
Pagi ini, begitu membuka mata Casandra tidak melihat keberadaan Arnold yang biasanya selalu mengucapkan selamat pagi kepadanya dan langsung memberikannya semangkuk bubur ayam untuk sarapan.
Namun pagi ini, hanya ada Vreyan disana. Pada awalnya Casandra mengira jika Arnold mungkin pergi sebentar karena ada urusan sehingga pagi ini hanya ada Vreyan disini.
Namun hingga sore hari, sosok yang ditunggunya itu sama sekali tidak menampakkan batang hidunganya. Pada saat menjelang malam hanya Emily yang datang membawakan pakaian ganti dan makanan untuk Vreyan sekalian menjenguknya.
Waktu ditanya, keduanya kompak mengatakan tidak mengetahui keberadaan sang bos. Bahkan menurut keterangan Emily, Arnold semalam juga tidak pulang kerumah.
Membuat Casandra yang sama sekali tak melihat Arnold sejak tadi pagi mulai bergerak gelisah. Beberapa kali dia coba mengecek ponselnya, namun pesan yang dikirimnya sejak pagi masih belum juga terkirim.
Beberapa kali dia sudah coba menghubungi Arnold, namun selalu gagal karena ponsel sahabatnya itu entah kenapa tidak aktiv.
Vreyan dan Emily hanya bisa saling pandang tanpa mampu mengatakan apapun. Mereka tidak ingin membuat mental Casandra down, jadi harus berbohong tentang keberadaan Arnold saat ini.
Meski Vreyan sudah gatal ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Casandra, namun melihat dampak yang akan diakibatkannya jika dia salah ucap membuatnya kembali terdiam.
Sekarang Vreyan tidak bisa seperti dulu lagi, diamana dia akan mengatakan apapun hal yang ingin Casandra ketahui mengenai Arnold.
Tapi untuk sekarang, dia harus berpikir seribu kali jika ingin melaporkan suatu hal kepada gadis yang diam – diam dia sayangi itu agar tidak mempengaruhi kondisi kesehatannya.
Sementara itu, didalam apartemen Arnold terus saja mengawasi apa saja yang terjadi dalam ruang rawat Casandra dari ponselnya.
Sebenarnya Arnold sama sekali tak mematikan ponselnya, dia hanya memblokir nama Casandra agar gadis itu tidak menganggu waktu berharga dirinya bersama sang istri.
Hingga pada malam hari, sesuatu hal yang tak terduga terjadi disana. Vreyan yang meninggalkan ruang rawat Casandra begitu gadis itu memejamkan mata untuk mengurusi beberapa masalah diluar bersama Emily.
Tak terduga, ternyata hal itu digunakan oleh Casandra untuk memanggil laki – laki yang merupakan sepupu Arnold, Enrico.
Untung saja Casandra tidak mengetahui jika ruang rawatnya dipasang cctv oleh Arnold. Selain bisa merekam gambar dengan jelas, cctv yang dipasang oleh Arnold juga bisa mengirimkan suara yang sangat jernih, apalagi didalam ruang rawat tersebut sangat sunyi hingga suara pembicaraan mereka terekam dengan sangat jelas.
“ Jadi, selama ini dia mengkhianatiku…”, batin Arnold tak percaya melihat dan mendengar pertemuan rahasia antara Casandra dan Enrico.
Dari obrolan yang terjadi, dapat dipastikan jika pertemuan tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh keduanya, dilihat betapa akrab dan lancarnya hubungan yang terjalin diantara keduanya.
Dengan wajah memerah dan kedua tangan terkepal, Arnold terus menatap keduanya dengan intens melalui layar ponselnya.
Merekam dengan jelas setiap pembicaraan yang mereka lakukan. Dari pembicaraan yang ada, dapat Arnold ketahui jika retaknya hubungan antara dirinya dengan Crystal semua adalah ulah dari Casandra.
Bahkan sahabat masa kecilnya itu juga melakukan berbagai macam hal hingga timbul kesalah pahaman antara dirinya dengan sang istri, seperti kejadian yang baru saja dialaminya.
Foto dan kehadiran Enrico disamping Crystal ternyata sudah direncanakan oleh keduanya jauh - jauh hari. Keduanya terus berupaya untuk membuat kesalah pahaman yang ada semakin bertambah besar.
Jika yang melakukan hal ini adalah orang lain, bukan orang yang sangat dipercayainya, mungkin Arnold tak akan merasakan rasa sakit sedalam ini.
Apalagi dalam percakapan tersebut, selain membahas rencana untuk memisahkannya dengan sang istri, Casandra juga menyinggung masalah perusahaan dan organisasi Arnold di hadapan Enrico.
Sesuatu hal yang tidak seharusnya Casandra bicarakan dengan orang luar, terutama Enrico yang semua orang tahu jika mereka masih ada dendam cukup dalam dengan keluarga Lincoln, sesuatu hal yang seharusnya juga Casandra ketahui.
“ Aku sama sekali tidak menyangka dia akan mengkhianatiku sedalam ini…”, guman Arnold penuh amarah.
Rahangnya semakin mengeras begitu mendengar setiap kata yang di ucapkan oleh Casandra kepada Enrico, waktu menyampaikan ide – ide busuknya untuk menghancurkan rumah tangganya.
Arnold semakin bertambah marah waktu mengetahui jika Casandralah yang selama ini menghasut Frans, dan memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh lelaki itu untuk menghancurkan keluarga Lincoln.
