Love Destiny

Love Destiny
SATU MASALAH TERSELESAIKAN



Aksi penangkapan  Clara, gembong narkoba terbesar di pulau berlian sekaligus buronan internasional yang sudah lama dicari, membuat kapolres pulau berlian mendapatkan menghargaan atas kinerja memuaskan yang telah dilakukannya.


Semua penjahat yang tertangkap, setelah mendapatkan perawatan atas luka yang diterimanya langsung dijebloskan kedalam penjara sambil menunggu giliran untuk diinterogasi terkait dengan jaringan peredaran narkoba yang ada di negara ini.


Markus yang menderita luka paling parah dalam insiden tersebut masih berada di rumah sakit khusus kepolisian dalam kondisi kritis.


Lea yang mengetahui kondisi sang papa terlihat acuh dan sama sekali tak memiliki keingginan menjengguk ataupun sekedar mencari informasi tentang kondisi ter up date kesehatan sang papa.


Sejak mengetahui jika papanya selingkuh dan  menjadi penyebab utama kematian sang mama,Lea sudah tidak perduli lagi dengan sang papa.


Jika tidak teringat akan permintaan sang mama di dalam surat wasiat yang ditinggalkannya , mungkin Lea sudah mengakhiri hubungan papa dan anak pada saat itu juga.


Dia hanya mau berurusan dengan Markus jika menyangkut soal permasalahan yang ada diperusahaan. Sekarang, kondisi sang papa yang terbaring dirumah sakit dalam kondisi kritis membuat Lea sebagai pemegang saham terbesar kedua setelah Markus diperusahaan menjadikannya pimpinan sementara sampai kondisi Markus pulih kembali.


Kesempatan itu tentu saja dipergunakan oleh Lea dengan sebaik – baiknya. Dibantu oleh Crystal dan om Andreas, Lea yang sekarang menduduki posisi sebagai pimpinan perusahaan sementara mengantikan  sang papa secara perlahan berusaha untuk  mengambil kembali perusahaan yang sudah seharusnya menjadi miliknya itu.


Santoso  yang telah tertangkap dan  kasusnya sudah diproses, saat ini terlihat sangat tidak berdaya. Bukan hanya terbukti sebagai otak dalam insiden peledakan tambang emas milik Abraham group.


Santoso yang tertangkap dikediaman Markus pada saat sedang menikmati pesta narkoba juga ikut terseret sebagai pemakai dan pengedar barang haram tersebut.


Semua bukti dan saksi yang berhasil dikumpulakan membuat para pelaku semakin tak berdaya dan akan dihukum sesuai dengan pasal yang berlaku.


Santoso akan dikenakan pasal berlapis, selain didakwa dalam kasus perencanaan peledakan tambang, lelaki tersebut juga terkena hukuman karena terlibat langsung dengan jaringan narkoba berskala internasional yang dipimpin Clara tersebut.


Melihat permasalahan demi permasalahan yang sedang dihadapi sudah bisa teratasi, Crystal akhirnya bisa bernafas lega.


Ditemani oleh Lea dan Alvin, Crystal kembali meneruskan ritual yang tersisa dengan tuan agung. Sedangkan Vely, dia terpaksa harus pulang karena ada sedikit permasalahan didalam keluarga besarnya yang harus segera diselesaikannya.


Sementara itu, Elisabeth yang mendengar bahwa kediaman utama keluarga Lincoln berhasil dibobol dan dimasuki oleh Frans, membuat wanita tua tersebut meningkatkan keamanan dikediamannya dan terlihat lebih waspada lagi.


Elisabet telah salah sangka,  Frans ternyata tidak bisa diremehkan. Setelah semua anak buahnya yang tersebar dibeberapa tempat sudah dihabisi dan putra semata wayangnya, Gerald telah meninggal dunia dengan cara bunuh diri, nyatanya tak membuat laki – laki itu untuk mundur.


Dia justru langsung bergerak sendiri menuju sasaran utamanya. Selain menguntungkan karena lelaki itu akhirnya mau keluar juga dari kandangnya, Elisabeth juga mulai mawas diri.


Pergerakan Frans yang mulai terlihat nyata ini justru semakin harus diwaspadai karena pastinya lelaki ini memiliki rencana tersembunyi yang akan menjerat lawannya jika sampai lengah.


“ Tampaknya dia sudah sangat tidak sabar…”, ucap Elisabeth sambil menatap keluar jendela dengan senyum tipis.


“ Karena kamu sudah keluar dari sarang, maka hal ini akan secepatnya kuselesaiakan…”, Elisabeth kembali berucap masih dengan mata yang mengarah ke kebun buah yang dibuat oleh calon cucu menantunya itu dengan tatapan tajam.


