
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama kini mereka pun tiba di kediaman tuan James, hanya Rafael dan Felly karena Kyra dan Nathia harus menemui Devika untuk memberi tahu jika Felly sudah kembali.
Saat turun dari mobil para pelayan pribadi Felly langsung menyambut kedatangan nona muda nya, mereka bersyukur karena Felly sudah kembali.
"Nona syukur lah nona baik-baik saja." Ucap para pelayan itu, dan kepedulian mereka terhadap Felly membuat gadis itu tersenyum tipis.
Tak lama kemudian tuan James dan nyonya Alicia turun, melihat putrinya yang berdiri di ambang pintu nyonya Alicia berlari dan langsung merengkuh tubuh mungil Felly.
"Sayang nya mom." Histeris nyonya Alicia, antara senang dan tidak percaya jika ia bisa melihat lagi putri cantik nya.
"Maafkan Felly hiks... maaf jika Felly sudah membuat mommy dan Daddy sedih juga khawatir." Ucap Felly, membalas pelukan nyonya Alicia.
"Tidak, harusnya kami yang meminta maaf sayang. Kami tidak bisa menjaga kamu dengan baik maafkan mom dan dad." Lirih nyonya Alicia.
"Mom kau sudah menjadi orang tua terbaik untuk aku, jadi aku mohon berhentilah menangis." Ucap Felly, melepaskan pelukan nyonya Alicia.
"Felly." Panggil tuan James.
"Daddy." Lirih Felly, gadis itu berlari dan memeluk Daddy nya.
"Maafkan aku, aku terlalu sibuk mencari keberadaan putriku sampai aku hampir melupakan penyebab kecelakaan yang kamu alami." Ucap tuan James, Felly menggelengkan kepalanya.
"Daddy tidak salah, aku yang salah harusnya aku kembali saat aku tahu jika aku selamat." Lirih Felly, tuan James tersenyum dan mengecupi setiap inci wajah Felly.
"Kau putriku yang kuat." Ucap tuan James.
"Saking kuat nya bahkan putri anda ini mencabik-cabik orang tanpa rasa bersalah." Ucap El, membuyarkan keharuan yang ada.
"Hmmmmm, itu pantas dia dapatkan." Ucap Felly, tuan James menatap El meminta penjelasan.
Rafael yang mengerti langsung membuka mulutnya dan menjelaskan semua yang terjadi kepada tuan James, tidak hanya itu Felly juga ikut mengatakan jika dirinya murka saat Liodra berniat untuk menyentuh Rafael.
Mendengar penjelasan Felly El dan tuan James tersenyum, ternyata benar kata ibu tuan James dulu. Tuan James akan dengan mudah menemukan putrinya karena hampir 100% sifat dan kekejaman tuan James menurun kepada putrinya.
Nyonya Alicia menatap Felly yang masih mengenakan jaket milik Rafael pun tersenyum, ia mengajak Felly untuk mengganti pakaian nya.
"Kita ganti dulu pakaian kamu sayang." Ajak nyonya Alicia, Felly pun mengangguk.
Setelah selesai mengantarkan Felly dengan selamat Rafael memutuskan untuk pergi ke markas, dan disinilah ia berada di hadapan gadis yang wajah nya di penuhi oleh perban.
"El, hiks...hiks... sakit." Lirih nya menatap Rafael.
"Seharusnya aku biarkan saja Felly yang menuabisi kamu Liodra." Ucap Rafael dingin, dan hal itu membuat tubuh Liodra menegang.
"El, aku hanya ingin memiliki kamu." Ucap Liodra.
"Tapi aku tidak ingin dimiliki oleh wanita ular seperti kamu." Tegas Rafael.
"Apa si istimewanya Devika dan Felly hah, apa El." Teriak Liodra, Rafael mencengkram erat leher Liodra.
"Jangan pernah bandingkan kamu yang kot*r ini dengan mereka, karena mau bagaimana pun kamu tidak akan bisa menyamai mereka." Ucap Rafael, membuat hati Liodra sakit.
Bahkan kini Liodra hampir kehabisan nafas nya, ia sungguh mencintai Rafael namun lihatlah Rafael malah membela gadis psycopath itu.
"Kamu jahat Rafael jahat." Pekik nya, El meminta para orang kepercayaan nya untuk memuaskan Liodra.
Tentu saja hal itu membuat Liodra ketakutan, El sengaja melakukan itu karena ia marah saat Liodra berniat untuk menjebak nya.
"Kau akan mendapatkan kepuasan meskipun bukan bersama dengan ku." Ucap Rafael.
"Lakukan saja." Ucap El lalu pergi, Liodra meraung memanggil-manggil nama Rafael.
Namun seketika ia ingat dengan nama lengkap Felly, bo*oh kenapa cinta membuat Liodra buta.
Jelas saja Rafael tidak akan melirik nya ternyata saingan nya selama ini bukan Devika Matthew, melainkan Felicia Wilthon.
"Hiks.. Kenapa aku bisa lupa kalau masuk nya Felly ke kampus bertepatan dengan kehadiran nyonya Wilthon." Lirih nya frustasi.
Pantas saja saat Felly menggores wajah nya, dan membenturkan kepalanya sama sekali tidak terlihat ketakutan, Felly justru terlihat begitu menikmati kegiatan nya.
...
Malam hari Dena yang sudah mendengar kabar kembali nya Felly tersenyum senang, ternyata benar kata opa nya dulu jika bakat tuan James akan menurun kepada putrinya.
"Bagaimana sayang, Felly sudah kembali bukan." Ucap Kean, memeluk Dena dari belakang.
"Hmmmmm, ternyata Felly yang memiliki bakat dari Daddy nya." Ucap Dena, memutar tubuhnya menghadap Keanu.
"Tentu saja Felly itu putrinya." Kekeh Rafael mengecup bibir Dena.
"Dad, Felly begitu berpengaruh terhadap Rafael." Ucap Dena.
"Biarkan saja sayang, mereka sudah besar dan bisa memilih jalan hidupnya sendiri." Ucap Keanu, membuat Dena tersenyum ia begitu bahagia karena Kean yang selalu mengutamakan kebahagiaan anak dan istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Rafael punya jiwa psycopath, Felly juga sama terus anak nya nanti gimanaπ
A: Anak udelmu, hubungan mereka aja belum jelasπ€£
N: Oiya bener juga si, udah kaya jemuran kering yang gak di angkat ye kan π
A: Nah kan sok galau lagi π
N: Dikit dah dikit π
A: Terserah dah terserah π
N: πππ*