Love Destiny

Love Destiny
OUT OF THE BOX



Suasana meja makan tiba – tiba saja menjadi sangat dingin setelah Crystal mengutarakan keingginannya untuk kembali mengenyam bangku perkuliahan.


Perlahan namun pasti rasa takut  mulai menjalar kembali kedalam tubuh Crystal melihat wajah gelap Arnold. Masuk kedalam aliran darah hingga ketulang – tulangnya.


Tubuh Crystal terasa sangat lemas seperti tak bertulang. Keadaan tersebut berlangsung cukup lama hingga suara seseorang memecah kesunyian yang ada.


“ Tuan…bunganya sudah datang. Apakah sa…”, kalimat Emily terputus saat dirinya melihat seorang gadis cantik duduk disamping  sang bos.


Bukan hanya Emily yang merasa terkejut dengan keadaan tersebut. Tiga orang tukang kebun yang berada dibelakang punggung Emilypun saling menatap binggung, dan mulai bertanya – tanya  “ siapa gerangan gadis asing yang duduk didekat bos. ..”


Bukan hanya terkejut, namun semua orang menatap heran kearah Arnold dan Crystal yang masih terdiam sambil menikmati sarapan yang tersedia.


Yang membuat mereka terkejut bukan karena gadis yang duduk disamping Arnold tersebut sangat cantik. Namun karena penyakit yang diderita sang bos. Selain memiliki penyakit insomnia akut, Arnold juga memiliki kasus ACD yang cukup serius.


Dimana Arnold selalu merasa jijik jika berdekatan dengan seorang wanita, kecuali Crystal yang menjadi tunangannya.


“ Jadi….siapa sebenarnya gadis ini…kenapa dia bisa sedekat itu dengan si bos…”, batin semua orang binggung, penuh tanda tanya.


Banyak pertanyaan mulai bermunculan dalam kepala semua orang, termasuk Emily yang masih menatap Crystal dengan intens.


Melihat semua orang menatapnya dengan pandangan terkejut, Crystal hanya menaikkan satu alisnya heran.


“ hari ini aku lupa memakai make up…apa wajahku menakuti kalian…”, tanyanya penuh selidik.


Mendengar suara merdu yang tidak asing ditelingga mereka, semua orang spontan melotot dengan mulut terbuka lebar karena terkejut.


“ Anda nona Crystal !!!...”, ucap mereka serempak dengan pandangan tak percaya.


“ Bagaimana bisa….”, itulah pertanyaan yang ada didalam benak semua orang.


Seakan mereka sedang bermimpi, tapi jika mendengar suara merdu tersebut, mereka sangat yakin jika yang ada di hadapan mereka saat ini adalah tunangan sang bos yang gila dan menjijikkan.


“ Kenapa kalian sangat terkejut….apa aku sangat jelek sekarang….”, tanya Crystal pura – pura sedih  saat mendapati semua orang masih terlihat syok melihat penampilan barunya.


“ Mungkin…besok aku akan berdandan dan kembali mewarnai rambutku menjadi hijau lagi agar kalian tidak ketakutan seperti ini…”, ucap Crystal dengan santainya sambil memasukkan potongan daging dan kentang yang ada diatas piringnya kedalam mulutnya.


“ Tidak…tidak nona…anda lebih cantik seperti ini…”, ucap Emily cepat.


Dia lebih senang melihat Crystal yang tampil polos tanpa make up dengan rambut coklat lurus yang dibiarkannya tergerai daripada rambut hijau lumut dan lipstick yang senada.


Membuat banyak orang ngeri dengan penampilannya. Bahkan ada beberapa pekerja yang berpimpi buruk karena  penampilan Crystal mengingatkan mereka pada  hantu rawa yang bangkit dari kuburnya.


“ Mata tuan Arnold benar – benar sangat tajam karena mampu melihat wajah asli nona  dibalik riasan setebal dinding yang dipakainya setiap hari ”, batin Emily penuh kekaguman.


Emily yang  sibuk berkutat dengan pemikirannya dikejutkan oleh suara merdu yang perlahan masuk kedalam gendang telinganya.


“ Apakah kalian kesini ingin membahas mengenai taman sebelah barat…”, tanya Crystal penuh antusias.


“ Benar nona…”, ucap Emily sambil mengangguk.


