
Emily yang merasakan udara dalam mobil semakin panas segera memasang headshet dan menaikkan kaca spion yang menghadap belakang, memberikan ruang privasi pada sang bos.
Begitu pula yang dilakukan supir pribadi Arnold, dia mulai menulikan dan membutakan matanya tidak menganggap kejadian dibelakang pernah ada.
Kegiatan panas tersebut berhenti saat mobil memasuki area parkir mall yang mereka lewati. Dan tanpa banyak kata, Arnold mengenggam tangan Crystal dan mengajaknya masuk kedalam mall.
Saat masuk mereka berhenti sebentar untuk melihat denah mall. Setelah memastikan tujuan mereka, Arnold dan Cystal segera naik eskalator.
Di lantai 3, Arnold segera membawa Crystal masuk kedalam sebuah toko untuk membeli suplemen kesehatan dan minuman herbal dengan kualitas tinggi.
Cukup lama Crystal memilih sulemen mana yang sekiranya cocok untuk sang nenek, berdasarkan pernytaan ynag dilontarkan Arnold.
Crystal bernafas dengan lega saat semua barang yang dicari sudah didapatkan dan masuk kedalam keranjang. Sekarang giliran Arnold untuk segera membayarnya dikasir.
Sebenarnya apa yang dibelinya bersama Crystal tidaklah penting, karena wanita tua itu tidak kekurangan apapun di dalam rumahnya. Semua ini mereka lakukan hanya demi menjaga sopan santun dalam bertamu.
Setelah selesai membeli hadiah buat nenek, mobil yang ditumpangi Arnold dan Crystal segera meninggalkan mall menuju rumah utama keluarga Lincoln.
Sekitar jam dua siang, mobil mulai memasuki gerbang besar melengkung yang ditumbuhi tanaman rambat diatasnya.
Dari gerbang menuju halaman mansion membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit. Setelah melewati pohon pinus yang berjajar rapi disepanjang jalan, akhirnya mobil mereka didepan sebuah mansion mewah bergaya Cina kuno yang megah.
Didepan pintu utama, ada seorang pria paruh baya menggunakan seragam pelayan bermotif emas menunggu kedatangan mereka.
Melihat kedatangan mobil Arnold, kepala pelayan tersebut segera melangkah maju, membungkuk dan menyambut hormat tuan mudanya.
“ Selamat datang tuan muda…”, ucap James sambil membungkuk sopan.
“ Hmm…”, ucap Arnold datar tanpa ekspresi.
Setelah menyapa tuan mudanya, James mulai menelisik gadis yang berada disamping Arnold dengan sangat intens.
“ Tuan muda itu tidak ramah, suka menyendiri, emosional, dan selalu berwajah murung serta sangat membenci wanita. Berapa banyak usaha yang telah dilakukan nyonya besar untuk menjodohkannya, tapi selalu ditolak mentah – mentah oleh tuan muda. Tapi sekarang, dia datang ke rumah utama dengan seorang gadis yang diakui sebagai pacarnya. Hal tersebut bukan hanya mengejutkan nyonya besar, tapi semua pelayan tidak percaya saat mendengar kabar tersebut…”, batin James bermonolog.
Melihat penampilan gadis yang dibawah tuan mudanya James sangat yakin jika gadis tersebut masilah sangat muda. James perkirakan usianya sekitar 16 - 18 tahunan. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa tuan mudanya akan tertarik dengan gadis muda belia seperti itu.
James berpikir bahwa tuan mudanya akan membawa seorang wanita dewasa yang anggun dan elegan, seperti pacar sepupunya yang serimg diajak kerumah utama ini.
Namun, meskipun dia masih muda, dia memilki mata biru yang jernih dan teduh, watak yang anggun dan wajahnya yang cantik alami tanpa make up membuatnya terlihat bersinar.
“ Hanya melihat penampilan luar tidak bisa membuatnya cukup kompeten untuk bersanding dengan tuan muda. Kita juga harus mengetahui karakternya terlebih dahulu…”, batin James menilai penampilan Crystal saat ini.
