Love Destiny

Love Destiny
Epson 378



Hari ini Ayaza sudah masuk kembali ke sekolah nya, begitupun dengan El lelaki itu kembali ke luar negeri untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat ia tinggal untuk pulang.


"Ayaza." Panggil Ria, mendengar suara cempreng sahabat nya Ayaza pun menoleh.


"Ria bisa tidak kamu pelankan suara kamu." Ucap Ayaza, Ria tertawa kecil lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa itu sangat berisik?" Tanya Ria, Ayaza menghela nafasnya menatap Ria.


"Menurut kamu apakah itu pelan." Balas Ayaza, Ria tertawa tanpa dosa.


Ria dan Ayaza berjalan menuju kantin selama perjalanan menuju kantin Ayaza yang biasanya banyak bicara namun tidak dengan hari ini, Ria menatap Ayaza dengan penasaran.


"Kamu kenapa liatin aku kaya gitu?" Tanya Ayaza.


"Kamu kenapa za sakit? Kok tumben diem mulu." Ucap Ria, Ayaza tertawa kecil melihat kelakuan polos sahabat nya.


"Tidak apa-apa." Ucap Ayaza, Ria tidak percaya apakah ada yang Ayaza pikirkan.


"Kamu lagi mikirin pangeran cebong pasti." Ucap Ria.


"Tidak." Jawab Ayaza.


"Bohong kan, udah deh za kamu gak usah bohong sama aku." Ucap Ria, ya gadis itu sangat mengerti Ayaza. Namun bukan Ayaza namanya jika tidak bisa menyembunyikan apa yang sedang dipikirkannya.


"Enggak Ria, lagian ngapain juga mikirin sesuatu yang gak seharusnya aku pikirkan." Ucap Ayaza, Ria menghela nafasnya kini kedua gadis cantik itu sudah duduk di meja kantin.


"Ayolah za kamu ngapain si sembunyiin ini semua dari aku." Ucap Ria, Ayaza menatap Ria meyakinkan sahabat nya.


"Aku sedang tidak ingin membahas ini." Ucap Ayaza, Ria pun diam ia tidak akan berbicara lagi. Ia takut jika Ayaza akan marah nantinya.


Sementara itu di sebuah universitas ternama di negara tersebut, seorang wanita yang sedang berjalan dihadang olah lelaki berjas hitam secara tiba-tiba.


"Siapa kalian?" Tanya Nathia.


"Nona silahkan ikut kami tuan muda sudah menunggu anda." Ujar nya, Nathia ternganga menatap para bodyguard itu dengan tatapan tak percaya.


"Wae? Tuan muda siapa yang kalian maksud." Ucap Nathia.


"Nona nanti anda akan mengetahuinya." Ujar nya lagi.


"Tidak, aku tidak ingin ikut bersama kalian." Ucap Nathia.


"Nona menurut lah jangan membuat kami bersikap kasar." Ujar nya.


"Silahkan kalau kalian berani, kalian pikir aku takut." Ucap Nathia menantang.


"Bukan anda yang takut nona melainkan kami, sekarang kami terlihat serba salah." Ujar nya, Nathia menggelengkan kepalanya.


"Itu buka urusanku." Ucap Nathia santai.


"Nona kasihanilah kami jika tuan muda marah dan memecat kami, nanti anak istri kami bagaimana nona." Ujar nya memelas.


"Kalian tidak perlu khawatir jika tuan kalian marah, maka datanglah kerumahku kalian bisa melamar pekerjaan kepada papi ku." Ucap Nathia santai, membuat para bodyguard itu saling memandang.


Mereka bingung kenapa tuannya harus berurusan dengan seorang nona muda, jika Nathia gadis biasa saja mungkin mereka bisa langsung menyeret Nathia.


Namun tidak ada pilihan lain lagi mereka harus membawa paksa Nathia, jika tidak Niko akan marah kepada mereka.


"Nona maafkan kami karena anda tidak bisa di ajak dengan cara yang baik, maka dengan terpaksa kami harus memaksa anda." Ujar nya, Nathia melotot kenapa masih harus dipaksa.


"Heh, gak bisa seperti itu lepasin." Ucap Nathia, wanita itu mencoba untuk memberontak namun tenaganya kalah kuat oleh para bodyguard itu.


Dilain tempat Kyra sedang berjalan mencari Nathia, perasaan tadi Kyra meminta Nathia untuk pergi ke kantin tapi dimana wanita itu.


