Love Destiny

Love Destiny
Epson 310



Satu Minggu berlalu kini Felly sudah mulai terbiasa dengan situasi kampus, banyak lelaki yang menatap kagum kepada Felly.


Namun Felly tidak mempedulikan hal itu, bahkan beberapa siswa banyak yang berbisik karena Felly dekat dengan Devika, Kyra, dan Nathia yang notabene nya primadona kampus lah sekarang ditambah satu lagi makin jadi dah mereka.


"Felly." Teriak Devika.


"Devika besok-besok bawa speaker bisa ya, biar gak teriak-teriak." Ucap Felly, Devika tertawa.


"Etdah sensi amat si neng." Kekeh Devika.


"Cieeee anak emak udah ngumpul." Kekeh Kyra yang baru saja muncul bersama Nathia.


"Emak udelmu, kantin yok ah lapar ni." Ajak Devika.


"Si Devika lapar Mulu perasaan, bapak Devin bangkrut vik sampai kamu gak dikasi makan." Goda Kyra.


"Weeey santai bapak Devin duid nya banyak, tapi emang akunya aja yang lebih suka makan diluar." Ucap Devika, mereka berempat pun tertawa.


"Tenang vik kalau bapak Devin bangkrut ada bapak Samuel selaku penanggung jawab." Ucap Nathia, kesolimihan yang tidak berkurang sama sekali.


"Nah iya tuh udah punya penanggung jawab ye kan." Kekeh Kyra.


"Tenang saja kalau bapak Devin bangkrut, bapak Nathan kelelep, bapak Kai terpental masih ada bapak James yang berdiri tegak seperti tiang listrik." Celoteh Devika membuat Felly tertawa.


"Gak lama bapak James nyungsep gimana tuh." Kekeh Felly.


"Bapak Keanu masih aman tenang aja tenang." Ucap Kyra, mereka benar-benar harus diberi penghargaan perghibahan.


"CK, ngarang." Kekeh Felly, dari jauh ada seseorang yang menatap tidak suka kepada Devika dan kawan-kawan nya.


"Felly besok-besok Vika jemput aja deh gak usah bawa mobil, Nathia aja bareng Kyra kok." Ucap Devika.


"Lah kan rumah kita jauh Devika." Ucap Felly.


"Ya gak apa-apa lah fell, Devika bete sendirian Mulu udah kaya jomblo padahal gak jomblo." Ujar nya, Felly tertawa.


"Kamu melupakan jika kamu sering di antar jemput oleh kekasihmu." Ucap Felly.


"Gak ah banyak yang ngira Samuel itu Rafael males aku." Ucap Devika.


"Ini adalah contoh pacar yang halal untuk di tukar tambah." Ucap Nathia.


"Bener banget disaat orang-orang di desak orang tuanya buat cari pasangan, ini anak malah bersikap seenak udelmu saja." Ucap Kyra.


"Besok-besok Samuel nya di timbang dah dijual ke kelontongan." Ceplos Felly membuat Kyra, Nathia dan Devika tertawa keras.


"Mon maap ini kita doang yang rusuh, balik yuk ah malu." Ucap Nathia, karena semua penghuni kantin menatap ke arah mereka.


"Si Felly kalau ngomong suka bener." Ceplos Devika, membuat Kyra menyemburkan minuman nya.


"Heh, muka aku." Pekik Nathia.


"Dah lah sudah kita udah gak bener kalo kumpul." Ucap Devika, menyantap makanan nya.


"Devika doang yang nistain pacar nya." Ucap Nathia.


"Yeee cowok mah jangan terlalu di bangga-banggakan nanti besar kepala." Ucap Devika, merekapun mengangguk setuju.


Setelah selesai makan di kantin keempat nya pergi menuju kelas masing-masing, saat berjalan menuju kelas mereka di hadang oleh Liodra.


"Ngerasa populer banget si." Sinis nya, membuat keempat wanita itu bingung.


"Apasi siapa yang ngerasa populer." Balas Devika.


"Kamu lah, setelah rebut Rafael kamu juga mepet junior baru ini." Ucap Liodra.


"Wooy lah sebelum Felly masuk kampus juga kita udah kenal duluan sama dia, Liodra kalau mau nyinyir itu dicari tahu dulu informasi nya biar gak malu." Tegas Devika, membuat Liodra geram.


"Jaga ucapan kamu ya!" Kesal nya.


"Dihhh ngamok." Sinis Devika.


"Udah si ngapain ngurusin dia biarin aja kasian gak punya temen." Ucap Kyra, perkataan Kyra selalu simple tapi menusuk.


"Tau kasian banget." Ucap Nathia, kini merekapun melanjutkan langkahnya menuju kelas.


Sementara Felly hanya menatap datar Liodra, hal itu membuat Liodra semakin penasaran dengan Felly.


"Lihat saja aku akan buat perhitungan sama kamu." Lirih Liodra.


Saat di perjalanan Felly di hadang oleh mobil yang tidak ia kenal, Felly memberhentikan mobilnya dan menatap tiga orang lelaki bertubuh besar.


"Siapa mereka." Gumam nya.


"Hey keluar kamu." Teriak lelaki itu.


"Lagi males baku hant*m tulung." Gumam Felly lagi.


Felly memundurkan mobilnya hingga membuat ketiga lelaki itu menghindar, dengan cepat Felly melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Woy, kejar gadis itu." Teriak nya.


Dan terjadilah aksi kejar mengejar, Felly tidak tahu orang itu siapa bahkan Felly tidak mengenal nya.


Saat sampai di tempat yang sepi Felly memberhentikan mobilnya dan keluar dari mobil, begitupun dengan ketiga lelaki itu.


"Apa yang kalian inginkan?" Tanya Felly to the points.


"Cih, jauhi Rafael." Tukas nya, Felly mengernyit.


"Rafael?" Tanya Felly.


"Iya jauhi kekasih nona kami." Ujar nya lagi.


"Kaya nya kalian semua salah orang, tapi baiklah itu bukan masalah bagiku." Ucap Felly, wanita itu berlari dan.


Bugghhh...bugghhh...bughhh, Felly menendang dan memukul ketiga nya.


"Siapa yang kalian cari?" Tanya Felly.


"Kau, haj*r dia." Ujar nya, merekapun menyerang Felly.


Bukan putri tuan James namanya jika tidak bisa menyelesaikan ketiga lelaki Titan itu, setelah berhasil melumpuhkan ketiganya Felly hanya menatap sinis.


"Bilang sama nona kalian jangan beraninya pake bodyguard, datang sendiri!" Ucap Felly, setelah mengatakan itu Felly pergi dan kembali melajukan mobilnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Felly patut di acungi jempol kaki Thor 😂


A: Woylah, kok jempol kaki 😭


N: Biar puas gitu Thor 🤣


A: Ngada-ngada ini orang 😒


N: Bener kan dabest Thor si Felly 😁


A: Ya gak gitu juga konsep nya Uun 😭


N: 🤣🤣🤣*