Love Destiny

Love Destiny
Epson 322



Di sebuah universitas ternama dua orang gadis memutuskan untuk mencari Rafael setelah selesai dengan kelas nya, Nathia dan Kyra memutuskan untuk pergi ke apartemen Liodra.


Karena mereka tahu dari para mahasiswa kampus yang mengatakan jika El mengantarkan Liodra, keduanya langsung menancap gas.


"Tumben gak si El mau deketan sama Liodra." Ucap Nathia.


"Kaya nya gak mungkin deh nath, ini pasti ada yang gak beres." Ucap Kyra, Kedua sepupu Rafael itu meyakini jika El bukan tipe orang yg mudah luluh oleh wanita.


Sementara itu di apartemen milik Liodra tepatnya di dalam kamar mandi Felly masih menuntaskan kemarahan nya kepada Liodra, setelah dirasa jika Liodra tidak lagi berdaya Felly berjalan keluar dan melihat Rafael yang masih terbaring di atas tempat tidur.


"El bangun, Rafael bangun." Ucap Felly lembut, wanita itu menepuk pipi Rafael dengan pelan.


"El bangun jangan kaya gini, ini aku Felly." Lirihnya.


Felly tidak menyadari jika Liodra yang mendekati nya dengan membawa sebuah botol minuman, saat Liodra akan memukulkan botol itu kepada Felly tiba-tiba.


"Awaaaaasss." Teriak dua orang gadis, yang membuat Felly menoleh dan dengan cepat menendang tangan Liodra.


"Aaaakkhhh." Pekik Liodra, sementara dua orang gadis itu mematung di tempatnya saat melihat Felly.


"Fe_felly." Lirih Kyra dan Nathia, namun Felly tidak menggubris nya ia justru malah menarik rambut Liodra hingga membuat gadis itu mendongak kesakitan.


"Cih, kamu fikir aku takut sama kamu." Sinis Liodra.


"Dan apa kamu fikir aku memiliki rasa kasihan kepada kamu, tentu saja tidak Liodra. Aku tidak sama sekali merasa kasihan sama kamu." Sengit Felly, ia mengambil botol yang terjatuh dan pecah di samping Liodra.


"Kamu mau apa?" Tanya Liodra.


"Tentu saja mau mempercantik wajah mu." Ucap Felly tersenyum smirk.


Felly meletakkan pecahan botol itu di wajah Liodra, dan menggoreskan nya sampai lagi-lagi membuat Liodra mengeluarkan darah.


"Araaagghhh, sakit Felly." Teriak nya, Felly hanya tersenyum tipis terlihat sekali jika Felly begitu menyukai permainan nya.


Sedangkan Kyra dan Nathia keduanya membangunkan Rafael, berhasil Rafael yang mendengar keributan pun membuka matanya.


"Rafael bangun El, kamu harus selamatin Felly." Teriak Kyra.


Dan betapa terkejutnya Rafael saat melihat kemeja yang di kenakan nya terbuka, tunggu apakah Liodra masih tidak memakai pakaiannya? Liodra memakai handuk karena Felly tidak Sudi jika El harus melihat tubuh Liodra.


"Rafa_el." Lirih Liodra membuat El menoleh, ia terkejut melihat keadaan Liodra yang berantakan.


Namun itu bukan apa-apa bagi El ia lebih terkejut saat melihat gadis yang dicari nya selama ini sedang mencengkram erat leher Liodra, dengan cepat Rafael menarik Felly dan memeluk nya.


"Cukup jangan lakukan lagi." Ucap El, Felly terus memberontak.


"Lepasin aku, dia harus membayar semua yang sudah dia lakukan." Teriak nya, sungguh Liodra benar-benar terlihat berantakan karena Felly.


"Kamu bisa membun*hnya fell." Ucap Nathia.


"Memang itu yang aku inginkan." Ucap Felly, Nathia dan Kyra bergidik ngeri saat melihat Felly yang murka.


Baju yang dikenakan oleh Felly sudah penuh dengan darah, yang bisa dipastikan jika itu adalah darah milik Liodra.


"Aku akan bal_as kamu Felly." Lirih Liodra, yang kembali memancing amarah Felly.


El merengkuh tubuh Felly dan langsung menelpon orang-orang kepercayaannya, ia ingin orang-orang itu menghilangkan jejak mengenai kejadian ini.


Dan satu lagi ada rasa bagaia dalam hati lelaki itu karena Felly gadis galak nya sudah kembali, meskipun kembali dengan keadaan yang berbeda.


Tak lama kemudian beberapa orang masuk kedalam apartemen milik Liodra, dan mereka menatap Felly yang madih dipenuhi oleh amarah.


"Bereskan dia." Ucap El.


"Masukan ke kandang buaya atau macan jauh lebih baik." Sinis Felly, lagi-lagi membuat Nathia dan Kyra bergidik.


"Felly kamu keren, tapi jujur badan aku merinding melihat apa yang sudah kamu lakukan." Ucap Kyra, Felly hanya menatap Kyra sekilas saja.


Rafael meminta Kyra dan Nathia untuk membantu Felly mengganti pakaian nya yang sudah kotor, dengan jaket yang Rafael bawa tadi.


Setelah menyelesaikan semua tentang Liodra, Rafael mengajak Felly untuk pergi dari tempat itu. Begitupun dengan Nathia dan Kyra yang juga ikut pergi.


Dalam perjalanan nya El lebih dulu mengajak Felly untuk ke rumah nya, ralat rumah tuan James.


El tahu jika nyonya Alicia dan tuan James sudah sangat merindukan Felly, sesekali Rafael melirik Felly yang sejak tadi terdiam.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Felly akoh padamu fell 😂


A: Seneng ye kan 😌


N: Seneng lah seneng banget malah 😂


A: Iya deh gpph Uun seneng gpph demi Alek kaga ngapa-ngapa 😌


N: 🤣🤣🤣*