
Malam hari Dena sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia sedang menunggu Keanu yang berada di ruang kerja nya bersama Nathan dan Kai.
Dena melihat ponselnya yang mendapat notifikasi dari grup, baru melihat nama grup nya saja berhasil membuat Dena tertawa.
***Solimi group π€€
Tata**: Permisi emak-emak numpang ronda yeπ€ͺ
Chika: Kaget gue, kirain kang kredit panci π©
Tata: Bisa-bisanya cewek cantik kaya gue dibilang kang kredit panci π
Dena: π€£π€£π€£
Tata: Oh God inces gue nongol π
Chika: Calon besan gue woyy how are you π»
Karen: Bisa-bisanya dia ngomong calon besan π€£
Tata: Yaampun Chik jangan malu-maluin apa π
Chika: Bilang aja Lo cemburu ye kan π€£
Niken: Rame bener π
Tata: Chika meresahkan Niken π
Dena: Gue kangen plis π
Chika: Gue lebih kangen de, gue kangen elo plis π
Tata: Gue pengen peluk elo de cius dah π©
Chika: Bohong si tata jangan di denger, dia kaya gitu cuma mau basa-basi doang biar Lo jodohin anak nya sama anak Loπ
Karen: Chika hilang ingatan rupanya π
Niken: Yakali Rafael sama Kenzo π
Dena: Anak gue normal Chika, yakali sama Kenzo π
Tata: Ini anak ada masalah hidup ape si Lo Chik, sini cerita sama gue sambil ngopi sini π
Chika: Mon maap gak inget π
Karen: Bisa-bisanya dia lupa kalau anak tata dan Dena tuan semua π
Chika: Kak gue lupa cius, yang gue inget anak tata itu kyra π
Dena: Chika gelud yuk, bisa-bisanya Lo bilang gadis gue anak tata π©
Tata: Gue mencium bau-bau Chika tidak fokus gaesπ
Karen: Lagi ngapain Lo Chika sampai gak fokus π
Dena: Jangan bilang Lo sambil kheemmmm π
Chika: Bisa-bisanya tebakan si Dena bener π©
Niken: π²π²π²
Karen: π²π²π²
Dena: π€£π€£π€£
Tata: Si Chika lagi begitu aja masih bisa buka group π²
Chika: Mon maap gaes lagi nanggung eh hp bunyi, dan keliatan nama group ya gue semangat lah. Berharap ada Dena nongol π
Karen: Nongol kan beneran si Dena π
Chika: Iya, jadi dah lah aku kangen padamu de π€
Dena: π€£π€£π€£ Tau begitu gue jadi wasit nya π€£
Tata: Bukan Dena guys kalau gak solimi π€£
Karen: Padahal semua orang yang ada di group ini solimi semua π€£
Tata: Aslinya π€£π€£π*
Dena tidak lagi muncul di grup saat melihat Keanu kembali ke kamar, Keanu menatap Dena bingung karena Dena tertawa.
"Eh, dad ih." Ucap Dena saat Keanu tiba-tiba memeluk nya.
"Kamu kenapa hmmmm, kenapa ketawa-ketawa?" Tanya Keanu, jujur saja dalam hati nya ia senang Dena tertawa seperti ini lagi.
"Aku habis baca pesan Chika." Jawab Dena, ia mulai merasa resah saat tangan suaminya tidak diam.
"Kenapa?" Tanya Dena lembut menatap Keanu.
"Aku kangen." Lirih Keanu, mengecup setiap inci wajah Dena.
"Haha, geli Daddy." Pekik Dena, namun kenau tidak menghiraukan nya.
Ia suka mendengar tawa lepas dari Dena, wanita yang sulit untuk ia dapatkan. wanita yang harus ia dapatkan dengan perjuangan yang tidak main-main.
"Daddy Haha ampun." Lirih Dena, kini Keanu sudah mulai melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Dena.
"Boleh?" Tanya Keanu membuat Dena geli.
"Gas lah." Kekeh Dena, Keanu pun tertawa kecil dan memulai aksinya.
Keanu melakukan nya dengan lembut agar membuat Dena senang, dan Kean melihat itu saat dirinya mendengar Des*han yang keluar dari mulut Dena.
Kini Keanu pun ambruk di atas tubuh Dena, Keanu memeluk Dena dan mengecup kening Dena yang sudah memejamkan matanya karena lelah.
"Terimakasih sayang." Ucap Kean.
"Hmmmmm, terimakasih kembali Daddy." Balas Dena membalas pelukan Keanu.
Kini keduanya terlelap setelah melakukan olahraga malam nya, keduanya tidur saling berpelukan karena memang Kean tidak ingin melepaskan pelukannya dari Dena.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Mulai dah si Kean meresahkan π
A: Jangan bapeureu Uun π€£
N: Mana sempat keburu baper gue π
A: Yaudah resiko itumah π€£
N: Bener-bener othor solimi π
A: π€£π€£π€£*