Love Destiny

Love Destiny
Epson 284



Satu bulan berlalu kini Ayaza dan Devika sedang berlatih bela diri, Ayaza di dukung penuh oleh Daddy dan mommy nya begitupun dengan Devika.


Setelah selesai berlatih Ayaza duduk di sebuah kursi, Devika yang melihat Ayaza sedang termenung pun menghampiri gadis itu.


"Kau kenapa za?" Tanya Devika.


"Aku tidak apa-apa kak." Jawab Ayaza tersenyum.


"Kau terlihat murung sepertinya ada yang sedang kamu fikirkan." Ucap Devika melirik Ayaza.


"CK, apa yang difikirkan oleh gadis seusiaku." Kekeh Ayaza.


"Pelajaran." Ucap Devika, Ayaza tertawa kecil.


"Kakak sendiri kenapa, apa kakak memiliki masalah?" Tanya Ayaza.


"Tidak, aku tidak memiliki masalah." Jawab Devika, ayaza menoleh menatap Devika hingga keduanya saling menatap.


"Aku ingin bercerita." Ucap Devika, Ayaza tersenyum.


"Silahkan." Jawab nya.


"Apa kau memiliki kriteria pasangan?" Tanya Devika, Ayaza tertawa keras.


"Itu bertanya bukan bercerita." Jawab nya, Devika tertawa malu.


"Ya, aku ingin bertanya dulu setelah itu bercerita." Ucap Devika, Ayaza mengangguk.


"Tentu saja punya." Jawab nya, Devika memicingkan matanya menatap gadis cantik di hadapannya.


"Lelaki seperti apa yang kau harapkan untuk menjadi pendamping hidup mu?" Tanya Devika.


"Seperti Daddy." Jawab Ayaza, benar sekali Ayaza begitu mengagumi Daddy nya.


"Apa tidak ada kriteria lain za?" Tanya Devika, Ayaza tampak sedikit berfikir.


"Seperti kak El." Jawab nya, Devika mendengus.


"Rafael itu duplikatan Daddy kamu." Ucap Vika, Ayaza tertawa.


"Memangnya kenapa? Mereka adalah dua laki-laki yang membuatku jatuh cinta." Ucap Ayaza.


"Bagaimana dengan Nathia dan Kyra." Ucap Devika.


"Memangnya kenapa mereka?" Tanya Ayaza.


"Apakah uncel Kai dan uncle Nathan sama." Ucap Devika.


"CK, tentu saja tidak." Kekeh Ayaza, ia tahu betul bagaimana Kai dan Nathan yang terlihat seperti kucing dan tikus.


"Tapi kenapa mereka menyukai lelaki yang sama." Ucap Devika, Ayaza tersenyum.


"Mungkin kriteria pasangan mereka sama." Ucap Ayaza.


"Tapi sepertinya Kenzo tidak memiliki rasa kepada Kyra ataupun Nathia." Ucap Devika.


"Entahlah, aku tidak tahu apa yang terjadi di antara pertemanan kalian." Kekeh Ayaza.


"Benar juga, tapi bagaimana menurutmu tentang mereka." Tanya Devika, Ayaza menoleh.


"Menurutku hati tidak bisa dipaksakan karena itu hal yang sangat sensitif, jika kak Kyra dan kan Nathia menyukai satu laki-laki yang sama. Itu bukan berarti keduanya harus egois untuk memiliki bukan, bagaimana jika si lelaki memiliki pilihan lain apakah mereka akan menyalahkan gadis lain yang disukai lelaki itu." Ucap Ayaza, Devina menatap manik mata milik Ayaza.


"Aku belu mengerti soal itu hanya saja mommy sering mengatakan satu hal, jangan bohongi perasaan kamu. Dan jangan tunjukan rasa tertarik mu yang hanya akan menyakiti orang lain." Ucap Ayaza, Devika tersenyum dan merangkul pundak Ayaza.


"Ayok kita pulang girls." Ajak Devika, Ayaza tersenyum.


Di perjalanan menuju rumah Ayaza mendapatkan sebuah pesan, pesan yang hatinya inginkan namun logikanya menolak.


*Pesan chat!!!


???: Masih latihan?


Ayaza: Tidak aku sudah pulang.


???: Mau sampai kapan kau cuek padaku?


Ayaza: Aku tidak memintamu untuk selalu mengirimkan pesan kepadaku.


???: Haruskah aku meminta bantuan orang tua ku agar kau mau menerimaku?


Ayaza: Lakukan saja, dan saat itu juga jangan berharap aku mau menemui dan menerima pesan darimu lagi*!


???: Apa yang kau inginkan Ayaza?


Setelah pesan itu Ayaza tidak lagi membalas nya, ia mendapat pesan lain dari orang berbeda dan hanya mengingatkan untuk beristirahat setelah selesai latihan.


Cuek, inilah yang membuat Ayaza dilema sikap nya sedikit seperti sang Daddy. Cuek namun perhatian.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Anak Dena tidak diragukan lagi 😎


A: Meresahkan ya bund😭


N: Bener banget oy 😭


A: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*