Sesuatu hal yang sangat mengejutkan dan sama sekali tidak Arnold sangka jika musuh sebenarnya adalah gadis yang selama ini sangat dia dukung dan dia lindungi.
Bahkan keluarga besar Lincoln sudah menganggap gadis itu adalah bagian dari keluarga besar mereka, meski tidak ada satu tetespun darah Lincoln yang mengalir pada tubuhnya.
“ Dia benar – benar licik…”, guman Arnold penuh emosi.
Jika tidak memandang Scot, papa dari Casandra yang merupakan kakak angkatnya, mungkin saat ini bisa dipastikan jika Arnold tak akan diam dan membiarkannya hidup mengingat semua hal buruk yang telah dilakukannya.
“ Aku harus secepatnya mengumpulkan bukti yang akurat dan membawanya kedalam pertemuan keluarga yang akan berlangsung dua bulan lagi…”, batin Arnold geram.
Diapun langsung menghubungi anak buahnya untuk mencari semua bukti yang akan di beberkan pada pertemuan keluarga tersebut.
Mengingat betapa lihainya Casandra dalam memanipulasi pikiran seseorang dan betapa liciknya dia hingga dirinya juga berhasil dikelabui gadis itu.
Maka Arnold harus benar – benar menunjukkan bukti yang akurat agar posisi gadis itu didalam perusahaan, organisasi, dan dimata keluarga besarnya bisa digeser.
Jika tidak, bukan tidak mungkin Casandra akan membalikkan keadaan dengan cara memfitnah Crystal dengan alasan gadis itu menghasut dirinya untuk menguasai harta keluarga Lincoln.
Apalagi dengan kondisi kesehatan Casandra yang buruk seperti sekarang, bukan tidak mungkin hal tersebut akan dia gunakan untuk menarik simpati semua orang.
Dari sini Arnold mulai menaruh kewaspadaan tinggi terhadap sahabat masa kecilnya itu. Dia tidak ingin pengkhianatan Casandra ini berimbas dan mencelakai semua orang, terutama sang istri yang telah menjadi target utama gadis itu.
Jika melihat obrolan yang dilakukan oleh Casandra dan Enrico tadi, dapat disimpulakn jika sahabat masa kecilnya itu akan melakukan segala cara guna mendapatkannya.
Perhatian dan rasa cinta Casandra kepada dirinya sebenarnya sudah sejak lama diketahui oleh Arnold, namun dia berusaha untuk mengabaikannya.
Arnold sama sekali tak menyangka jika apa yang dilakukannya itu ternyata malah menjadi bluder tersendiri bagi dirinya sekarang.
Seharusnya dia bisa lebih tegas terhadap Casandra sejak dulu, terutama tentang perasaan gadis itu terhadapnya agar tidak membuatnya pusing seperti sekarang.
Balik lagi di ruang rawat Casandra, setelah berbincang cukup lama akhirnya Enricopun segera undur diri mengingat sebentar lagi Vreyan kemungkinan akan kembali.
“ Senang bisa bekerja sama denganmu tuan Enrico, semoga anda tidak pernah mengecewakan saya…”, ucap Casandra diakhir pertemuan mereka.
“ Dengan senang hati, saya akan selalu membuat anda puas, Nona…”, ucap Enrico sebelum pergi meninggalkan ruang rawat Casandra dengan senyum licik.
Melihat wajah puas dan menyebalkan dari sepupunya membuat darah dalam tubuh Arnold mulai mendidih.
“ Tidak akan kubiarkan mereka berhasil….”, ucap Arnold sambil mengertakkan giginya penuh amarah.
Arnoldpun segera menghubungi anak buahnya untuk mengikuti Enrico dan mencari secara detail apa saja kerjasama yang dilakukan sepupunya itu dengan Casandra.
Diapun mulai berpikir keras bagaimana caranya membuat Crystal agar menjauh dan sedapat mungkin tidak berhubungan lagi dengan sepupunya itu.
Cukup lama Arnold berpikir, namun tak satupun ide brilian masuk kedalam kepalanya, membuatnya sedikit frustasi dibuatnya.
“ Tidak…aku tidak boleh melarangnya, jika tidak...bukan tidak mungkin dia akan marah dan menjauh lagi dariku…”, guman Arnold gelisah.
Diapun terus berjalan mondar – mandir disamping ranjang sambil berguman tidak jelas, membuat Crystal yang sedang tertidurpun terbangun karena aksinya.
“ Ada apa dengannya ?...”, guman Crystal binggung.
Tak menyadari jika istrinya telah terbangun, Arnold terus saja bergerak gelisah sambil sesekali mengacak rambutnya frustasi.
Setelah mengambil bajunya yang berserakan dilantai dan berpakaian, Crystalpun segera menghampiri sang suami yang membuat kepalanya pusing melihat pergerakannya yang sudah mirip seperti setrikaan itu.
“ Apa ada masalah ?...kenapa kamu begitu gelisah ?...”, tanya Crystal sambil menghentikan langkah Arnold dengan wajah cemas.
“ Maaf…sudah membuatmu terbangun…”, ucap Arnold sambil menangkup wajah Crystal dengan kedua tangannya.
Untuk sejenak dia melupakan rasa sakit akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh Casandra setelah menatap wajah sang istri yang begitu teduh.
Tidak ingin membuat Crystal khawatir dan curiga, Arnoldpun kembali mengajak sang istri untuk tidur. Dia sangat berharap, saat esok hari membuka mata sudah ada titik terang terhadap semua permasalahan yang tengah melandanya saat ini.