
Di perjalanan Keanu mengernyit melihat GPS Dena berubah lagi, Kean heran dengan kelincahan istrinya.
Satu lagi Kean bahkan tidak percaya Dena yang menjadi istrinya memiliki sifat kejam seperti sang Daddy (Tuan Richard), ah Kean melupakan jika yang membantu mendidik Dena adalah tuan Dinata (Opa Dena).
"Kok kesini?" Tanya Kai.
"GPS Dena mengarah kejalan ini." Ucap Keanu.
"Lah, kamu tahu ini kemana? Ini terlihat seperti jalanan sepi dan hutan-hutan yan." Ucap Kai.
"Lihat saja." Ucap Keanu.
"G*la si gue gak nyangka si Dena seberani ini." Ucap Nathan, Keanu hanya diam tidak menggubris nya.
Kembali ke gudang dimana Dena sedang berdebat dengan intan, Dena menamp*r wajah intan dengan sangat keras.
"Ingat, sudah ku katakan apa yang kalian lakukan kepada keluarga ku. Maka aku akan melakukan hal yang lebih menyedihkan kepada kalian." Sinis Dena, wanita itu menginjak kaki intan yang mencoba mengambil balok.
"Aaaaaaaaaaaaaaa, sakit." Teriak intan.
"Ini belum seberapa dibandingkan dengan apa yang kau lakukan, dua nyawa ah tidak hampir 4 nyawa." Bentak Dena menekan kaki nya yang menginjak kaki intan.
"Dena lepaskan, kau benar-benar kej*m." Pekik intan melempar sebuah botol kaca, dan tepat mengenai kening Dena hingga berdarah.
"Shiiiitttt!" Umpat Dena, kini Dena menatap intan dan menjamb*k rambut intan. Hingga wajah intan mendongak.
"Pilih kemat*an yang seperti apa yang kau inginkan." Ucap Dena dengan tatapan yang penuh dengan amarah, intan ikut menarik rambut Dena.
"Kau fikir aku akan menyerah." Ucap intan, kini Dena mencek*k leher intan membuat intan kelabakan hampir kehabisan nafas.
"Kau ingin bertarung dengan ku?" Tanya Dena, kali ini wajah cantik Dena terlihat begitu menyebalkan.
"Araaagghhh, lep_as." Pekik intan, Dena mengambil benda yang ia sembunyikan di jaket nya dan benda yang di pegang Dena membuat tubuh intan bergetar.
"Bersiaplah sayang, kau akan menyusul opa ku. Aku tahu kau pasti iri dengan hidupku karena aku terlalu disayang." Sinis Dena.
"De_na." Ucap intan kini intan berhasil menendang perut Dena dengan keras, membuat Dena sedikit terpental kebelakang.
Intan mengambil sebuah benda tajam dan menodongkan nya kepada Dena, begitupun dengan Dena yang menodongkan pist*l keoada intan.
"Jangan mendekat." Teriak intan.
"Dena." Teriak Mei dan Dea yang baru saja datang, keduanya terkejut melihat Dena dan intan yang berlumuran darah.
Tidak, hanya kening dan bibir Dena yang terluka. Selain di lempar botol intan juga berhasil mencakar wajah Dena tepad di samping bibir.
Namun intan gadis itu berhasil di buat tidak bisa berjalan oleh Dena, bahkan kedua pipi nya bengkak juga kepala yang beredar*h karena Dena sembat membentu*kan kepala intan ke dinding.
"De_na st_" Ucap Mei terhenti saat intan mengambil kesempatan melempar pis*u tepat mengenai tangan Dena, dengan itu Dena refleks menekan pelatuk benda yang ia pegang.
Dor...!!!
"Intan, Dena." Teriak Mei dan Dea bersamaan.
Intan memegang perutnya yang berdarah, dan Dena mematung saat melihat intan mengeluarkan darah dari mulut nya dan mulai memejamkan matanya. Terkejut? Tentu ini pertama kali bagi Dena mempraktekkan ajaran sang opa langsung kepada musuh nya.
Keanu langsung berlari dan merengkuh tubuh Dena dan memeluk nya, Kai Nathan, Dio Justin terkejut melihat apa yang di lakukan oleh Dena.
"Sayang kau berhasil." Ucap Justin bangga, membuat Nathan dan Kai menelan Saliva nya.
"Bagaimana dengan intan?" Tanya mei, apakah Mei menangis? Tidak karena Mei merasa begitu kecewa dengan apa yang sudah di lakukan oleh intan dan papi nya.
"Tangan mu." Ucap Keanu, dengan cepat Kean merobek kemeja nya dan mengikat tangan Dena yang terluka.
Semua orang membawa intan ke rumah sakit milik ayah Rio, begitupun dengan Keanu yang juga membawa Dena kesana.
...
Skip rumah sakit!!!
"Segera tangani dia." Ucap Justin, meminta para dokter menangani Dena.
Sementara intan, bahkan Justin tidak mempedulikan korban amukan adik nya itu. Bukan apa-apa Dea hanya ingin intan mender*ta dan merasa sakit dulu dengan hidup yang melihat orang tuanya terbaring tak berdaya.
"Si Dena benar-benar menantu idaman om Richard." Gumam Nathan.
"Benar, ngapain kita ikut kalau Dena bisa menuntaskan musuh nya sendiri." Ucap Kai.
"Jadilah penonton yang baik kak, dengan begini kita akan merasa bahwa keluarga kita ada kemajuan." Kekeh Nathan.
"Maksudnya kamu?" Tanya Kai tidak mengerti.
"Ish, om Richard dan papi ingin sekali memiliki menantu yang horor seperti Dena bukan. Dan berhubung kedua istri kita calm, saking calm mya cuma bisa gelud sama suami nya doang. Nah ada Dena gelud nya bukan cuma sama Keanu." Ucap Nathan menjelaskan.
"Ah, benar juga." Ucap Kai tertawa kecil.
Kai dan Nathan masih tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya, juga salut kepada Keanu yang membiarkan Dena melakukan apa yang diinginkan oleh Dena.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Puas gue Thor 😂
A: Solimi sekali anda 😒
N: Biarin yang penting gue seneng, di ulet keked udah kena imbas nya 🤣
A: Ciri-ciri orang yang seneng kalo orang jahad menderita, sama kaya gue 😂
N: Etdah sehati kita 🤣
A: Oooowwww masa 😂
N: Gajadi dah terserah elo 😒
A: 🤣🤣🤣*