
Kini Dena berkumpul dengan para keluarga nya yang masih tertawa setelah melihat perdebatan, antara para nyonya besar di keluarga Richard. Merekapun melihat wajah memelas Keanu yang tidak ingin pergi meninggalkan istrinya.
Dena duduk di antara Mae dan Dea, Mae mengelus lengan Dena lembut sementara Karen dan Niken kedua wanita itu duduk dekan Anna dan Mei.
"Apa selalu seperti itu?" Tanya Dea.
"Tidak, biasanya mereka tidak pergi bersama seperti itu. Tadi pagi memang mommy sudah meminta ijin ingin pergi bersama Kean, tapi kenapa Oma dan Tante Desi ikut ingin pergi." Ucap Dena.
"Tapi semalam memang mami berkata ingin mengambil cake bersama Kean, karena mami juga membeli cake kesukaan kamu dan Kean." Ucap Karen tertawa.
"Keluarga kalian ini benar-benar lucu." Ucap Mae.
"Ya bahkan bukan cuma orang tua yang seperti itu." Kekeh Niken.
"Ya aku tahu kau ingin berkata bahwa aku dan kak Karen juga sering seperti itu." Ucap Dena, merekapun kembali tertawa.
Anna dan Carl memperhatikan kehidupan Dena yang memang sangat menyenangkan, kadang Anna berfikir akankah para adik ipar nya nanti akan seperti Karen Dena dan Niken.
Apakah istri Aiden dan Alexi bisa dekat dengan nya, apakah anes bisa menerima dia sepenuhnya setelah perubahan sikap nya dulu.
"Aku senang melihat keluarga Dena yang ramai." Ucap Karen tersenyum, ya karena Karen berstatus anak tunggal.
Sementara Niken gadis itu dua bersaudara namun tidak sedekat saat dirinya bersama para ipar nya, bahkan Niken lebih nyaman di rumah nyonya Ellen daripada di rumah orang tua nya.
"Oiya anak mu seorang lelaki bukan?" Tanya Karen kepada Anna.
"Hmmmmm, ya anakku laki-laki." Jawan Anna.
"Ohhh, sangat mirip dengan papi nya wajah nya juga mendominasi wajah mu dan wajah suamimu." Ucap Karen tersenyum.
"Mommy." Panggil Rafael, menghampiri Dena.
"Ada apa boy?" Tanya Dena.
"Dimana Daddy." Ujar nya.
"Daddy mengantarkan Oma mu." Ucap Dena.
"Huh." Ujar nya.
"Ada apa?" Tanya Dena, namun putranya hanya menunduk dan menggeleng.
Carl menatap lemari kaca di ruangan itu banyak foto Dena dan Rafael, juga foto Dena dan para keluarga lainnya.
Jangan lupakan foto keluarga kecil Dena yaitu Rafael, Keanu dan Dena. Carl menatap Dena yang sedang tertawa berbincang dengan para ipar dan para kakak nya.
Ia tersenyum ternyata Keanu benar-benar memberikan kebahagiaan yang nyata untuk Dena, tidak hanya sebuah kata-kata saja.
"Rafael aktif banget." Ujar Mei.
"Aktif emang kak, solimi nya juga aktif banget." Ucap Dena, membuat Rafael menoleh.
"Ada apa ya sist?" Tanya nya membuat Dea dan yang lain tertawa.
"Kamu aktif bro, ngajak gelud Mulu ngajak adu argumen Mulu dah lah anak mommy mah paling beda." Ujar Dena, lagi-lagi Carl tersenyum mendengar ucapan Dena.
"Tergantung Daddy nya dong." Ucap Rafael.
"Daddy kamu mana ada adu argumen sama mommy." Ucap Dena.
"Ya kan Daddy takut kalau debat sama mommy, nanti mommy ngambek." Ujar nya, Dea Dena dan yang lain tersenyum.
Mae turun dan duduk di karpet bulu bersama El, Mae yang kepo nya tidak pernah hilang kini mendekati bocah tampan itu.
"Memang Daddy nya El kenapa takut sama mommy?" Tanya Mae, Dea tersenyum karena ia pun merasa penasaran.
"Ah tidak, sebenarnya Daddy tidak takut hanya saja Daddy sering bilang kepada El. Karena mommy satu-satunya wanita di antara El dan Daddy, jadi El dan Daddy harus menjaga mommy jangan membuat mommy menangis." Lirih nya, hati El begitu tersentuh saat Keanu menasehati itu kepadanya.
Anna, Carl, Dea, Dena, Mei dan Mae tertegun mendengar celotehan Rafael yang terlihat tulus ingin menjaga sang mommy.
"Karena Daddy dekat-dekat mommy dan El di cueki, Daddy punya El mommy juga punya El." Ujar nya.
"El cemburu toh." Kekeh Karen.
"El tidak ingin Daddy dan momny berdua saja, sekarang suda ada El kan jadi kita bertiga." Ujar nya, lagi-lagi Dena merasa tersentuh.
"Pinter banget si, gemes kan aku pengen bawa pulang." Ucap Mae menciu pipi El.
"Daddy suka bilang apa lagi El?" Tanya Carl, membuat yang lain makin penasaran.
"Daddy bilang saat El dewasa nanti El tidak boleh menyakiti hati wanita, karena itu sama saja seperti El menyakiti mommy." Celoteh nya, anak kecil memang selalu menyerap nasehat baik dari orang tua nya.
"Anak mommy." Ucap Dena merentangkan kedua tangannya.
El bangun dari duduk dan melompat kedalam pelukan Dena, Dena menciumi wajah tampan El.
"Berasa lagi cium Keanu ah." Kekeh Dena, membuat yang lain ikut tertawa.
Carl terdiam benar yang dilakukan Keanu, harusnya ia juga seperti Kean mendekatkan diri kepada anak nya dan pelan-pelan menasehati Daniel agar tumbuh baik dan cerdas seperti Rafael.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Pengen gue culik si El 😍
A: Gaada ya gaada culik-culik 😌
N: Pinjem sehari doang 😩
A: Gak ada gak boleh 😏
N: Pelit Mumun 😭
A: Bodomamat 😜
N: Sueee😩
**A: 🤣🤣🤣***