Love Destiny

Love Destiny
Epson 368



Hari ini Felly diminta untuk pergi ke sebuah minimarket terdekat oleh mommy nya, tentu saja Felly akan pergi ke minimarket itu dengan senang hati.


Felly berjalan mendorong troli belanjaan dengan teliti ia memilih beberapa bahan untuk dibeli nya, saat sedang memilih beberapa bahan seseorang berdiri di hadapannya dengan menahan troli belanjaan milik Felly.


Merasa ada yang menatap nya dari depan membuat Felly mengalihkan pandangan nya, ia menatap tajam lelaki yang berdiri di hadapannya.


"Maaf tuan anda menghalangi jalanku." Ucap Felly, lelaki itu tersenyum manis kepada Felly.


"Ya, aku memang sengajak menghalangi jalan kamu." Ujar nya, Felly menghela nafasnya malas kepada lelaki itu.


"Biasakah anda menyingkir." Ucap Felly, lelaki itu menggelengkan kepalanya menatap felly.


"Tuan saya sedang buru-buru jadi bisakah anda menyingkir." Ucap Felly, dengan penuh penekanan.


"Tidak, aku tidak akan menyingkir sebelum kamu memberi tahu siapa nama kamu." Ujar nya, Felly benar-benar tidak suka kepada lelaki seperti ini.


"Apa penting sampai kau harus mengetahui namaku?" Kesal nya, kesabaran Felly sudah mulai menipis.


"Tentu saja, kau sebutkan namamu lalu aku akan menyingkir." Ujar nya, Felly terlihat sedikit berfikir hingga akhirnya ia menyebutkan namanya.


"Baiklah namaku Felly, kau puas." Ujar nya, lelaki itu tersenyum puas menatap Felly.


"Oke aku puas." Jawab nya, Felly memutar bola matanya malas.


"Kalau begitu menyingkir lah." Ucap Felly, ia tersenyum lalu memberikan jalan untuk Felly.


"Perkenalkan namaku Daniel." Ujar nya, Felly hanya diam tak menjawab ia tidak ingin mencari masalah.


Felly tahu Rafael tengah berjuang untuk masa depan nya, maka dari itu Felly tidak ingin membuat masalah yang akan menggangu fokus kekasih nya.


Merasa tidak mendapatkan respon yang baik dari Felly Daniel menatap Felly bingung, apakah ia salah. Daniel hanya ingin mengenal Felly, sejak pertama kali melihat Felly ia sudah merasa tertarik kepada gadis itu.


Namun tunggu kenapa ia dilema siapa yang sebenarnya terlihat menarik bagi Daniel, Felly atau wanita bermata tajam satunya lagi.


Di tempat lain terlihat Kyra yang sedang duduk termenung, Karen yang melihat putrinya melamun pun menghampiri Kyra.


"Anak gadis mami kenapa kok galau begini hmmmmmm." Ucap Karen, Kyra tertawa kecil menanggapi perkataan mami nya.


"Apaan si mi, Kyra gak galau kok." Ucap nya.


"Kyra gak keluar, memangnya gak bete di rumah terus hmmmmmm." Ucap Karen.


"Kyra bosan mi, Kyra ingin pergi ke pantai boleh lah ya." Ujar gadis cantik itu.


"Ke pantai? Sendiri?" Tanya Karen.


"Hmmmmmm, sepertinya Kyra ingin sendiri dulu." Ucap nya, Karen pun mengangguk ia tak ingin membatasi kenyamanan putrinya.


Setelah mendapatkan ijin dari mami nya Kyra bersiap untuk pergi ke pantai terdekat, ia berharap fikirannya akan tenang saat menikmati angin segar disana.


Dan disinilah Kyra berada ia berdiri memandang indah nya pantai, Kyra merasa benar-benar bahagia. Namun ada rasa sedih di hatinya, ketika Niko yang benar-benar mengejar Nathia kini Kyra tidak bisa lagi selalu bersama dengan Nathia.