Diapun segera memerintahkan anak buahnya untuk bergerak sesuai dengan rencana yang sudah disusunnya sejak lama, dan menunggu moment langkah seperti sekarang ini.


Setelah terbunuhnya mama Arnold di dalam kediaman utama keluarga Lincoln, Elisabeth sudah memburu Frans keberbagai tempat.


Bahkan dia juga sudah mengarahkan anak buahnya untuk menyisir seluruh negara, mencari keberadaan lelaki yang merupakan mantan bodyguard sekaligus selingkuhan kakak iparnya itu.


Namun, Frans yang bergerak segesit belut sama sekali tidak diketemukannya dimanapun dia mencari. Hingga berbagai peristiwa yang terjadi di keluarga Abraham, terutama Crystal membuat Elisabeth ,menemukan titik terang tentang keberadaan Frans.


Dia menginstruksikan kepada anak buahnya agar membawa Frans hidup ataupun mati kehadapannya. Dan segera mengakhiri dendam permusuhan yang tidak pernah ada ujungnya ini.


Elisabeth tidak ingin permasalahan lama yang dimulainya ini akan terus berlanjut dan berimbas pada kebahagiaan cucu kesayangannya, Arnold yang sedang merencanakan pernikahan yang juga tidak berjalan dengan baik.


Sementara itu, disebuah rumah munggil terlihat seorang gadis sedang duduk termenung sambil menatap layar laptop yang ada dihadapannya.


Meski matanya menatap sederetan angka yang ada dilayar yang ada dihadapannya, namun pikiran Crystal entah berkelana kemana.


Gadis itu masih mengingat dengan jelas ucapan tuan agung dalam pertemuan keduanya yang terjadi siang tadi. Kata – kata tuan agung masih terngiang dengan jelas dikepalanya.


“ Selama ada dendam dalam hatimu, maka kebahagiaan tidak akan pernah bisa kamu capai…”, simple namun ucapan tersebut cukup mengena dihati Crystal.


“ Jangan takut.... rengkuhlah kebahagiaan yang ada dihadapanmu. Jangan kau sia – siakan…”, tuan agung melanjutkan kalimatnya sebelum Crystal memulai ritualnya dengan mandi berendam.


Meski Crystal tak mengatakan apapun pada saat dua kali mereka bertemu, entah kenapa tuan agung serasa bisa membaca semua isi hatinya.


Bahkan kadang apa yang ada dikepalanyapun bisa juga ditebaknya. Membuat Crystal sedikit ngeri jika ingin membayangkan hal yang tidak – tidak jika berdekatan dengan tuan agung.


Setelah dua kali melakukan ritual, Crystal merasa tubuh, hati, dan pikirannya merasa lebih tenang sekarang jika dibandingkan dengan sebelumnya.


Emosinya yang dulu mudah tersulut kini bisa lebih mudah dikendalikannya.Bahkan sekarang, setiap langkah yang hendak diambilnya dipikirkan sedemikian rupa.


Hal itu juga berlaku pada hubungannya dengan Arnold. Dalam diam, Crystal mulai memikirkan hubungan yang sudah terjalin dengan baik selama beberapa bulan terakhir ini.


Bahkan dirinya sudah merasakan cinta dalam hatinya, meski hal itu tidak pernah dia akui secara langsung. Ego Crystal yang cukup tinggi dan kenangan kelam masa lalu dikehidupan sebelumnya bersama lelaki itu membuatnya terus mengingkari hati kecilnya.


Meski keberadaan Arnold sudah memenuhi seluruh ruang yang ada dalam hatinya, namun Crystal yang keras kepala masih saja menolak untuk mengakui semua itu.


Tapi kini, pada saat hati dan pikirannya sudah lebih tenang, dia baru bisa memikirkan hubungan tersebut secara lebih realistis.


Jika diingat kembali, meski belum berubah sepenuhnya, namun tunangannya itu tidak seburuk waktu ada di kehidupannya yang terdahulu.


Setidaknya saat ini Arnold sudah bisa mendengarkan perkataan orang lain dan lebih bisa menahan emosinya jika dibandingkan dulu.


“ Apa aku harus memberinya kesempatan ? setidaknya, dia selama ini sudah berusaha untuk berubah...”, guman Crystal sambil menarik nafas cukup dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


Jika ini Arnold yang dahulu, dia pasti sudah mengurung dirinya didalam kediamannya. Tapi sekarang, setelah pertengkaran terakhir kemarin.


Lelaki itu benar – benar memberikannya ruang untuk mengurus dan menyelesaikan semua permasalahan perusahaannya disini.


“ Hufffttt…..”, Crystal kembali menghembuskan nafas secara kasar sambil memejamkan kedua bola matanya.


Tampaknya kali ini dia benar – benar harus mengikuti apa yang menjadi kata hatinya dan menyingkirkan egonya untuk sementara waktu.