Love Destiny

Love Destiny
Epson 391



Kai dan Nathan yang mendengar kabar kecelakaan Ayaza pun langsung bergegas pergi ke rumah sakit, bukan hanya Kai dan Nathan saja bahkan Karen dan Niken juga langsung menuju rumah sakit.


Mereka sangat terkejut dengan kabar kecelakaan putri bungsu keluarga Richard, karena setahu mereka selama ini Ayaza selalu mengendarai mobil dengan baik dan hati-hati.


"Dena." Panggil Karen, Dena yang berada dalam pelukan Keanu pun menoleh.


"Kak Aya kak hiks." Lirih Dena, Karen langsung memeluk Dena dengan lembut.


"Apa yang terjadi kenapa Aya bisa kecelakaan?" Tanya nya.


"Aku gak tahu kak, Kean tiba-tiba aja aku kerumah sakit dan ternyata Ayaza." Lirih nya, Karen mengelus pundak Dena.


"Bagaimana keadaan Aya sekarang?" Tanya Kai kepada Keanu.


"Aya masih diperiksa dokter kak." Jawab Keanu, Kai memeluk Kean memberikan ketenangan kepada adiknya.


"Aya pasti baik-baik saja yan kamu tenang oke." Ucap Kai.


"Tapi kenapa Aya bisa kecelakaan, selama ini Aya selalu melajukan mobilnya dengan hati-hati." Ucap Nathan, Keanu menatap sepupunya itu.


"Aya mengalami tabrakan ada korban lain disana, bukan hanya Ayaza yang terluka." Ucap Keanu, Nathan mengangguk kini ia mengerti apa yang telah terjadi.


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan dimana Aya sedang diperiksa, Dena dan yang lain menghampiri dokter yang terlihat lemas.


"Dok bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Dena.


"Maaf sebelumnya nyonya nona muda kehilangan banyak darah, dan saat ini kondisi nya masih koma." Jawab dokter itu, Dena diam ia tak percaya jika putrinya mengalami hal seperti ini.


"Dokter bohong kan, anak saya pasti baik-baik saja kan dok." Ucap Dena, dokter itu menggeleng lemah.


"Maafkan saya nyonya, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan nona muda." Ujar nya, Karen dan Niken memeluk Dena yang menangis.


"Terimakasih dok." Ucap Keanu, ia melihat putrinya yang keluar dari ruangan karena akan dipindahkan ke ruang rawat.


Dena menatap putrinya yang menutup mata dengan banyak alat medis yang menempel di tubuh anak nya, ada rasa nyeri di dadanya namun mau bagaimana lagi ini sudah menjadi jalan hidup putrinya.


...


Keesokan harinya Rafael memutuskan untuk kembali ke negaranya setelah mendengar kabar tentang Ayaza, Rafael tidak terima dengan semua yang terjadi.


Apalagi setelah di selidiki ternyata Ayaza tidak salah, mobil satunya lah yang salah karena melaju tiba-tiba di depan Aya.


Disinilah Rafael berada di ruangan serba putih lelaki itu menatap adiknya yang terbaring lemah, El memegang tangan Ayaza dan menggenggam nya erat.


"Mau sampai kapan kamu tidur dek, kamu gak kasihan sama mommy dan Daddy hmmmmmm." Ucap El, ia ingin Ayaza bangun ia ingin melihat Ayaza yang suka mengoceh.


"Bangun yuk, kalau kamu sudah bangun kakak janji akan kasi apapun yang kamu mau." Ucap El lagi, Dena menatap El yang sedang menunduk dengan menggenggam tangan adiknya.


"De bagaimana keadaan Ayaza?" Tanya nyonya Ellen, ya wanita paruh baya itu langsung pulang dalam perjalanan bisnis nya bersama tuan Richard.


"Mom Aya masih koma, hiks... Kenapa ini harus terjadi kepada Aya mom." Lirih Dena, nyonya Ellen menangis menatap Ayaza dan El disana.


"De kuat ya kamu harus kuat untuk Ayaza, mommy juga sama seperti kamu kami semua merasa khawatir kepada Ayaza." Ucap nyonya Ellen.


"Bagaimana mungkin cucu ku berada di dalam ruangan seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi." Ucap tuan Richard.


