
Pagi hari Dena terbangun lebih dulu, ia mencari keberadaan Rafael yang tidak ada di tempat tidur nya.
Dena berjalan menuju kamar mandi dan betapa terkejutnya ia saat melihat Rafael yang sedang bermain air, Dena pun berkacak pinggang dan menatap tajam putranya.
"Rafael Richard." Pekik Dena, membuat El terkejut dan menoleh.
"Hehe, mommy sudah bangun." Ujar nya polos.
"Enggak usah pura-pura polos, kamu ngapain main air pagi-pagi." Ucap Dena.
"Mommy dan Daddy masih tidur tadi, jadi El main air deh." Jawab nya jujur.
"Sini mandi dulu." Ucap Dena, wanita itu memandikan putranya.
Setelah selesai Dena memakaikan pakaian untuk Rafael, Keanu terbangun karena mendengar ocehan Dena yang sedang menguliahi Rafael.
"Ini kenapa pagi-pagi sudah berisik?" Tanya Kean.
"Anak nya main air gak ketauan." Ucap Dena, sontak membuat Keanu membuka matanya. Rasa kantuknya tiba-tiba hilang begitu saja.
"Ini Jamil ngapain main air pagi-pagi." Tanya Keanu menyidang putranya.
"Gabut Daddy." Jawab El menunduk.
"Gabut nya main di kamar mandi ya bro, kenapa gak sekalian El gabut masuk kedalam closed." Ucap Keanu, membuat El terbelalak.
"Mana masuk Daddy ngarang ih." Ujar nya, Rafael mencebikan bibirnya kesal.
"Tunggu disini jangan kemana-mana, Daddy mau mandi." Ucap Keanu, El pun mengangguk.
El tidak sadar jika di kamar mandi ada Dena yang juga sedang membersihkan dirinya, dan saat Dena dan Keanu keluar Rafael tercengang melihat kedua orang tua nya.
"Daddy dan mommy habis ngapain?" Tanya El.
"Mandi lah, dikira habis jualan cabe." Ujar Kean.
"Kok bareng mommy." Ucap El, sontak membuat Kean dan Dena terkejut.
"Gak bareng mommy kok, tadi mommy selesai duluan. Terus ada yang ketinggalan pas Daddy selesai mommy masuk lagi ke kamar mandi." Ucap Keanu mengelak.
"Ooooh." Balas El hanya ber ooo ria.
Setelah selesai bersiap-siap keluarga kecil Keanu pun keluar dari kamar hotel, mereka berjalan menuju restoran untuk sarapan.
"Wihhh tuan muda, baru bangun bro." Ucap Nathan kepada Rafael.
"Uncle." Panggil Rafael merentangkan kedua tangannya, tumben sekali pagi ini El minta di gendong oleh Nathan.
"Tumben si El mau sama Nathan." Ucap Tio.
"Tau kena angin dimana tu anak." Kekeh Devin.
"Berasa lagi gendong duit berjalan gue." Kekeh Nathan, membuat mereka semua tertawa.
"Hati-hati nath, lecet dikit kena denda Lo." Ujar Devin.
Kini mereka sudah sampai di restoran keluarga yang lain sudah menunggu disana, Dena duduk satu meja dengan para kakak nya.
Sementara para orang tua di meja yang lain, dengan cekatan Dena, Tata, Karen, Niken dan Chika mengambil makanan untuk para suami mereka
"Aiden mana?" Tanya Dena, ia tidak melihat keponakan tampan nya.
"Anak-anak di meja lain, tuh dekat meja ayah." Ucap Dea, Dena pun mengangguk dan tersenyum.
"Tidak tahu, kakak tergantung bang Justin saja." Jawab Dea, dengan cepat Dena mengeluarkan jurus jitu nya untuk membujuk sang Abang.
"Abang disini Masi lama kan?" Tanya Dena.
"Seperti nya tidak, Abang ada pekerjaan ke negara lain de." Jawab Justin.
"Abang Dena masih kangen sama kak Dea, Anes sama Aiden juga Alexi. bang Jul juga nih Dena masih kangen sama Axel dan Aleta." Ucap Dena membuat Julian tersedak.
"Lah, kenapa jadi aku yang keseret." Ucap Julian.
"Dena gak mau tau kalau para Abang mau pulang, silahkan tapi jangan ajak anak istri kalian." Ucap Dena membuat Justin, Julian dan Dio menelan Saliva nya kasar.
"Gak bisa gitu lah, kalao Abang gak ajak istri Abang nanti dirumah gimana?" Protes Dio.
"Berani menolak keinginan Dena?" Tanya wanita itu datar, sudah lah jika Dena sudah memasang wajah datar nya maka mereka hanya bisa berkata iya.
"Yasudah kita bisa seminggu lagi berada disini." Ucap Justin pasrah, Dena pun tersenyum penuh kemenangan.
Gak sia-sia lahir terakhir dan menjadi anak bungsu, ternyata bisa membuat para kakak nya mengalah.
Carl tersenyum melihat wajah bahagia Dena dan Keanu, Carl tahu apapun yang diinginkan oleh Dena maka akan di turuti oleh suami dan keluarga nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Kean buat gue apa Thor 😔
A: Gak ya gak ada 😒
N: Pinjem sehari doang Thor 😭
A: kaga bisa Uun hilih 😒
N: Yaampun segitunya 😏
A: Bodomamat 😜
N: Iya dah terserah Lo sama si Mamat aja udah 😒
A: 😂😂🤲*