
Keesokan harinya di sebuah rumah besar terlihat seorang wanita cantik yang selalu melamun di taman belakang rumah merindukan kehadiran putrinya, siapa lagi kalau bukan nyonya Alicia.
Bahkan Dena dan Ayaza sudah sering mengunjungi kediaman tuan James, hanya untuk menghibur nyonya Alicia. Namun sepertinya nyonya Alicia benar-benar membutuhkan Felly.
"Felly pulanglah, apa kamu tidak kasihan kepada mommy mu." Lirih nyonya Alicia.
"Sayang percayalah Felly akan kembali, Felly tidak mungkin meninggalkan mom nya yang cantik dan baik ini." Ucap tuan James, mencoba untuk membuat istrinya tersenyum.
"Kau tahu dad aku selalu merindukan kehadiran nya." Ucap nyonya Alicia, rahang tuan James seketika mengeras mengingat kembali kejadian menyedihkan putrinya itu.
Dari kejauhan terlihat seseorang yang sedang memperhatikan keduanya dengan wajah datar, ia menatap kemesraan tuan James dan nyonya Alicia.
"Aku ingin sekali memeluk tubuh mungil nya, dan mendengar dia merajuk kepada para pelayan untuk berhenti mengikutinya." Ucap nyonya Alicia, terlihat senyum kecil dari wajah cantik nya.
Orang yang sejak tadi memperhatikan keduanya pergi begitu saja, ekspresi datar nya tidak berubah sedikitpun.
...
Satu Minggu berlalu kini di sebuah universitas ternama seorang gadis sedang duduk di samping Rafael, Liodra ya siapa lagi jika bukan gadis itu gadis yang selalu mengejar cinta seorang Rafael Richard.
"El, Liodra takut akhir-akhir ini banyak kejadian aneh di apartemen nya Liodra El antar Liodra ke apartemen ya." Lirih nya, El menatap sekilas Liodra.
"Aku gak bisa." Ucap Rafael.
"Ayolah El, kali ini saja El Liodra mohon." Ujar nya, Rafael menghela nafas panjang dan mengangguk.
Entah ada angin apa Rafael tiba-tiba menerima permintaan Liodra, kini keduanya memutuskan untuk pergi ke parkiran kampus.
"Loh si El mau kemana." Ucap Kyra.
"Lah iya tumben banget dia mau jalan bareng Liodra." Ucap Nathia.
"Waaah ada yang gak beres nih." Ucap Kyra.
"Gak beres gimana?" Tanya Nathia.
"Kita harus ikutin Rafael nath." Ucap Kyra.
"Gak bisa Ra kita ada kelas." Ucap Nathia, ah si*l lagi-lagi jam pelajaran mereka dengan Rafael berbeda.
Kini Rafael sudah tiba di apartemen milik Liodra, El yang tadinya tidak ingin turun dulu terpaksa harus turun karena Liodra mengeluh sakit perut.
Dengan malas Rafael membantu Liodra berjalan menuju kamarnya, saat sampai di depan pintu apartemen Liodra ada seseorang yang memukul pundak Rafael hingga membuat lelaki itu tidak sadarkan diri.
"El." Pekik Liodra, saat menoleh Liodra tersenyum kepada orang suruhan nya.
"Bawa dia masuk." Ucap Liodra, anak buah Liodra pun memapah tubuh Rafael.
Dan disinilah Rafael berada di kamar milik gadis yang mencintai nya, ah liodra sudah membayangkan bagaimana dia akan menikmati tubuh lelaki tampan itu.
"Kamu sudah tidak bisa menolak ku lagi Rafael." Gumam nya, kini Liodra membuka kemeja yang di kenakan Rafael satu persatu.
Setelah melepaskan kemeja milik Rafael, gadis itu mencoba untuk membuka pakaiannya.
Namun saat Liodra sudah berhasil melepaskan pakaian nya, dan hanya memakai pakaian dalam saja Liodra pun berniat untuk naik ke atas tempat tidur namun tiba-tiba saja ada seseorang yang menjambak rambut Liodra hingga membuat gadis itu memekik kesakitan.
"Aaaaaaaaaa, lepas." Teriak nya.
"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi." Ucap seseorang yang suara nya begitu familiar.
Liodra melepaskan jambakan orang itu dan terkejut saat melihat sosok wanita yang berdiri di belakang nya, Felly ya gadis itu adalah Felly.
"Fe_felly, buk_bukannya kamu sudah_" Ucapan Liodra terhenti, fikirannya berkelana dengan kejadian satu bulan kebelakang.
*Flashback on..
Saat kejadian terjun nya mobil Devika ke laut sebenarnya Felly keluar dari mobil itu sebelum mobil meledak, Felly berusaha untuk berenang ketepi laut.
Bersyukur pada saat itu ada seorang nenek tua yang menolong nya, satu Minggu lebih Felly tidak sadarkan diri akibat kejadian itu.
Setelah sadar Felly mencoba mencari tahu siapa yang sudah menyabotase mobil Devika, berhasil Felly menemukan penyebab nya yaitu adalah Liodra dan saudara angkat nya yang tak lain anak dari paman nya.
Setelah Felly berhasil meneror anak paman nya sampai masuk ke rumah sakit jiwa, Felly melanjutkan aksi untuk meneror Liodra.
Namun Liodra tak selemah saudara angkat nya, Felly terus mengikuti kemanapun Liodra pergi. Ia sengaja tidak menemui mommy nya dulu karena Felly ingin membalas perbuatan Liodra dengan tangan nya sendiri.
Hingga akhirnya hari ini Felly melihat Rafael yang mengantarkan Liodra, ada sedikit rasa sakit di hatinya. Felly sempat mengira jika El sudah menerima kehadiran Liodra, namun ternyata Felly salah El di jebak oleh Liodra.
Dengan emosi yang menguasai dirinya Felly memutuskan untuk memperlihatkan dirinya demi menyelamatkan Rafael, Felly tidak rela jika El akan di sentuh oleh wanita menj*j*kkan seperti Liodra.
**Flashback off***...
"Mati maksud kamu." Ucap Felly berjalan mendekati Liodra, jiwa psycopath Felly mulai meronta-ronta saat melihat kancing kemeja Rafael yang sudah terbuka.
"Felly jangan mendekat." Ucap Liodra.
"Aku gak akan pernah lepasin kamu Liodra, aku tidak akan pernah membiarkan hidup kamu tenang." Teriak Felly murka, kini Felly menyeret tubuh liodra kedalam kamar mandi.
Felly membenturkan kepala Liodra ke dinding kamar mandi, hingga membuat Liodra menangis histeris namun sayang sepertinya rasa kasihan di diri Felly untuk Liodra sudah hilang.
"Felly kamu g*la." Teriak Liodra.
"Ya aku g*la Liodra, aku memang g*la setelah kamu membuat Devika koma. Dan kamu membuat mom dan Daddy ku bersedih." Teriak Felly, ia benar-benar meny*ksa Liodra kali ini.
Felly tidak peduli dengan Liodra yang hanya memakai pakaian dalam, yang ia tahu ia harus menuntaskan rasa marah nya saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Omaygood gue gak mimpi kan Thor, Felly udah balik Thor 😂
A: Kaga Lo kaga mimpi Uun 😁
N: Sekalinya balik Felly ahh syudahlah aku padamu 😭
A: Lo ngapa mewek 😒
N: Felly membuat aku terhura Thor 😂
A: Hilihh 😒
N: 😂😂😂*