Love Destiny

Love Destiny
INSOMNIA AKUT



Semenatara itu dikamar Arnold,


Setelah Crystal keluar dari kamar Arnold, pria tua yang menjadi psikolog pribadi tunangannya itu segera masuk kedalam kamar dan mulai bersiap untuk melakukan perawatan agar Arnold bisa tertidur pulas malam ini.


“ Tuan, bisa kita mulai sekarang…”, tanyanya pelan.


Arnold yang sudah merebahkan diri diatas ranjang terlihat sibuk dengan pemikirannya, saat mendengar suara pria tua itu dia hanya menoleh dan dengan santainya mengangkat satu tangannya.


Melihat Arnold sudah siap, pria tua itu langsung memainkan musik, menyalakan lilin aroma terapi, dan memulai melakukan hipnotis.


Waktu berlalu dengan cepat, namun Arnold masih juga terjaga. Seakan kedua matanya sangat sulit untuk dipejamkan.


Tiga puluh menit kemudian….


Satu jam kemudian…..


Dua jam kemudian…..


Belum ada tanda – tanda bahwa Arnold akan tertidur.  Membuat Philip sang psikolog mulai bergerak gelisah.


Selama ini dia telah menyembuhkan banyak kasus insomnia, bahkan yang akut sekalipun. Kemampuannya sudah diakui diseluruh dunia, namun melihat kondisi Arnold sekarang, dia mulai mempertanyakan kemampuannya untuk kesekian kalinya.


Setiap kali dipanggil kekediaman Arnold, Philip seakan menjadi seorang dukun yang harus melakukan jampi – jampi, daripada seorang psikolog dalam menghipnotis Arnold agar bisa tertidur.


Philip menyadari satu hal, insomnia akut yang diderita oleh pasiennya tersebut semakin parah sejak Crystal menginjakkan kakinya dikediaman Arnold.


Setiap kali wanita itu membuat ulah, maka insomnia Arnold akan semakin parah. Bahkan karena tindakannya yang coba kabur dari kediaman Arnold  beberapa hari yang lalu membuat pasiennya tersebut tidak bisa tidur selama lebih dari seminggu.


Satu rekor fantastis untuk ukuran manusia normal, tidak bisa istirahat dalam waktu tersebut tetapi keadaan itu sama sekali tidak menganggu mobilitasnya bekerja.


Dan, tampaknya percakapan yang baru saja dilakukan oleh Arnold dan Crystal, membuat hipnotis malam ini menjadi gagal karena mood yang buruk dari si pasien.


Saat ini, Arnold yang terbaring diatas ranjang king sizenya, dengan lingkaran hitam yang terlihat jelas dikedua matanya berusaha untuk bangun dari tempat tidur.


Vena hijau dikeningnya terlihat sedikit menonjol dan ekspresi suram yang ditampilkan menunjukkan bahwa dirinya sedang menahan rasa sakit yang begitu dalam.


Aura membunuh sangat kental disana, kapan saja dia siap untuk mengeluarkan taring dan mengoyak habis siapa saja yang menyinggungnya.


Melihat raut wajah murung dan gelap dari wajah Arnold membuat Philip semakin cemas dengan keaadaan pasiennya itu.


“ Tuan, apakah anda memiliki masalah hari ini ?...apa yang dikatakan nona Crystal kepada anda ?...”, tanyanya dengan nada cemas.


Untuk sejenak Arnold menutup kedua matanya, dan saat terbuka sorot matanya terlihat sangat tajam dan dingin, membuat Philip mengurungkan niatnya untuk kembali bertanya.


Jika saja Arnold mau berbagi masalah dengan orang lain, mungkin penyakitnya tidak akan separah ini. Penghalang psikologis yang ada dalam diri Arnold sangatlah kuat, dia tidak mengizinkan siapapun untuk masuk kedalam wilayahnya.


Untuk kasus seperti ini, tidak ada yang bisa dilakukan oleh seorang psikolog  jika pasiennya tidak bisa bekerja sama dengannya, seterampil apapun kinerjanya.


Sebenanrnya tidak ada yang salah dalam tubuh Arnold, dan insomnia akut yang dideritanya semua karena terdapat  masalah pada psikologisnya.


Tapi sekarang, ada satu masalah lagi yang mulai tumbuh dalam diri pria dingin tersebut yaitu simpul hati, dan itu terkait dengan wanita yang menjadi tunangannya sekarang, Crystal Abraham.


Selama ini Arnold sangat anti berdekatan dengan seorang wanita manapun. Bahkan dia akan langsung jijik saat ada wanita yang mendekat kearahanya, tidak perduli secantik apa wajahnya dan sebagus apa bentuk tubuhnya.


Selama ini Arnold melarang seseorang berada terlalu dekat dengannya, terutama wanita.Tidak ada yang bisa mendekatinya dalam radius 50 meter, jika melanggar maka nyawa menjadi taruhannya.


Tapi sekarang, tunangannya itu bisa menempel erat disampingnya, tanpa membuat Arnold jijik kepadanya, terlepas dari penampilan aneh yang selalu wanita itu tampilkan dipermukaan.


Hanya Crystal lah yang bisa membuat suasana hati Arnold berubah drastis, dan tampaknya wanita itu juga berbakat  untuk memperburuk suasana hati seseorang, seperti apa yang dilakukan malam ini.


Jika dilihat  dari berbagai macam sudut, wajah, dan bentuk tubuh Crystal seharusnya tidak masuk dalam kategori yang memenuhi syarat untuk menjadi pendamping Arnold, sang pewaris kerajaan Licoln.


Bahkan tingkah laku Crystal yang absurd tidak bisa membuat dirinya disejajarkan dengan wanita – wanita yang selama ini ditolak keberadaannya oleh Arnold dengan tegas.


Jika saja Arnold mau memberinya sedikit petunjuk, atau setidaknya memberitahukan kepada Philip apa daya tarik yang dimiliki Crystal sehingga membuat pewaris Lincoln menjadi seperti ini. Tentunya Philip tidak akan resah dan binggung seperti sekarang.


Tapi semua itu hanyalah angan – angannya semata. Realita yang ada, dia tetap harus mencari  tahu sendiri semuanya, agar kondisi pasiennya tidak semakin memburuk.