“ Saya rasa anda adalah nona Crystal, perkenalkan saya James, kepala pelayan rumah utama keluarga Lincoln…”, ucap James membungkuk sopan.
Crystal sangat ingat jika pada pertemuan terdahulu\, paman James sangatlah tidak sopan seperti sekarang. Bahkan dia sempat syok dan hampir pingsan saat melihat tampilannya waktu itu\, dengan rambut hijau dan dandanan menor seperti j****g.
Berbanding terbalik dengan nyonya besar, meski terkejut dengan peampilannya, namun wanita tua tersebut masih bisa mengobrol hangat dengannya tanpa melihat betapa buruknya penampilannya kala itu.
“ Tuan muda, nona Crystal silahkan masuk…nyonya besar sudah menunggu anda berdua diruang tengah sejak tagi…”, ucap James ramah.
Saat hendak melangkah masuk, Arnold melihat tunangannya itu mencengkeram kuat ujung cardigan yang dipakainya.
Wajah cemas dan gelisah tersirat jelas diwajah Crystal membuat Arnold yang sudah melangkah masuk duluan tiba – tiba berhenti, membuat Crystal spontan menoleh kearah tunangannya itu.
Untuk mengurangi rasa gugupnya, Crystal spontan meraih tangan Arnold dan menggegamnya dengan sangat erat. Untuk beberapa saat, rasa gugup yang dirasakannya berangsur - angsur mulai hilang.
Crystal yang tersadar jika tangannya mengenggam jemari Arnold, merasa malu dan berusaha untuk melepaskan genggaman tersebut namun tidak berhasil.
Arnold sudah mengenggam tangannya dengan erat dan menuntunnya untuk melangkah masuk kedalam rumah.
Merasakan kehangatan lewat tangan Arnold, rasa percaya diri mulai muncul dalam dirinya.
Entah kenapa dia saat ini merasa sangat nyaman berada disamping iblis pencabut nyawa yang paling ditakutinya itu.
Senyumnya terus mengembang, seiring langkah yang menuntunnya masuk kedalam rumah. Menuju ruang tengah ternyata tidak sedekat yang diperkirakannya.
Dia harus berjalan melewati lorong dengan pilar - pilar tinggi yang menjulang dibeberapa bagian. Bukan hanya desai depan saja yang bergaya arsitektur kuno.
Bagian dalam mansion juga menggambarkan hal serupa. Warna merah mendominasi setiap ruangan. Setelah melewati jembatan kecil dengan aliran sungai buatan dan melewati taman kecil yang asri dan sejuk akhirnya mereka tiba di ruang tengah.
Melihat pintu ruangan yang sangat kokoh dan mwgah, tiba - tiba jantung Crystal berdetak dengan sangat kencang. Telapak tangganya mulai terasa dingin.
Arnold yang menyadari perubahan tersebut segera membelai lembut kepala Crystal dengan satu tangannya yang bebas.
Tindakan sederhana yang dilakukan oleh Arnold membuat hati Crystal menjadi tenang. Senyum manis kembali hadir diwajah cantiknya seketika.
" Iya...ada Arnold disampingku. Aku tidak perlu takut....", batinku bersemangat.
Tanpa mereka sadari, James dan beberapa orang pelayan yang mengantarkan melihat semua interaksi yang terjadi antara Arnold dan Crystal dengan wajah heran.
Banyak sekali pertanyaan yang ada dalam kepala mereka tentang perubahan sikap tuan mudanya yang terkenal sangat jijik berdekatan dengan wanita.
Namun apa yang mereka lihat sekarang seperti sebuah mimpi yang akan mereka lupakan begitu mereka ternbangun.
Sesuatu hal yang sangat mustahil terjadi jika mereka berada dalam alam sadarnya. Itulah mungkin beberapa pemikiran yang bisa menjawab rasa penasaran semua orang untuk saat ini.