
Tepat pukul 03:30 dini hari sebuah mobil memasuki gerbang utama kediaman ayah Rio di negara K, tadinya ia dilarang masuk karena penjaga gerbang utama tak mengenal siapa orang yang berada di dalam mobil mewah itu.
Namun saat seseorang memberikan identitas dirinya alhasil penjaga gerbang pun membuka kan gerbang untuk orang itu, setelah tiba di depan rumah ia berjalan dengan sangat berwibawa dan masuk kedalam rumah dengan santai.
Para pelayan yang baru saja bangun pun terkejut kepada orang yang dirasa nya sangat asing itu, mereka saling memandang satu sama lain.
Namun mereka juga sedikit berfikir tidak mungkin penjaga membiarkan nya masuk, jika dia bukan orang penting dalam keluarga ini.
"Selamat datang tuan." Ucap seorang pelayan yang mencoba untuk menyapa.
"Hmmmmmm." Balas lelaki itu, ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamar yang dulu sering ia tempati.
Karena dirinya merasa lelah akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat, karena baru saja selesai bekerja ia harus langsung pulang saat mendengar bunah dan ayah nya berada di negara K.
Di pagi hari tepat pukul 06:30 semua anggota keluarga mulai keluar dari kamar nya masing-masing, mereka masih belum mengetahui kepulauan tuan muda nya.
Karena memang tidak ada perkataan jika El akan pulang, setelah memberi tahu El mengenai ayah Rio dan bunda Sisil yang berada di negara K, El hanya mengatakan dirinya tengah sibuk dan menitip salam untuk bunda Sisil dan ayah Rio.
Tanpa keluarga ketahui jika tuan muda tampan itu memilih lembur sampai larut malam, hanya untuk kembali menemui ayah dan bunah kesayangan nya.
"Apakah Aya belum bangun?" Tanya ayah Rio.
"Sepertinya sudah, tidak mungkin dia belum bangun ayah." Jawab Dena.
"Lalu dimana princess ayah, kenapa dia belum turun untuk sarapan." Ucap ayah Rio lagi.
"Mungkin sebentar lagi yah, karena gadis itu memang selalu terlambat untuk turun." Ucap Keanu, lelaki itu benar-benar paham bagaimana sikap putrinya.
Benar saja tak lama kemudian Ayaza turun dengan wajah berbinar, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa gemas.
"Selamat pagi semuanya, apakah kalian sedang menunggu Aya." Ujar nya polos, bunda Sisil dan ayah Rio tertawa kecil. Sementara Dena dan Keanu menggelengkan kepalanya.
"Anak gadis yang nakal, kenapa kau selalu terlambat." Protes Dena, bunda sisil tertawa kecil.
"Sayang kenapa harus di protes, apa kamu lupa jika Aya ini seperti kamu saat masih gadis, hmmmmmm." Ucap bunda Sisil, Ayaza tertawa kecil melihat wajah kesal mommy nya.
"Mommy kenapa harus protes, Aya kan titisan nya mommy." Ucap Aya, gadis cantik itu begitu senang karena ada yang membela nya.
"Ayaza berhenti menggoda mommy mu, jika tidak ingin uang jajan kamu dikurangi." Ucap Keanu, semua orang tertawa lepas mendengar perdebatan kecil itu.
"Tidak masalah, ada kakak sekarang yang akan memberikan uang jajan lebih untuk Aya." Ucap nya bangga, ya El memang selalu memberikan apapun yang diinginkan oleh adik nya.
"Mommy akan melarang kakak kamu untuk memberikan apa yang kamu inginkan." Ancam Dena, Ayaza tertawa memeluk mommy nya.
"Mommy jangan seperti itu, apa mommy lupa jika Aya queen nya disini. Uang Daddy untuk Aya, uang kakak untuk Aya, uang opa dan Oma juga untuk Aya, begitupun dengan uang mommy, apakah uang bunah dan ayah juga untuk Aya?" Celoteh nya, ia tertawa setelah bertanya seperti itu.
"Didikan kamu memang beda ya bee, antara matre sama rakus." Cibir Keanu, Dena tertawa mengingat dirinya dulu selalu mendapat bagian dari orang tua, Oma opa, juga para kakak nya.
"Sudah-sudah kita sarapan sekarang, kenapa malah berdebat. Dan untuk Aya, ya uang kami juga untukmu sayang." Ucap ayah Rio, mengelus lembut kepala cucu perembesan kedua nya.
Ya cucu perempuan kedua, karena cucu perempuan pertama ayah Rio adalah Aneska dan kedua adalah Ayaza. Yang artinya hanya Dea dan Dena yang memberikan cucu perempuan, karena Dio hanya memiliki dua anak laki-laki.
"Benar ayo sarapan, Aya juga sudah lapar." Ujar nya, gadis kecil itu menggandeng tangan bunda Sisil lalu duduk disamping bunda Sisil.
Saat mereka semua sedang sarapan dengan tenang, seseorang terlihat merjalan menuruni anak tangga dan berjalan keruang makan.
