
Hari ini Dena dan para sahabatnya memutuskan untuk pergi ke cafe si ganteng, ya sebutan itu muncul karena Niken dan Chika yang menyebutnya si ganteng.
"Eh mbak-mbak cantik, gak sama suaminya mbak." Ucap seorang barista itu.
"Enggak emang kenapa." Balas Karen.
"Gak apa-apa nanya doang, biasanya suami kalian kesini mabak." Ujar nya.
"Oiya?" Tanya Dena terkejut.
"Iya, tapi kalo kesini suaminya si mbak imut ini ngajak gelud Mulu sama gue." Adu nya, membuat Dena dan yang lain tertawa.
"Lawan lah kalau ngajak gelud." Goda tata.
"Berani si gue, cuma pas liat raut muka suami mbak cantik ini nyali gue langsung ciut." Ujar nya menunjuk Dena.
"Lah kenapa gue." Ucap Dena Bingung.
"Laki Lo muka nya kaga nyelow mbak, jiwa-jiwa bakal nutup cafe gue keliatan banget." Ujar nya lagi, kali ini kembali membuat Dena dan yang lain tertawa.
"Tapi ganteng kan laki gue." Ucap Dena bangga.
"Ya cakep lah, paling cakep paling waras pula di antara yang lain." Ujar nya membuat Tata, Niken, Karen dan Chika menggeram kesal.
"Heh Jamil jadi maksud Lo suami kita pada kaga waras begitu." Sengit Tata.
"Ya gak gitu juga lah, kalau gak waras kan mana mungkin Lo mau mbak sama mereka." Ujar barista itu, tata dan kawan-kawan nya memang sudah seperti teman dengan barista tampan itu.
"Bener juga si, tapi kan laki gua gak kalah ganteng." Ucap tata.
"Laki Lo yang mana emang mbak gue kaga tau, soalnya kan gak kenalan gue." Ujar nya, Karen tertawa merasa lucu dengan barista di hadapan mereka.
"Yang putih kaya kapas hidup, yang manis mengalahkan gula. Pokoknya 11 12 sama laki nya dia nih." Ucap tata menunjuk Dena.
"Oh yang rada ngirit ngomong kan ya, lah sama aja itumah sama-sama bikin nyali gue menciut." Ujar nya.
Kini merekapun memesan makanan sambil menunggu makanan datang tata bercerita tentang David yang sudah kembali, tanpa tata tahu bahwa saat ini David berada dalam pengawasan Keanu.
Dena mendengarkan cerita tata dengan seksama, setelah itu Dena pun bercerita tentang David dan bagaimana David bekerja sama dengan Bella.
Mendengar cerita Dena tata tercengang bukan main, berbeda dengan Chika yang memang tidak terlalu tahu dan tidak peduli tentang David.
"Seriusan de?" Tanya tata.
"Hmmmmm, gue gak nyangka ya dia bisa senekat itu ta." Ucap Dena.
"Bisa lah buktinya si Bella aja begitu banyak tingkah, tapi gimana tuh keadaan Bella sekarang." Ucap Karen.
"Gak tahu si, aku gak banyak tanya sama Kean. Karena aku minta Kean yang urus semuanya, aku pengen hidup tenang kak kalau mereka berkeliaran aku gak akan bisa tenang." Ucap Dena.
"Bener si, orang kaya gitu harus benar-benar dikasi pelajaran. Jangan di diemin de, gue yang denger aja gedek." Ucap Chika.
"Ya jangan mau Lo, bo*oh aja Lo kalau ninggalin laki-laki sebaik Kean cuma karena cowok kaya gitu." Sengit tata, ia benar-benar kesal kepada David yang membuat Dena ketakutan.
"Iyalah, dan gue jamin produk Lo gak akan seunggul Rafael." Ceplos Chika, membuat suasana yang tadinya hening menjadi ramai oleh tawa para emak-emak yang pecah.
"Bisa-bisa nya Masi mikirin bibit woyy." Ucap tata.
"Iyalah bener kan gue, dan kalau Dena gak sama Keanu gue gak akan kecipratan nikah sama Devin kaya sekarang mungkin. Atau mungkin gue bisa nikah sama laki-laki ikan buntal." Ucap Chika, lagi-lagi mengundang tawa.
"Chika stop, Lo bisa serius gak si. Gue capek ketawa Mulu." Ujar Dena.
"Gue serius kok, Lo mau gue maharin berapa de?" Tanya Chika lagi, sudahlah jika Chika sedang dalam mode on tidak akan pernah nyambung.
Dena menepuk dahi Chika berharap sahabatnya sadar, namun Chika malah ikut tertawa karena merasa lucu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Chika lemot 😂
A: Gak 4g emang 🤣
N: Efek apa tuh 😂
A: Efek kurang 🤭
N: Kurang jatah 🤣
A: Heh 😭
**N: 🤣🤣🤣***