"Dad_" Ucap Keanu lelaki itu menjelaskan semuanya kepada tuan Richard, tuan Richard yang mendengar hal itu menatap Kean.


"Dimana korban kecelakaan yang lainnya?" Tanya tuan Richard, Kean pun akhirnya memberi tahu.


"Dia dirawat di kamar xx dad." Jawab Keanu, karena memang Ayaza dirawat di ruangan khusus keluarga.


"Baik kita harus menemui orang itu sekarang." Ucap tuan Richard, Kean dan Dena pun mengangguk ia akan bertemu dengan lelaki yang mengalami kecelakaan bersama Ayaza.


Setibanya di depan ruang rawat lelaki itu Dena dan Keanu terdiam saat melihat orang yang mereka kenal, Dena memicingkan matanya dan mendekati mereka.


"Dena." Lirih Anna, Dena mengernyit heran apa yang dilakukan oleh Anna disini.


"Kami sedang_" Ucap Anna terhenti saat Carl memegang tangan nya.


"Kami sedang menemui putra kami yang mengalami kecelakaan." Ucap Carl, Dena menatap Carl dan Anna.


"Putra?" Tanya Dena, Carl pun menjelaskan semuanya kepada Dena.


Dan ternyata mobil yang melaju kencang menabrak mobil milik Ayaza adalah Daniel, pada saat itu Daniel sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Emosi nya tidak teratur apalagi saat Daniel mengetahui jika Felly memiliki kekasih, dan kekasih Felly adalah El lelaki yang pernah berdebat dengan Daniel.


Hal yang paling mengejutkan nya lagi adalah saat Carl meminta Daniel untuk menemui saudara nya, dan dengan senang Carl mengirimkan foto Rafael kepada Daniel.


Disitulah Daniel merasa frustasi ia tak mungkin merebut kebahagiaan saudaranya, untuk menghilangkan rasa kesal dan marah akhirnya Daniel pergi ke club untuk bersenang-senang.


Karena merasa sudah sedikit mab*k Daniel pun memutuskan untuk pulang kerumah, namun siapa sangka di perjalanan ia malah mencelakai orang lain tanpa sengaja.


"Apa?" Pekik Dena, Carl dan Anna menunduk mereka merasa bersalah kepada Dena.


"Kenapa pertemuan anak-anak kita harus berawal seperti ini, dan bahkan karena kecerobohan Daniel Ayaza terbaring koma disana." Ucap Dena.


"De maaf kami mohon maafkan Daniel, kita tidak tahu jika semuanya akan seperti ini." Ucap Anna, ia tak ingin tuan Richard menghukum putranya.


Anna tahu betul bagaimana keluarga Keanu, mereka tidak akan menerima siapapun yang melukai keluarga dan anak-anak nya.


"Lalu bagaimana keadaan Daniel?" Tanya Keanu, lelaki itu masih bisa berfikir jernih.


"Daniel masih koma." Ucap Carl, Kean mengangguk ia tahu karena kecelakaan ini cukup parah.


"De kamu mau memaafkan Daniel kan, aku mohon maafkan anakku." Lirih Anna, Dena mengusap air matanya yang menetes.


Ia menatap Anna dengan sendu, Dena tidak mungkin menghukum Daniel dia juga seorang ibu yang memiliki perasaan. Dena berfikir jika anak nya yang melakukan kesalahan ini, maka ia juga akan berusaha melindungi anak nya.


"Hmmmmmm, aku akan menganggap ini sebuah kecelakaan. Lagipula keadaan Daniel dan Ayaza sama, keduanya sama-sama koma." Ucap Dena, Anna mengangguk ia memeluk Dena dan mengatakan terimakasih.


"Terimakasih de terimakasih banyak." Ucap Anna, Dena mengangguk ia tidak boleh seperti ini. Dena harus kuat ia masih memiliki Rafael yang membutuhkan kasi sayang nya, dibalik itu Dena juga harus kuat untuk Ayaza agar gadis itu segera sadar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Mulai bermunculan ya yang semula tidak ada 😂*


A: Iyoy uun mulai pada berperan 😂


N: Mari kita lihat bagaimana alur nya 😂


A: Yok mari yok 😂😂