Love Destiny

Love Destiny
Epson 376



Malam hari di sebuah taman kota yang terlihat ramai seorang gadis duduk merenung menatap air danau yang terlihat tenang, tatapan nya yang lurus mengingat kejadian-kejadian indah sebelum ia bertemu dengan kedua orangtuanya.


Di tempat inilah dia bertemu dengan Rafael dan berdebat dengan lelaki itu, bahkan karena tempat ini pula Rafael mengajak Felly ke apartemen nya.


Memikirkan setiap kejadian itu membuat Felly sangat merindukan sosok Rafael, dulu lelaki itu akan datang siang, sore bahkan malam hari. Tapi kini rasanya untuk bertemu dan mendengar suara Rafael saja sangat sulit.


Saat sedang berkecamuk dengan fiikiran nya seseorang berdiri di belakang Felly dengan melipat kedua tangannya di dada, senyum manis terukir di bibir indah nya.


"Boleh saya temani nona, tidak baik seorang gadis berdiam diri di taman malam-malam begini." Ujar nya, Felly tersentak ia seperti mengenal suara itu.


Dengan cepat Felly memutar tubuhnya dan menatap lelaki tampan yang ada di belakang nya, mata Felly terlihat sendu ia merasa mimpi saat melihat orang yang sedang di fikirkan nya.


"Apa aku mengganggu waktumu? Baiklah kalau begitu aku pergi saja." Ucap El, dengan cepat Felly menahan tangan El dan memeluk nya.


"Tidak, kau tidak menggangu sama sekali." Lirih Felly, El tersenyum membalas pelukan Felly.


"Ada apa kenapa kau terlihat begitu sedih hmmmmmm, apa ada yang menyakiti nona muda Richard." Ucap El, Felly menggelengkan kepalanya saat ini yang ia inginkan hanya memeluk Rafael.


"Tidak, biarkan seperti ini dulu." Ucap Felly, El tersenyum manis mengelus kepala Felly lembut.


"Sepertinya gadis manis ini sangat merindukan aku, tidak sia-sia aku tidur seharian agar bisa keluar malam hari." Ucap El, membuat Felly mengernyit dan mendongakan kepalanya.


"Apa hubungannya tidur sepanjang hari dengan keluar malam?" Tanya Felly, El tertawa gemas mencubit hidung Felly.


"Jika aku tidak tidur seharian aku tidak akan bisa menemui kamu gadis manis, karena dapat dipastikan jika aku akan merasa lelah dan mengantuk." Ucap El, Felly tersenyum memukul dada El dengan pelan.


"Tidak jelas." Ujar nya, El tertawa kecil mengecup kening Felly.


"Jangan bersedih lagi, aku tidak akan tenang jika kamu bersedih bee." Ucap El, Felly menunduk ia juga tidak ingin bersedih. Tapi sungguh hari ini ia begitu merindukan sosok Rafael.


"Hmmmmmm, tidak akan." Jawab nya cepat, Felly tidak ingin El kefikiran tentang dirinya.


"Janji?" Tanya El.


"Hmmmmmm, untuk tuan muda aku berjanji tidak akan bersedih lagi." Jawab Felly, El tersenyum lega lalu kembali memeluk Felly.


Sementara itu di kediaman Nathan terlihat Nathia yang tengah menuruni anak tangga, saat tiba di pijakan terakhir Nathia dikejutkan dengan kehadiran Niko di rumah nya.


Niko yang menyadari kehadiran Nathia hanya tersenyum, memberikan peringatan lihatlah aku bahkan sudah bisa mendekati papi tersayang mu. Seperti itulah arti senyuman Niko.


"Sayang." Panggil Niken, membuat Nathia yang semula berniat kembali ke kamarnya terdiam.


"Iya mom." Sahut Nathia memutar tubuhnya, ia menatap Niken dengan sendu.


"Kemari nak, ini Niko nyari kamu." Ucap Nathan, membuat Nathia menhela nafasnya.


"Pi Nathia ada tugas yany belum selesai, jadi Nathia harus kembali ke kamar." Ujar nya berbohong.