“ Apa saya boleh memberi beberapa pendapat…”, tanya Crystal dengan mata berbinar.


Setidaknya, dengan merawat taman tersebut dirinya tidak akan mati kebosanan karena tidak ada hal yang bisa dikerjakannya dirumah sebesar ini.


“ Kurasa…Arnold akan setuju jika aku ikut merawat taman. Bukankah  selama ini dia selalu menuruti semua permintaanku, keculi pergi dari rumah ini…”, batin Crystal bermonolog.


Jika Crystal tampak begitu bahagia, namun lain halnya dengan Emily dan tukang kebun yang saat ini berada dihadapannya.


Tatapan sedih dan ketakutan terlihat jelas diraut wajah mereka, seperti seorang tahanan yang akan menjalani eksekusi mati saat tunangan bosnya itu berkata ingin ikut andil dalam perbaikan taman disebelah barat.


Emily memandang Arnold dengan tatapan penuh harap agar si bos menolak keinginan tunangannya itu.


“ Bos…jangan biarkan nona menghancurkan taman itu lagi…”, itulah arti tatapan Emily pada Arnold.


Namun, Arnold sama sekali tidak tergerak dengan tatapan iba yang dilayangkan asistennya itu. Dia malah mengeluarkan statemen yang membuat jantung semua orang berhenti berdetak untuk sesaat.


“ Terserah kamu…”, dua kata yang terucap dari mulut Arnold  seakan membuat lutut Emily tak bertulang seperti jelly.


“ Baiklah…aku sudah menduga jawaban itu…”, batin Emily pasrah.


“ Nona memiliki permintaan seperti apa…”, tanya Emily sedikit was – was.


“ untuk taman disebelah barat, sebaiknya ditanami bunga matahari…sedangkan bunga lavender dan mawar yang sudah datang bisa kamu tanam disekitar kolam saja…”, ucap Crystal antusias.


“ Apa nona suka bunga matahari…”, tanya Emily seolah meyakinkan bahwa pendengarannya tidak salah.


Bukannya tidak mendengar, hanya saja Emily merasa cukup heran dengan permintaan Crystal kali ini yang dianggapnya sangat normal.


Jika dibandingkan dengan permintaan sebelumnya yang menurut banyak orang sangat aneh dan sulit dicari.


Bagaimana tidak, Crystal yang belum genap sebulan berada dalam rumah tersebut sempat meminta bunga Raflesia Arnoldi untuk ditanam di tengah taman  karena namanya yang mirip dengan nama tunangannya, Arnold.


Untung saja permintaan tersebut ditolak oleh Arnold yang  tidak terima jika dirinya disamakan dengan bunga bangkai yang terkenal itu.


“ Aku tidak suka bunga matahari… ”, jawan Crystal santai, sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


“ Lalu, kenapa nona sangat ingin menanam bunga matahari disana…”, tanya Emily semakin binggung.


“ Aku hanya berpikir, jika bunga matahari sudah tumbuh besar, maka aku bisa menggoreng biji bungga matahari dan memakannya. Kamu tahu Emily…rasa biji bunga matahari itu sangat lezat. Bahkan hamtaro saja sangat menyukainya…”, ucap Crystal dengan mata berbinar.


“ Apa…ingin memakan biji matahari….kenapa dia tidak membelinya saja. Aku rasa tuan tidak akan jatuh miskin hanya karena membelikan nona biji bungga matahari satu container…”, batin Emily masih tidak mengerti dengan pola pikir tunangan bosnya itu.


“ dan hamtaro…siapa juga itu…”, bantin Emily semakin binggung.


Ternyata bukan hanya Emily dan para pekerja yang memandang Crystal dengan tatapan binggung.


Hal tersebut juga berlaku pada Arnold yang merasa bahwa tunangannya tersebut selalu membawa kejutan untuknya. Dimana pola pikir Crystal selalu out of the box, jadi susah ditebak


“ dan untuk kolam, kalian jangan memasukkan ikan koi lagi didalamnya, tapi ganti menjadi ikan mas, nila dan gurami. Jadi jika ingin ikan bakar atau ikan goreng aku tinggal mengambilnya didalam kolam…”, ucap Crystal bahagia.


Semua orang speechless mendengar ucapan Crystal, bahkan ada beberapa yang hampir terjatuh karena terlalu syok mendengar ucapan wanita itu.