
Di sebuah sekolah ternama seorang gadis cantik sedang berjalan menyusuri koridor sekolah, ia berjalan dengan santai. Ayaza gadis cantik putri bungsu dari seorang Keanu itu selalu mencuri perhatian siswa siswi sekolah.
Banyak yang menyukai Ayaza mulai dari para guru dan murid-murid sekolah, namun yang namanya Ayaza tetaplah Ayaza gadis itu tidak sombong meskipun banyak orang yang menyukai nya.
"Ayaza." Panggil seseorang yang membuat gadis itu menoleh.
"Ria, kenapa?" Tanya Ayaza, Ria ada teman sekolah Ayaza. Banyak yang ingin dekat dengan Ayaza, namun hanya Ria yang berhasil mengambil hati gadis itu.
"Ini ada titipan buat kamu, gak tau deh dari siapa." Ucap Ria, Ayaza mengernyit heran siapa yang memberikan kado itu kepada ria.
"Kado? Ulang tahun aku masih lama loh." Ucap Ayaza, Ria tertawa memangnya kalau ingin memberikan kado harus menunggu ulang tahun dulu.
"Ayaza emang kalau orang mau kasih kado, harus nunggu kamu ulang tahun dulu." Kekeh Ria, Ayaza pun tertawa.
"Enggak si, yaudah kita ke kelas saja." Ucap Ayaza, Ria pun mengangguk dan menggandeng tangan Ayaza menuju kelas.
Di tempat lain seorang lelaki sedang duduk di sebuah taman, lelaki itu menunggu pesan dari gadis kecil nya. Rafael yang tahu siapa yang sedang di tunggu oleh Kenzo pun menatap sahabatnya itu.
"Ayaza masih jam sekolah Ken, aku tidak melarang kamu mendekati Ayaza tapi jangan ganggu waktu sekolah nya." Ucap El, Kenzo tertawa kecil.
"Kau tahu El, dari kebanyakan gadis yang aku temui hanya Ayaza yang benar-benar membuat ku merasa g*la." Ucap Kenzo, Rafael tertawa kecil mendengar ucapan Kenzo.
"Aku tahu, karena aku juga merasa seperti itu. Ayaza itu seperti duplikat nya mommy. Tidak ada yang bisa dekat dengan nya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa berbincang dengan Ayaza." Ucap Rafael.
"Itu yang aku maksud, disaat gadis seusianya banyak yang mencari pasangan di setiap universitas. Hanya Ayaza yang terlihat santai tentang hatinya." Ucap Kenzo, Rafael mengangguk ia juga merasa bangga kepada adiknya itu.
Tak lama kemudian Devika, Felly dan Kyra juga Nathia menghampiri kedua lelaki itu, Devika menatap wajah Kenzo yang terlihat sedikit redup.
"Tumben itu muka kecut amat kelihatan nya, kenapa?" Tanya Devika.
"Tau bisanya juga cerah mulu kaya lampu taman." Ucap Nathia ikut menimpali, Kenzo menatap kedua wanita yang mengatainya.
"Heh, kalau mau muji gak usah naggung pake acara bawa-bawa lampu taman. Bisa kan biasanya juga itu muka cerah kaya matahari gitu." Ucap Kenzo, para sahabat wanita nya pun tertawa.
"Matahari mah keterangan Ken, lagian kamu kenapa habis di tolak cewek apa gimana?" Tanya Devika.
"Etdah ini anak ngeremehin banget, mana ada cewek yang berani nolak pesona seorang Kenzo." Ucap nya bangga.
"Hilih pede, buktinya sampai sekarang kamu masi jomblo. Itu artinya ada seseorang yang sulit kamu taklukkan." Ucap Kyra, Kenzo menelan Saliva nya. Ia merasa mati kutu mendengar ucapan Kyra.
"Selera nya Kenzo kayaknya gak main-main deh, kalau siswa kampus pasti udah rame kan gaada yang bisa nolak dia." Ucap Nathia, Kyra tersenyum tipis ia tahu siapa yang sedang ditunggu oleh Kenzo.
"Selera nya tuan putri kayak nya, mangkanya susah buat di dapetin." Ucap Devika, Rafael hanya menahan tawa nya saja melihat Kenzo yang di ledek oleh para sahabat dan saudara nya.
"Sabar ya Ken, semua itu butuh perjuangan." Ucap Felly, Kenzo tersenyum karena masih ada yang mendukung nya.
Rafael menatap tajam Kenzo yang sedang tersenyum manis kepada Felly, Ken yang melihat itu tertawa.
"Biasa aja dong El mata kaya mau lompat gitu." Kekeh Kenzo, El mendengus lihat saja nanti El tak akan tinggal diam.
Sementara Felly melirik El yang juga menatap nya tajam, sebenarnya Felly ingin tertawa dan memeluk El. Namun tahan fell ini tempat umum gak boleh nebar kemesraan pamali.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Maaf ya dikit, waktunya author bagi-bagi soalnya kan author juga kerja bukan nulis aja 😊*
N: Gak apa-apa Thor demi Alek kaga ngapa-ngapa 😂
A: Alek teh Saha Uun 🙄
N: Itu kang cilok depan gang 😂
A: Heh, bisa-bisanya 😭
N: 😂😂😂