Karena Nathia tidak ingin keluar rumah, ada rasa kasihan di diri Kyra karena Niko yang selalu mengawasi gadis itu hingga membuat Nathia menjadi anak rumahan.


Saat tengah melamun ada seseorang yang berlari di belakang Kyra dan memeluk Kyra hingga keduanya terjatuh, Kyra terkejut saat merasa seseorang memeluk nya erat.


"Iiihhhh, apaan sih lepas gak lepasin." Teriak Kyra.


"Iya-iya aku lepas, lagian kamu ngapain ngelamun si hampir kena bola kepala kamu." Ujar seorang lelaki, membuat Kyra mendengus ia malas berdebat.


"Bola, mana gak ada bola bilang saja kamu modus." Ujar nya.


"Gadis nakal, untuk apa saya modus. Jika bukan karena saya mungkin kepala kamu sudah ikut tergelinding bersama bola itu." Ujar nya menekan kening Kyra, menunjuk bola yang ada tak jauh dari keduanya.


"Y_ya gak usah tunjuk_tunjuk bisa kan." Ucap Kyra sewot.


"CK, dasar wanita di bantuin bukannya bilang makasih ini malah ngoceh." Ucap lelaki itu datar, Kyra menelan saliva nya.


"Ma_maaf dan makasih." Ucap Kyra, lelaki itu mengalihkan pandangan menatap Kyra dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Apa aku tidak salah dengar?" Tanya nya.


"Aku tidak mendengar nya." Ujar nya, Kyra menganga tak percaya.


"Apa kau tuli aku berkata maaf dan terimakasih." Teriak Kyra, lelaki itu tertawa kecil merasa lucu dengan tingkah Kyra.


"Oke sama-sama." Jawab nya mencubit kecil hidung Kyra, terkejut? Tentu saja Kyra terkejut lelaki itu benar-benar aneh di matanya.


"Menyebalkan." Kesal Kyra.


"Ya, aku memang tampan." Ucap nya bangga.


"Sepertinya kau perlu memeriksa telingamu." Sindir Kyra.


"Tidak, aku hanya perlu memeriksa jantungku." Ujar nya, Kyra mengernyit.


"Kau tuli kenapa malah mau periksa jantung." Ucap Kyra.


"Karena jantung ku berdegup kencang jika menatap wajahmu." Ucap nya, Kyra terdiam kini keduanya saling menatap.


Suasana terlihat cerah dan sejuk seperti mendukung keadaan seperti ini, Kyra menatap mata lelaki aneh yang baru saja di temuinya.


Dan lelaki itu menatap wajah cantik Kyra dan mata indah Kyra, hingga tiba-tiba seseorang mengagetkan keduanya.


"Tuan maaf kita harus segera meeting." Ucap seseorang, membuat Kyra menoleh dan salah tingkah.


"Ah, ya ayok kita pergi." Ujar nya, lelaki itu terlihat berwibawa dan sedikit menarik mungkin.


Setelah kepergian orang itu Kyra menghela nafasnya lega, ternyata masih ada lelaki aneh selain Niko dan lelaki aneh yang menemui nya di taman beberapa waktu lalu.


Kyra terlihat berjalan menuju restoran mewah di dekat pantai itu, ia memilih duduk di kursi pojok kanan. Ia memilih beberapa menu makanan, dan memainkan ponselnya sambil menunggu pesanan datang.


Karena merasa bosan Kyra melirik suasana restoran itu, tatapan nya tertuju kepada lelaki yang sedang berjalan diikuti beberapa orang di belakang nya.


"Bukankah itu orang aneh tadi." Gumam Kyra, namun ia segera tersadar saat pelayan restoran menghidangkan pesanan nya.


Kyra menyantap makanan dengan tenang, ia berfikir akan segera pulang setelah selesai makan. Ia merasa lelah dan butuh istirahat setelah menyegarkan hati dan fikiran nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Kyra yang di gombalin gue yang Bapeureuuuu 😂*


A: Seneng kan Lo 😂


N: Seneng lah gue, gue tunggu kisah terpisah nya 🤣


A: Eeeee Marni 😒


N: 😂😂😂😂