
Setelah kejadian kepala Rafael yang kena pukul oleh Daniel, dan saat itu pula Keanu menjadi lebih sering memantau putranya.
Kean berfikir Kyra dan Nathia saja jika sedang bermain dengan El tidak ada yang berani memukul El, bahkan ketiga bocah itu terlihat sangat akrab jika sedang bermain.
"El dimana?" Tanya Kean, saat keluar dari kamar mandi.
"Di bawah." Jawab Dena, Kean mengangguk dan langsung berjalan keluar kamar nya.
Ia menuruni anak tangga dan melihat El yang sedang duduk, Kean menghela nafas saat melihat Carl dan Daniel yang sudah datang ke rumah itu.
"Daddy." Panggil El dengan wajah ceria nya.
"Ngapain bro?" Tanya Keanu.
"Mam." Jawan nya santai.
"Makan apa kamu?" Tanya Kean, El mendongak menatap Daddy nya.
"Cokelat." Jawan El, Keanu mendekati El dan mengusap kepalanya putranya.
"Jangan banyak makan cokelat oke, nanti di bawa ke dokter gigi mau." Ucap Kean, sontak membuat El menggelengkan kepalanya.
"Kemarikan." Ucap Kean, mau tidak mau El pun memberikan nya.
"Good boy." Ucap Keanu tersenyum, ia mengambil coklat di tangan putranya.
"Makan cokelat tidak masalah kali yan, Daniel juga suka kok makan cokelat." Ucap Carl, karena memang Carl yang memberikan coklat kepada Rafael.
"Saya tidak melarang El memakan cokelat, tapi tidak berlebihan ini terlalu banyak untuk El. Dia bisa merusak gigi nya." Ucap Keanu meletakkan cokelat itu di atas meja.
"Kan bisa di periksakan ke dokter gigi." Ujar Carl menatap Keanu.
"Carl setiap orang tua punya cara nya sendiri untuk menjaga anak nya, saya tidak menciptakan jarak dengan anak saya. Tapi bukan berarti saya membiarkan El untuk tidak mengetahui batasan dalam sesuatu yang diinginkan nya." Ucap Kean tenang.
"Ya, termasuk kamu berlaku santai kepada putramu." Ujar Carl tertawa kecil.
"Saya melakukan yang menurut saya baik, yang terpenting bagi saya El memiliki attitude yang baik." Ucap Kean telak.
"Daddy." Panggil El.
"Iya boy?" Tanya Kean.
"Tanan kotor." Ucap El, menunjukkan tangan nya.
"Ke mom El cuci tangan." Ucap Carl, El menoleh namun tidak menggubris nya.
"No, kemari biar Daddy bersihkan." Ucap Kean, lelaki itu mengelap tangan El menggunakan tisu basah hingga bersih.
"Jangan biasakan anak untuk lari ke ibunya hanya karena hal kecil, saya tidak membiarkan itu. Dena juga memiliki kesibukan lain bukan hanya untuk mengurus anak dan suaminya." Ucap Keanu, Carl menatap Kean dengan tatapan datar.
"Sayang." Panggil Anna.
"Ya." Sahut Carl.
"Ini susu untuk Daniel." Ucap Anna.
"Oke ay." Balas Carl.
"Rafael, ini bro." Ucap Dena yang menghampiri anak dan suaminya, Dena memberikan buah yang sudah di potong kepada putranya.
"Uluuhhh thank you mom." Celoteh nya, Kean dan Dena tertawa kecil.
"Gak usah sok imut, dad mu lebih imut El." Goda Dena, membuat El tertawa.
"Mami." Panggil Daniel kepada Anna.
"Ya nak." Sahut Anna.
"Mau itu." Tunjuk nya kepada kotak berisi buah, yang di pegang oleh El.
"Sebentar mami ambilkan." Ucap Anna.
"Tidak, aku ingin yang itu." Tindakan Daniel, membuat Kean dan Dena saling pandang.
Sementara El merengut memeluk kotak buah yang di pegang nya, El menatap Daniel dengan tajam.
"Dibagi boy." Ucap Keanu, El menatap Daddy nya.
Menandakan bahwa ia tidak ingin berbagi, selama ini apa yang El miliki dan El dapatkan selalu utuh menjadi milik nya.
Apapun itu, bahkan Kai dan Nathan sering memberikan banyak mainan untuk El. Dan itu tidak membuat Kyra juga Nathia ingin sesuatu yang sudah menjadi milik El.
"Daddy." Lirih El.
"Mom bisa membuatkan yang baru untuk mu." Ucap Kean, Dena tersenyum manis.
Dena tahu Kean merasa tidak nyaman dengan semua ini, namun Kean menahan nya karena menghargai Dena dan juga keluarga dari istrinya.
"Hmmmmm." Sahut El, memberikan nya kepada Daniel.
Setelah itu El mengikuti Dena yang pergi ke dapur, dan Kean bergi ke kamar. Sebelum ke kamar Kean memberikan pesan agar kejadian kemarin tidak terjadi lagi.
"Ada apa?" Tanya bunda Sisil, saat melihat Dena kembali mengupas dan memotong buah.
"Ada demo bund." Jawab nya nyeleneh.
"Dih." Kekeh semuanya.
"Perasaan tadi kamu udah potong buah de, terus ini kenapa nih wajah El cemberut." Ucap Mei.
"Gak apa-apa." Jawab Dena tersenyum.
"Buah nya di pinta Daniel." Ucap Anna tiba-tiba, membuat Dea dan Mei saling pandang.
"Kok gitu." Tanya mei, membuat bunda Sisil mencubit pinggang Mei.
"Aaaaaaaa, bunda sakit." Pekik Mei.
"Gak apa-apa, El bisa buat lagi." Ucap Dena setelah selesai.
"Anna saya ingin bicara sama kamu." Ucap Dea, Anna pun mengangguk. Sementara bunda Sisil, Mei dan Dena saling pandang.
Dea berjalan menuju taman belakang rumah, ia menghela nafasnya dan menatap Anna dengan heran.
"Ada apa dengan mu Anna?" Tanya Dea.
"Mak_maksud mommy." Jawab Anna.
"Ada apa? Kenapa kamu tidak bisa menjaga Daniel na, saya dengar kemarin Daniel memukul El dan sekarang meminta buah milik El. Saya tahu itu bukan masalah besar untuk Dena dan Keanu, bahkan mungkin Dena dan Kean bisa membeli kebun buah nya." Ucap Dea, perkataan Dea di dengar oleh Justin dan Dio.
"Ma_maaf." Lirih Anna.
"Saya tidak minta apapun dari kamu, saya hanya minta berikan kenyamanan untuk adik saya." Ucap Dea, saat Dea berkata seperti itu Carl datang menghampiri mereka.
"Mom." Panggil Carl.
"Kamu juga bang, berhenti mengeluarkan kata-kata yang menyudutkan Keanu." Sengit Dea, Carl merasa bingung dengan ucapan mom nya.
"Apa yang kalian inginkan? Dena sudah mengalah untuk kalian, jadi jangan pernah membuat adikku kecewa dan sakit hati karena kelakuan kalian." Ucap Dea, setelah itu ia pergi meninggalkan orang-orang yang berada di taman belakang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Rafael
Daddy
Mommy
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Emang ya manusia bakal lupa daratan kalo udah di atas π
A: Jangan atas-atas nanti jatuh sakit unπ
N: Gedek gue sama si Annaπ
A: Kaya nya gue salah nulisπ
N: Kaga udah bener ada konflik nya biar greget π
A: Sueeπ
N: πππ*