Love Destiny

Love Destiny
Epson 164



Hari ini Dena sedang bersiap-siap karena sang bunda yang tiba-tiba menghubungi nya dan mengajak nya pulang ke tanah air, karena dari hamil Rafael sampai sekarang putranya sudah bisa berjalan Dena belum juga kembali.


Apakah Keanu akan ikut istrinya pulang? Tentu saja namun tidak bisa pergi bersama ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan nya terlebih dahulu. Setelah itu ia akan langsung menyusul istri dan anak kesayangan nya.


"Daddy." Panggil El, ia berjalan ke arah Daddy nya.


"Wis, mau kemana jagoan." Ucap Kean mengangkat tubuh mungil Rafael.


"Hmmmmm." Sahut nya, El tidak menjawab pertanyaan Keanu. Ia malah memeluk Kean dengan erat.


Dena yang melihat itu merasa tidak ingin pergi ia tidak ingin meninggalkan suaminya, Dena ingin pergi bersama dengan Keanu.


"Loh, mommy nya kenapa nih kok manyun." Ujar Kean terkekeh.


"Enggak peka, aku pengen pergi sama kamu Jamal." Sengit Dena, Keanu menarik tangan Dena dan memeluk nya.


"Tiga hari, aku akan nyusul kamu kesana dan jemput kamu pulang." Ucap Kean mengecupi wajah Dena.


"Benarkah?" Tanya Dena.


"Menggemaskan, tentu saja benar. Aku tidak mungkin membiarkan istriku sendirian." Ucap Keanu, akhirnya senyum Dena pun terbit.


"I love you." Ucap Dena.


"Lopyu Daddy." El yang mengikuti perkataan Dena.


"Love you mommy and love you Rafael." Ucap Kean, El pun tersenyum.


Kini Dena berjalan keluar kamar dengan membawa koper nya, ia melihat mommy Ellen dan Oma sudah berdiri di ruang tengah.


"Masa pulang si de, Oma galau lah kesepian ini gak ada jagoan." Ucap Oma, Dena pun tersenyum dan memeluk Oma.


"Tidak akan lama Oma, Dena akan segera kembali." Ucap Dena.


"Bener ya, Oma tunggu kamu pulang." Balas Oma.


"Hmmmmm." Jawab Dena, ia menghampiri ibu mertuanya dan memeluk nyonya Ellen.


"Aku pergi dulu, mommy baik-baik ya." Ucap Dena.


"Tentu saja, mommy akan selalu menunggu kamu dan El kembali." Balas nyonya Ellen, hal seperti ini yang tidak ingin Dena tinggalkan.


Terkadang ia lupa bahwa dirinya bukan lah asli negara tersebut, namun karena terlalu nyaman dengan kehidupan nya juga suami dan anak nya Dena sampai lupa jika ia juga memiliki keluarga di negara kelahiran nya.


Dena memeluk kedua ipar nya yaitu Karen dan Niken, keduanya sampai menangis karena akan merasa kesepian.


"Take care ya, jangan lupain kita loh de. On grup terus pokok nya." Bisik Karen yang masih memeluk Dena.


"Haha, aku hanya pergi sebentar kenapa kalian menangis." Ucap Dena tertawa kecil.


"Sepi de gak ada kamu, gak bakal ada yang solimi lagi nanti." Ucap Karen membuat Dena mencebikan bibirnya.


Dena berpamitan kepada semuanya, Keanu mengantar Dena dan El ke bandara karena orang tua Dena sudah menunggu disana.


Dalam perjalanan Dena menangis tidak ingin jauh dari Keanu, ia menangis dalam diam sementara El terlihat rewel sejak tadi dan terlihat tidak ingin jauh dari Daddy nya.


"Bee, kok nangis?" Tanya Kean.


"Aku gak mau jauh-jauh sama kamu." Lirih Dena, wanita itu memeluk El yang duduk di pangkuan nya.


"Kan cuma beberapa hari, aku janji gak akan lama. Kalau kamu gak pergi sekarang juga kan kasian ayah dan bunda sudah menunggu kamu." Ucap Kean memberikan penjelasan.


"Tapi aku gak mau jauh sama kamu." Kesal Dena.


"Kok manja, lihat anak nya kasian tuh. Kalau kamu nangis terus El juga akan nangis, tau kan sejak tadi dia rewel." Ucap Kean mengelus pipi Dena.


Akhirnya Dena pun berhenti menangis, ia terdiam dan tidak bersuara sama sekali. Sampai mereka tiba di bandara, Kean menggendong El yang sejak tadi tidak ingin lepas.


"Loh kamu kenapa?" Tanya bunda Sisil saat melihat wajah sembab Dena.


"Gak apa-apa." Jawab Dena tersenyum.


"El ayok." Ucap Dena mencoba mengambil tubuh putranya.


"No, Daddy." Pekik El, tindakan El membuat ayah Rio dan bunda Sisil terkejut.


"Wih ngamok." Kekeh Dena.


"Ayok sama mommy, Daddy nya mau kerja." Ucap Dena.


"Daddy, huaaaaaaaa Daddy." Teriak El, masih tidak ingin lepas.


"El sama mommy dulu ya, Daddy nya mau kerja." Ucap Kean mengelus kepala Rafael.


"Tidak Daddy." Balas nya.


"Kok gak nurut, sama mommy dulu nanti Daddy nyusul oke bro." Ucap Keanu, sikap santai Kean membuat ayah Rio tercengang.


"Hiks...hiks..." Isak El.


"Jagoan Daddy gak boleh nangis, sama mommy dulu ya. Baik-baik jangan nakal, jangan bikin mommy marah oke." Ucap Kean menciumi wajah Rafael.


Akhirnya dengan segala bujuk dan rayuan Keanu Rafael pun luluh, Rafael mau di gendong oleh Dena.


Kean mendekati Dena dan mengecup wajah Dena lembut, Anes tersenyum melihat keromantisan aunty dan uncle nya.


"Take care." Ucap Keanu, Dena pun mengangguk dan tersenyum.


Dena dan keluarga nya berjalan menuju jet pribadi milik keluarga nya, sementara Keanu langsung kembali ke kantor ia ingin buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Rafael yang manja😍



Mommy yang gak mau jauh sama Daddy😁



Daddy yang gemes sama anak dan istrinya πŸ˜‚



***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Thor mas ganteng nya bagi tiga ya πŸ˜‚


A: Yok berdoa dulu yok, buat pembagian nyaπŸ€ͺ


N: Dikira potong tumpeng kali 😭


A: Kan katanya bagi tiga πŸ˜‚


N: Ya enggak gitu konsep nya 😭


A: Terus gimana coba konsep nya😭


N: au ah solimi Lo😭


A: Salah Mulu gue 😣😣


N: 😭😭😭*