
Setelah semua kebenaran telah terkuak, ekspresi sedih, cemas, marah terlihat dijelas diraut wajah mereka. Suasana kamar kemudian terasa sunyi senyap karena semua orang sibuk pikiran mereka masing – masing.
Terutama Andreas, dia sangat tidak terima jika harga diri putrinya direndahkan seperti itu. Mengingat betapa besar jasanya pada AN Group hingga bisa berdiri sampai saat ini.
“ Mami…ini semua berkat bantuan Crystal. Jika tidak ada dia, aku mungkin tidak akan pernah melihat mami lagi…”, ucap Vely sesenggukan.
“ Gadis baik…terimakasih untuk semuanya…”, ucap Catraine dengan tulus.
“Sudah tugas manusia untuk saling tolong menolong tante…. hanya ini yang bisa saya lakukan untuk kak Vely.”, ucap Crystal merendah.
“ Kurasa, kamu bisa mengambil hikmah dari semua ini. Mengenai semua hal tentang Brian dan keluarganya biar papi dan mami yang urus. Satu pesan papa…Jangan pernah melakukan sesuatu yang konyol lagi….”, ucap Andreas penuh penekanan.
“ Papimu benar sayang, jika kamu tidak ada. Bagaimana kita bisa melanjutkan hidup …”, Catraine berkata dengan sedih sambil memeluk Vely dengan erat.
“ Maafkan aku mi…maafkan aku pi…aku sangat egois…aku janji jika aku tidak akan berbuat konyol lagi dan akan berpikir lebih panjang…”, janji Vely kepada kedua orang tuanya.
“ Maaf sebelumnya kalau saya menyela, kalau boleh saya tahu, om dan tante akan melakukan apa untuk member keadilan pada kak Vely ? ”, tanya Crystal berusaha untuk menggiring pemikiran orang tua Vely kepada tujuannya, yaitu memutuskan pertunagan keduanya.
“ Tentu saja kita akan segera memutuskan pertunangan antara Vely dan Brian. Aku tidak ingin putriku kembali menderita…”, ucap Catraine tajam.
“ Tetapi, kita punya banyak hubungan kerjasama dengan mereka…”, ucap Vely cemas.
“ Kamu tidak perlu khawatir soal itu, biar papi yang menyelesaikan semuanya….”, ucap Andreas berusaha untuk menenangkan hati sang putri.
“ Untung saja papi tahu sekarang, jika terlambat satu hari, mungkin dana ratusan milliar sudah papi transfer ke rekening AN Group !!!...Papi lebih suka menggunakan uang tersebut untuk membeli makanan bagi anjing – anjing liar daripada diberikan kepada mereka !!!...”, ucap Andreas penuh amarah.
“ Om Andreas, anda luar biasa!!!….”, puji Crystal sambil mengacungkan dua jempolnya.
“ Nah, sekarang kak Vely tidak perlu khawatir lagi. Yang harus kakak lakuakan sekarang adalah move on dari kak Brian. Jangan biarkan orang lain menggunakan kesedihan kakak sebagai bahan lelucon dan merendahkan kakak…”, ucap Crystal menasehati.
“ Benar itu yang Crystal katakan, putri papi tidak boleh menjadi lemah. Jangan biarkan orang lain meremehkan dan merendahkan kita…”, ucap Andreas memberi putrinya semangat.
Karena hari sudah malam, Catrine dan Andreas segera mengajak putrinya untuk pulang. Namun sebelum niat mereka terlaksana, mama Crystal sudah keburu masuk kedalam kamar.
“ Kalian makan malam dulu saja disini, kebetulan semua makanan sudah siap…”, ajak Selvi dengan hangat.
Tidak ingin membuat mama Crystal kecewa, dan sebagai ucapan terimakasih karena putri mereka sudah menyelamatkan nyawa Selvi akhirnya keluarga Wilson pun menyetujui ajakan Selvi.
“ Lain kali kami yang akan mengundang kalian untuk makan malam dirumah…”, ucap Catrine tersenyum riang.
“ Baiklah....Kami tunggu undangan dari kalian…”, ucap Selvi dengan senyum lembut.
Catrine dan Selvipun tertawa riang sambil turun menuju meja makan. Mereka berdua berjalan bergandengan dan terlihat asyik mengobrol seperti seorang teman lama, padahal mereka baru bertemu hari ini.
“ Mi…pi…bagaimana kalau aku menginap dirumah Crystal malam ini. Tidak apakan ?… ”, tanya Vely hati – hati.
“ Terimakasih ya untuk semuanya. Kami jadi merepotkan kalian…”, ucap Catrine tidak enak.
“ Direpotkan apanya…justru saya senang jika dirumah ramai….”, ucap Selvi tersenyum ramah.
Merekapun menyantap makan malam sambil bercengkarama hangat. Sedangkan Crystal, saat mengetahui jika Vely menginap dirumahnya, segera mengirimkan pesan kepada Arnold agar tidak mencarinya.
“ sampai kapan kau ada disana…”, tanya Arnold tajam waktu membaca pesan dari tunangannya.
“ Mungkin tiga malam…”, jawab Crystal santai.
“ Rindukan aku ya sayang…”, ucap Crystal genit.
“ Hmm…”, ucap Arnold dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Crystal tersenyum kecil setelah membaca pesan dari Arnold membuat semua orang tersenyum geli melihat tingkah pola Crystal saat ini.
“ Pacarmu ?...”, tanya Vely penasaran.
“ iya…”, ucap Crystal tersenyum lebar.
Semua orang hanya bisa geleng – geleng kepala. Yang satu baru saja patah hati, dan yang satunya sedang hangat – hangatnya menjalin hubungan. Hidup memang seperti itu…
Pasutri itu terus saja mengucapkan terimakasih kepada Crystal dan Selvi, lagi dan lagi. Kemudian mereka berdua segera melangkah menuju mobil, meski ada rasa enggan yang terlihat dari raut wajah keduanya.
Namun mereka juga harus memberikan waktu kepada putrinya untuk menata ulang hatinya. Sementara mereka akan mencari keadilan buat Vely dan membalas semua penghinaan yang mereka terima saat ini.
Setelah kepergian orang tua Vely, kedua gadis itu langsung naik untuk beristirahat didalam kamar Crystal.
“ Baiklah, karena kita sudah menyelesaikan masalah dengan orang tua kakak, maka sekarang kakak beristirahtalah. Besok baru kita jalankan langkah kedua….”, ucap Crystal sambil melempar piyama kuning kea rah Vely/
“ Langkah kedua ?…”, ucap Vely penasaran.
“ Iya, memberi kakak make over…”, ucap Crystal sungguh – sungguh.
“ Ohh…ok…”, Velypun menjawab sambil melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.
Tampaknya malam ini Vely bisa tertidur sedikit nyenyak karena rasa sakit yang dirasakannya sudah terlampiaskan dan dukungan dari kedua orang tuanya juga membuatnya sangat lega.
“ Setidaknya, semua berakhir baik hari ini…”, batin Vely lega.
Setelah selesai membersihkan diri dan memakai piyama yang dipinjamkan Crystal kepadanya. Velypun bergegas menyusul Crystal untuk masuk kedalam selimut dan mulai pergi ke dunia mimpi.