Love Destiny

Love Destiny
Epson 224



Malam hari semua orang berkumpul di ruang keluarga begitupun dengan para suami, Dena menatap Rafael yang sedang duduk di karpet bulu bersama para saudara nya.


"El." Panggil Oma.


"Iya eyang." Sahut El, tanpa menatap Oma.


"El, Daniel mau punya adik." Ucap Oma, membuat El langsung menoleh dan menatap mommy nya.


Respon kaget El membuat semua orang tertawa, termasuk Nathan baru kali ini ia melihat Rafael seperti itu.


"Ck, kenapa?" Tanya Keanu kepada Rafael.


"Tidak." Jawab nya, kembali menunduk dan kembali fokus kepada mainan nya.


"El emang tidak mau punya adik?" Tanya Oma, Dena dan Kean tahu jika El tidak nyaman dengan pembahasan ini.


Namun Dena dan Kean membiarkan dulu, mereka tahu El masih kecil dan masih membutuhkan banyak perhatian dari Kean dan Dena.


"Jangan El, Daniel saja." Jawab nya.


"Nanti kalau El punya adik El ada teman main." Ucap nyonya Desi.


"Daniel saja." Ujar El lagi, namun Nathan yang melihat itu malah semangat untuk menggoda Rafael.


"El, orang El juga mau punya adik." Goda Nathan, El pun mendongak menatap Dena dan Kean yang duduk bersampingan dengan senyuman.


"Tidak." Jawab El


"Di perut mommy El ada dedek bayi nya." Goda Nathan lagi, keluarga Dena yang melihat respon El tertawa kecil.


"Bohong, darimana masuk nya dedek bayi." Ujar El polos, membuat mereka semua tertawa begitu saja Dena dan Keanu.


"Tanya Daddy deh, kan yang masupin dedek ke perut mommy Daddy." Kekeh Nathan, membuat El menatap tajam Daddy nya.


Rafael bangun dari duduk nya dan berjalan mendekati Dena, bocah itu naik dan duduk di atas pangkuan Dena menatap wajah cantik sang mommy.


"Usap El perut nya, ada dedek nya itu." Goda Nathan lagi, namun El malah memeluk Dena erat.


"Mommy gak ada dedek kan." Lirih nya, benar dugaan Dena dan Keanu jika El belum siap untuk memiliki adik.


"Kenapa memang, El tidak ingin adik?" Tanya Dena pura-pura sedih.


"Mommy jangan El, Daniel saja." Lirih nya, El menyembunyikan wajahnya di leher Dena.


"Sudah ada adik di perut mommy sayang." Ucap Dena, ikut mengerjai putranya.


"Tidak, Daddy jahat Daddy masupin adik ke perut mommy. Jangan El mommy jangan." Teriak nya histeris, Keanu yang tidak tega langsung menarik El dan menenangkan nya.


"Hei kenapa." Tanya Keanu lembut.


"Jangan adik Daddy, huaaaaaa jangan." Teriak nya, Keanu tersenyum memeluk Rafael lembut.


"Tidak mommy dan uncle bercanda, tidak ada adik di perut mommy." Ucap Keanu mengelus punggung putranya, berharap El tenang.


Baru kali ini Kean melihat Rafael sampai histeris, Keanu mengecupi pipi El dengan penuh sayang.


"Tidak hiks... El hanya ingin mommy dan Daddy." Lirih nya, semua orang yang mendengar merasa terharu melihat Rafael menangis seperti itu.


"El takut mommy tidak sayang El?" Tanya Kean.


"Hmmmmm, Daddy mommy sudah ada El. Jangan adik hiks." Lirih nya.


"Kalau mommy ingin adik gimana?" Tanya Keanu pelan.


"Nanti saja, kalau El sudah besar." Lirih nya dengan air mata yang mengalir.


"Kemari sayang." Ucap Dena, meminta Keanu memberikan tubuh El kepadanya.


Rafael merentangkan kedua tangannya dan memeluk Dena, Dena tersenyum mengecupi wajah tampan El.


"Kamu tetap kesayangan mommy." Ucap Dena mengecup bibir mungil putranya.


"Yaahhh, El masa nangis." Ledek Nathan.


"Gimana gak nangis kamu bikin dia kaget." ucap Niken, para keluarga pun tersenyum.


Oma menatap Dena yang sedang memeluk Rafael, Oma senang karena Rafael sangat menyayangi Dena.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Vote jangan lupa 😒


N: ngokhey 😂


A: Uwww maaciw 🤗


N: Sama-sama 🤗*