"Nathia kamu bisa mengerjakan nya besok lagi, sekarang temani dulu Niko." Ucap Nathan, mau tak mau Nathia pun menurut saja.


"Hmmmmmm." Jawab nya, Nathia duduk di samping Niken membuat Niko tersenyum.


Sementara itu Nathan dan Niken memutuskan untuk masuk kedalam, mereka akan memberikan Niko dan Nathia ruang untuk saling mengenal.


"Hai nona muda." Sapa Niko, Nathia menatap Niko lalu tersenyum masam.


"Hai tuan muda, tidak kah kau lihat jika sekarang sudah larut malam." Ucap Nathia, Niko tertawa kecil ternyata mendapatkan hati Nathia lebih sulit daripada mendapatkan kontrak kerja sama.


"Ya aku tahu, tapi tidak masalah papi kamu saja tidak melarang bukan." Ucap Niko, Nathia mencibir Niko.


"Tidak melarang memang, entahlah apa yang sudah kau katakan kepada papiku. Karena tak biasanya dia mengijinkan aku bertemu lelaki selarut ini." Ucap Nathia.


"Benarkah, bagus kalau begitu itu artinya papi kamu tahu mana yang baik dan tak baik." Ucap Niko, membuat Nathia menoleh dan menatap Niko kesal.


"Apa kau fikir jika kamu itu baik?" Sengit Nathia.


"Ini g*la, ini sungguh g*la." Gumam Nathia, Niko tertawa mendengar perkataan Nathia.


"Benar sekali, aku g*la karena bisa terpesona dengan nona muda Richard." Ucap Niko, Nathia mendengus ia ingin sekali mengusir Niko.


Namun Nathia takut jika nanti papi dan mami nya akan memberikan kuliah malam, dan dilanjutkan besok pagi menguliahinya.


"Ya sesukamu saja." Ucap Nathia pasrah, ia lelah karena Niko tak menyerah sama sekali.


"Tentu aku suka, suka kamu." Ucap Niko, tanpa disadari oleh Nathia Niko merutuki dirinya sendiri.


Jika ada tangan kanannya disini hilang sudah harga diri dan wibawa nya, hanya seorang Nathia yang membuat Niko menjadi seperti ini.


Biasanya Niko akan bersikap dingin, datar tanpa ekspresi kepada setiap wanita yang mendekati nya. Tapi lihat ini bahkan Niko yang terang-terangan mendekati Nathia, jika keluarga nya tahu mungkin ia akan di tertawakan.


"Simpan gombalanmu untuk wanita diluar sana." Ucap Nathia, Niko tersenyum.


"Baiklah aku tunggu kau keluar agar aku bisa menggombal kepadamu." Ucap Niko, Nathia lelah tuhan tolong siapapun seret lelaki ini keluar.


"Ya ya baiklah terserah kamu." Ucap Nathia, Niko tertawa kecil melihat wajah kesal Nathia.


Karena waktu sudah semakin larut akhirnya Niko memutuskan untuk pulang, sebelum itu Niko memberikan sebuah paper bag kepada Nathia.


Tadinya wanita itu menolak namun bukan Niko namanya jika tidak bisa membuat Nathia menerima pemberian nya, setelah kepergian Niko akhirnya Nathia kembali ke kamar untuk tidur.


Ia berharap esok hari tidak bertemu dengan Niko lagi, Nathia tidak ingin terlihat jahat karena selalu bersikap dingin kepada Niko. Ia juga memiliki rasa tidak tega kepada lelaki itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Kepada Felly dan Nathia, sudahi galau kalian mari tukar posisi denganku 😂*


A: Uun gaboleh gitu, suka kumat lo mah 😌


N: Gue lemah Thor kalo liat cwo yang care dan sabar 😂


A: Tahan Uun tahan, Lo pasti bisa yuk semangat 😂


N: Ayok semangat Thor nulis nya, biar halu gue makin lancar jaya 😂


A: Solimi sekali anda 😌


N: 😂😂😂😂