Love Destiny

Love Destiny
Epson 330



Setelah selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga, Felly duduk di antara Oma dan nyonya Ellen.


Sebenarnya Rafael sedikit merasa kesal karena malam ini Felly dikuasai oleh Oma dan eyang nya, namun mau bagaimana lagi jika El protes bisa keluar semua ocehan dari mulut sang Oma.


Ayaza dan Dena sedang berada di dapur mereka sedang menyiapkan camilan untuk teman berbincang malam ini, setelah selesai Aya meletakkan beberapa minuman dan camilan di atas meja.


"Kak Felly kok mau si sama kak El." Ceplos Ayaza, membuat El mendelik tajam.


"Memangnya kenapa?" Tanya Felly.


"Kak El kan orang nya solimi." Ucap Ayaza lagi, Felly tertawa kecil.


"Gak apa-apa za kalau El solimi biar rame." Ucap Oma yang nyambar begitu saja.


"Rame si rame Oma, cuma kan kalo solimi kadang nyebelin." Ucap Ayaza.


"Gak tau aja ini anak emak nya kaya gimana, mommy mu lebih solimi dari Rafael za." Ucap Oma, Dena menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Oma meskipun solimi begini kan Dena menantu kesayangan Oma." Ucap Dena, Ayaza tertawa malam ini mommy nya sedang menjadi tikus kecil.


"Iya si bener, kalau gak ada mommy kamu tuh sepi za. Rumah kaya gak berpenghuni." Ucap Oma, tuan Richard tertawa.


"Iya karena ibu gak ada teman debat kan." Kekeh tuan Richard, Felly merasa begitu bahagia berada di tengah-tengah keluarga Rafael.


Ini adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan kepada Felly, memang benar setelah hujan akan ada pelangi yang menghampiri.


Contohnya Felly setelah banyak masalah yang ia hadapi, kini banyak kebahagiaan yang ia rasakan.


"Benar karena Karen dan Niken rada calm kan mereka gak serusuh Dena." Ucap Oma.


"Oiya sayang bagaimana kabar kedua orang tua mu?" Tanya nyonya Ellen.


"Baik nyonya." Jawab Felly.


"Panggil Oma saja ya sayang jangan nyonya." Ucap nyonya Ellen, Felly mengangguk menyetujui permintaan nyonya Ellen.


"Baik Oma." Ucap Felly, Dena tersenyum akhirnya ia bisa melihat kebahagiaan Rafael yang sesungguhnya.


...


Kini Felly dan Rafael sedang dalam perjalanan menuju kediaman tuan James, karena waktu sudah cukup malam akhirnya El memutuskan untuk mengantar Felly pulang.


Sebenarnya Oma dan yang lain melarang gadis itu untuk pulang, namun bukan Felly namanya jika tidak bisa lepas dari jeratan orang lain.


"Makasih." Ucap Rafael, Felly menoleh menatap wajah tampan kekasih nya.


"Untuk?" Tanya Felly.


"Makasih karena sudah hadir dalam hidupku, kau tahu sebelumnya aku tidak percaya apa itu cinta." Ucap El, Felly tertawa kecil.


"Aku senang karena aku berhasil membuat tuan muda yang kaku ini jatuh cinta." Ucap Felly, El tersenyum mengusap kepala Felly.


"Hebat dong kamu, calon nya siapa si." Goda El.


"CK, bisa saja kamu." Kekeh El.


"Abang jangan macem-macem ya." Ucap Felly, El mengernyit sejak kapan Felly memanggil nya dengan sebutan Abang.


"Kenapa tuh?" Tanya El.


"Gak apa-apa, aku cuma gak suka aja berbagai. Aku gak suka orang lain dekat dengan kamu." Ucap Felly, El tertawa jika Felly seperti itu apalagi Rafael dia jauh tidak rela jika Felly dekat dengan laki-laki lain.


"Siap nona muda, sudah masuk sana." Ucap El, ini keduanya sudah sampai di kediaman tuan James.


"Hmmmmm, hati-hati dijalan." Ucap Felly, El mengangguk dan tersenyum.


Setelah membukakan pintu mobil El kembali masuk kedalam mobil nya, ia menatap Felly yang masuk kedalam rumah. Setelah itu barulah El melajukan kembali mobilnya.


Malam ini benar-benar akan menjadi malam sejarah bagi Rafael dan Felly, restu kedua keluarga membuat mereka merasa sangat bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Fell tukar posisi yuk mau gak😂*


A: Kaga mau Uun 😌


N: Gue juga kan pengen kaya gitu Thor 😭


A: Ngayal aja Uun ngayal 😂


N: Jaga mau gue ah 😭


A: Sabar ya 😂


N: Ngokhey lah 😁