"Kalian melihat Nathia tidak?" Tanya Kyra, kepada Felly dan Devika.


"Loh bukannya Nathia sama kamu ya." Ucap Felly.


"Lah iya, kan Nathia tadi pergi bareng kamu." Ucap Devika.


"Tapi aku nyuruh Nathia untuk ke kantin lebih dulu, karena aku ingin ke toilet." Ucap Kyra.


"Harusnya sudah ada dari tadi si, tapi beneran deh Ra Nathia gak ada kesini." Ucap Felly, Kyra mulai panik ia mencoba untuk menghubungi Nathia namun tidak terjawab.


"Gak di jawab gimana dong, gak biasanya Nathia gak jawab telpon." Ucap Kyra, Felly dan Devika pun mencoba untuk menghubungi Nathia namun sama Nathia tidak menjawabnya.


"Yasudah ayok." Ajak Felly dan Devika, kini ketiga wanita itu berjalan mencari Nathia ke semua tempat.


Tempat terakhir yang belum mereka datangi hanya taman, akhirnya merekapun pergi ke taman.


"Ra gak ada ra, kamu yakin Nathia ke kantin." Ucap Devika.


"Aku yakin kok vik, kalaupun dia pergi pasti ngasi kabar kan gak mungkin hilang tiba-tiba." Ucap Kyra.


Sementara ketiga wanita itu mencari Nathia, wanita yang dicari sedang duduk di ruang VVIP sebuah restoran mewah.


Nathia menatap Niko tajam ia tidak suka dengan cara Niko yang seperti ini, Nathia tahu meskipun Niko meminta secara baik-baik juga ia pasti menolak nya.


"Untuk apa kamu meminta aku kesini." Ucap Nathia.


"Hanya untuk makan siang." Jawab Niko santai.


"Apa?" Pekik Nathia, Niko menatap Nathia dengan tersenyum.


Nathia yang merasa malu langsung menepuk mulutnya pelan, dan malah membuat Niko menjadi semakin gemas.


"Kamu mengirim para bodyguard itu hanya untuk mengajakku makan siang?" Tanya Nathia.


"Tentu saja memangnya apalagi." Jawab Niko.


"Neo michyeoss-eo? (Apa kamu g*la?)." Kesal Nathia, Niko tertawa kecil menatap Nathia.


"Jangan membuatku bersikap dingin kepada kamu Queen, selama ini aku bersikap manis hanya kepada kamu." Ucap Niko, aura pemimpin di diri Niko pun terlihat oleh Nathia.


"Aku tidak berniat membuat mu bersikap dingin ataupun bersikap manis, tapi apa yang kamu lakukan benar-benar membuatku kesal." Ucap Nathia, Niko tersenyum tipis menatap Nathia dengan serius.


"Jika aku tidak bisa membuatmu jatuh cinta maka aku bisa membuat kamu kesal lebih dulu bukan, setelah itu kamu akan merasa sepi saat aku tidak sedang disamping kamu." Ucap Niko, Nathia menggelengkan kepalanya ini g*la ini benar-benar g*la.


"Kenapa kamu begitu percaya diri?" Tanya Nathia, Niko tersenyum tipis membuat Nathia sedikit bergidik.


"Karena seperti itulah wanita, ia akan menjauh saat dikejar lalu akan merasa kesepian saat lelaki yang mengejarnya berhenti." Ucap Niko, Nathia diam ia menatap Niko dengan intens.


Sebenarnya Niko termasuk lelaki tampan yang dikenal Nathia setelah Kenzo, namun entah mengapa Nathia begitu sulit untuk menerima Niko.


Bahkan ia selalu merasa kesal jika melihat wajah tampan Niko, berbeda dengan saat Nathia memandangi wajah tampan Kenzo.


Apakah ini yang dimaksud oleh Niko, Nathia tertarik kepada Kenzo karena lelaki itu dingin dan tidak mengejarnya. Sementara Niko ia lebih mengesampingkan ego nya untuk Nathia, dan itu malah membuat Nathia sedikit risih.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Sabar Niko cewe mah emang gitu pengen capek Mulu, giliran kit ati bilang semua cowok sama 😂*


A: True Uun, kalo ada yang ngejar malah ngerasa risih dan o*n nya ngejar yang gak pasti 😁


N: Itulah wanita selalu mempersulit diri nya sendiri, udah tau ngejar hati yang tak terbalas itu sakit ye kan 😂


A: Curhat elomah ah 😌


N: 😂😂😂