"Sudah selesai?" Tanya El.


"Sudah." Jawab nya, El menggandeng tangan Felly membuat jantung Felly berdegup kencang.


(Ini kenapa jantung aku dag-dig-dug si, jangan kencang-kencang apa nanti kedengaran orang nya kan malu.) Batin Felly.


Dalam perjalanan Felly bungkam dan tidak banyak bicara, maklum lah Felly takut jantung nya maraton lagi.


Sebelum tiba di depan gerbang kampus Felly meminta turun terlebih dahulu, ia tidak ingin banyak orang yang melihatnya turun dari mobil Rafael.


"El, aku turun disini saja." Ucap Felly.


"Gak apa-apa, aku gak mau banyak orang yang melihat aku berangkat sama kamu." Ucap Felly, El tersenyum dan mengangguk.


Setelah turun dan El kembali melajukan mobilnya tiba-tiba saja mobil Kyra berhenti di depan Felly, hal itu sempat membuat Felly deg-degan.


"Felly kok jalan si?" Tanya Kyra.


"Eh, iya Ra tadi di antar supir." Ujar nya, ada sedikit rasa tidak enak saat mengatakan supir.


"Ooh, yaudah ayok bareng kita aja." Ucap Kyra, Felly pun mengangguk dan masuk kedalam mobil Kyra.


Sedangkan Devika ia baru saja tiba saat Kyra, Felly dan Nathia sudah berada di parkiran kampus. Jangan lupakan Kenzo lelaki itu sudah ada di kampus sejak tadi pagi.


"Devika tumben gak bawa mobil." Goda Kenzo.


"Gak ah aku masih trauma Ken." Ucap Devika, Samuel ikut turun dan menyapa para sahabat kekasih nya.


Melihat Rafael yang hanya berdiam diri di tempat nya Samuel menghampiri lelaki itu dan meminta maaf, Samuel sadar mungkin Rafael khawatir kepada Felly pada saat itu.


"Sorry ya El." Ucap Samuel.


"Hmmmmm, santai saja." Balas El, setelah sedikit berbincang merekapun memutuskan untuk pergi ke kelas nya masing-masing.


Felly berjalan menyusuri lorong kampus yang sudah mulai sepi, beberapa mahasiswa menatap kagum dan ada juga yang menatap Felly dengan sinis. Namun Felly tidak mempedulikan hal itu, ia tidak ingin mencari masalah dengan teman kampus nya. Cukup Liodra saja yang menjadi korban Felly, dan jangan sampai ada lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A***: Rada datar ya, maaf ya 😌


N: Datar apanya tuh?


A: Gue nya Uun belum Nemu pencerahan lain 😂


N: Etdah 😂😂


A: 😂😂😂