Rafael, ya lelaki itu adalah Rafael yang berjalan menuju ruang makan lalu membuka lemari es untuk mengambil air dingin.
Semua orang tercengang melihat El yang dengan santai nya meneguk minuman, selain itu juga mereka heran siapa lelaki yang sangat berani itu.
Mereka belum menyadari jika itu adalah Rafael, karena posisi El memunggungi para anggota keluarga. Ayaza mengernyit, ia seperti mengenal postur tubuh lelaki yang membelakangi nya.
"Apakah dia seorang peny*sup." Ceplos Ayaza, bunda Sisil dan Dena menatap gadis cantik itu.
"Tapi mana ada peny*sup kesini, penjagaan rumah begitu ketat." Ucap Dena.
Kean terlihat mengenali lelaki yang sedang jadi bahan perbincangan itu, dengan santai ia memanggil nama putranya membuat bunda Sisil, Dena, ayah Rio dan Ayaza menatap Kean.
"Rafael." Panggil Kean, tepat sekali lelaki yang tengah meneguk air itu menoleh dengan wajah banyak nya.
"Yes dad." Sahut nya, Dena dan bunda Sisil terkejut melihat jagoan mereka disana.
"Oh my cucuku, yaampun jagoan bunah." Pekik bunda Sisil memeluk Rafael.
"Elah saingan Aya ternyata." Lirih nya, ayah Rio tertawa kecil.
"Bunah juga sangat merindukan El." Ujar nya, Dena dan Kean saling tatap. Kenapa mereka tidak tahu jika putranya kembali.
"Kapan kau kembali boy?" Tanya Kean, El tertawa cengengesan melihat wajah datar Daddy nya.
"Semalam dad, tadinya aku akan mengabari Daddy tapi maaf itu tidak sempat. Karena aku harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan ku, lalu setelah itu aku langsung pulang kesini." Ucap El menjelaskan, Keanu mengangguk dan tersenyum tipis. Ia tahu putranya ini tidak mungkin lari dari tanggung jawab nya.
El mengalihkan pandangan kepada Ayaza, ia menatap adik perempuan nya yang terlihat santai dengan makanan di hadapannya.
"Gadis kecil kenapa kau berada disini?" Tanya El, Aya mendongak menatap kakak nya.
"Memangnya kenapa, ini rumah bunah dan ayahku." Jawab Ayaza.
"Maksudku kenapa kau tidak memeluk aku, apa kau tidak merindukan kakak mu." Ucap El, Ayaza menatap El berkaca-kaca. Tentu saja ia merindukan El, selama ini El selalu bersikap dingin dan datar.
"Huaaaaaaaaa, aku merindukanmu kak. Tidak ada kakak aku tidak mempunyai teman berdebat, hanya mommy yang akan berdebat dengan ku." Lirih nya memeluk El, membuat semua keluarga tertawa lepas.
"Hmmmmmm, benarkah apa mommy menyakiti adik kesayanganku?" Tanya El.
"Hmmmmmm, mommy akan protes jika aku telat turun untuk sarapan. Dan mommy akan mengatakan Ayaza lupakan kebiasaan kamu yang selalu telat itu." Ucap nya mengadu, ini adalah sebuah kesempatan emas bagi Ayaza.
"Apakah benar seperti itu mom?" Tanya El, Dena terbelalak.
"Tidak, mom tidak mengatakan hal seperti itu." Ucap Dena.
"Bohong kak, mom juga berkata Revalia Ayaza Richard jika selalu seperti itu mom akan mengirim kamu ke kakak kamu. Begitu." Ujar nya, memberikan tatapan mengejek kepada mommy nya.
Kali ini bukan hanya El yang terkejut Keanu juga terkejut, kedua lelaki itu menatap Dena dengan meminta penjelasan.
"Sayang apa benar seperti itu?" Tanya Kean.
"Tidak, kamu tidak lihat jika anak kamu menatap dengan penuh ejekan." Ucap Dena, ia panik karena Kean dan El adalah dua lelaki yang dicintainya.
"Awas saja kalau mom mengatakan hal seperti itu kepada Ayaza, mom itu mommy kandung bukan mommy tiri Ayaza." Ucap El, Dena menganga anak-anak nya selalu kompak jika hal seperti ini.
"Meskipun aku mommy tiri juga aku tidak mungkin setega itu." Lirih Dena, Ayaza tertawa lepas membuat Dena mencebikan bibirnya kesal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Rasa ingin punya Abang kaya Rafael, tapi sadar gue anak pertama 😁
A: Gue gamau punya abang kaya El, pengen nya punya jodoh kaya El aja. Soalnya gue juga anak pertama 😂
N: Thor ngada-ngada Lo ye, kenapa gue gak kefikiran kesitu 😌
A: Karena Lo telat kefikiran kesitu, fix El punya gue 😎
N: Kalah saing terooosss guemah 😭
A: Mon maap Uun devinisi siapa cepat dia dapat 😎
N: Hilih 😒
A: 😂😂😂