
Dua hari berlalu setelah kejadian itu keluarga Bella berhasil di amankan oleh keluarga Richard, bahkan kini mereka semua merasa tenang karena Nathan dan Niken juga sudah menjelaskan kepada Nathia.
Tadinya Nathia merasa kecewa kenapa papi nya bisa sejahat itu kepada Niken mami nya, namun karena kelembutan Niken dan kasih sayang Nathan yang besar akhirnya Nathia bisa menerima semua kenyataan nya.
Kenapa Nathan menjelaskan dari sekarang, karena lekai itu tidak ingin Nathia Nathia bertanya-tanya saat menikah nanti karena Nathan tidak bisa menjadi wali untuk putri yang dicintainya.
"Maafkan papi, papi tahu papi salah nath tapi percayalah kebahagiaan papi saat ini hanya kamu dan mami." Lirih Nathan memeluk tubuh putrinya.
"Papi jahat hiks... Kenapa papi lakuin semua itu kepada mami, kenapa papi tidak menginginkan aku." Histeris Nathia.
"Nathia sayang papi kamu hilap pada saat itu, setiap orang juga pasti memiliki kesalahan namun cara nya saja yang berbeda." Ucap Niken, Nathia menggelengkan kepalanya.
"Papi jahat." Teriak nya.
"Iya papi kamu memang jahat, papi jahat karena tidak mempedulikan kamu dan mami mu dulu. Tapi percayalah Nathia papi hampir g*la saat mami mu hampir meninggal karena pada saat melahirkan kamu. Percayalah jika sekarang papi tidak ingin kehilangan kamu dan mami mu." Ucap Nathan, Nathia diam ia memeluk erat tubuh sang papi.
"Maafin Nathia Pi." Ujar nya, Nathan menggelengkan kepalanya ia mengecup puncak kepala Nathia.
"Kamu tidak salah, papi yang salah maafkan papi." Ucap Nathan, Nathia mengangguk ia begitu menyayangi Nathan.
Sekalipun ada rasa kecewa namun Nathia bisa melupakan itu, karena yang ia rasakan selama ini hanya kasih sayang yang begitu besar dari kedua orang tuanya.
"Hiks... Nathia sayang papi." Lirih nya.
"Papi lebih sayang kamu nath, apapun akan papi lakukan untuk kebahagiaan kamu. Hanya untuk kamu dan mami." Ucap Nathan, air mata Nathia mengalir deras.
Niken ikut memeluk suami dan putrinya, ia senang karena Nathia bisa menerima semuanya. Dan Nathia juga tidak marah kepada Nathan, Niken yakin putrinya itu tidak akan bisa marah kepada suaminya.
...
Di tempat lain seorang gadis sedang duduk di sebuah taman, gadis itu menatap pemandangan danau yang indah.
"Sendirian saja tuan putri." Ucap seseorang, membuat Ayaza menoleh.
"Hai, pangeran curut." Ucap Ayaza, Kenzo tertawa lelaki itu mengacak rambut Ayaza.
"Tumben keluar ada angin dari mana nih." Goda Kenzo, Ayaza mendengus mendengar perkataan Kenzo.
"Aya juga butuh refreshing lah kak, gak selamanya Aya diam di rumah." Ucap Ayaza.
"CK, biasanya juga kalau kakak ajak keluar kamu gak mau za." Ucap Kenzo, Ayaza tertawa ya gadis itu sering sekali menolak ajakan Kenzo.
"Aya nolak karena takut pacar kakak marah, nanti Aya dikatain pelak*r." Kekeh gadis itu.
Kenzo tertawa kecil mendengar ucapan Ayaza, apa pelak*r katanya? Jelas-jelas hanya gadis kecil itu yang berhasil merebut hati Kenzo.
"Kalau kenyataan kamu adalah wanita yang berhasil merebut hati kakak gimana?" Tanya Kenzo.
"Eh?" Ucap Ayaza terkejut.
"Gimana?" Tanya Kenzo.
"Ya, ya seneng lah yakali enggak. Siapa coba yang bisa nolak pesona seorang Kenzo Alexander." Ucap Ayaza menggoda, sebenarnya ia tidak tahu kenapa bisa mengatakan hal itu.
"CK, sekolah dulu ya yang bener nanti langsung Abang lamar Adek." Ucap Kenzo, Ayaza memegang dada nya yang berdegup.
"Meleyot hati Adek bang." Kekeh nya.
"Meleyot gak tuh." Kekeh Kenzo, Ayaza tertawa bisa-bisa ia bertingkah konyol di hadapan Kenzo.
"Jangan bikin adem bapeure bang, pawang nya gak main-main Adek mah." Kekeh Ayaza.
"Pawang nya dijamin luluh deh, kan sebelum luluhin Adek luluhin pawang nya dulu." Kekeh Kenzo, Ayaza menepuk dahinya sendiri ia benar-benar tak habis pikir kepada Kenzo yang malah melayani kekonyolan nya.
"Ck, berat berat." Ujar Ayaza.
"Tahu gak si akutuh pengen jadi cowok yang nunggu kamu sampai kamu dewasa nanti." Ucap Kenzo, kali ini lelaki itu terlihat serius dan Ayaza menatap Kenzo mencari kebenaran dari tatapan itu.
"Kenapa gak nyari yang seumuran saja, kan bisa lebih cepat kakak nikahi." Ucap Ayaza.
"Gak ah pengen nunggu dan nemenin gadis kecil sampai dewasa saja." Kekeh Kenzo, Ayaza tertawa gadis itu sudah dewasa meskipun masih sekolah.
"Berasa gedein adik sendiri kan nanti." Ucap Ayaza.
"Gak mana ada gedein adik sendiri, kaya nunggu calon sampai siap gak si." Ucap Kenzo, Ayaza tertawa keras ia benar-benar tak habis pikir kepada Kenzo.
Keduanya kini menatap danau yang terlihat tenang, Ayaza dan Kenzo dua orang yang berbeda dan keduanya juga memiliki harapan yang berbeda.
Entahlah apa harapan yang berbeda itu bisa menjadi harapan yang sama atau tidak, yang jelas kebahagiaan keduanya adalah yang utama.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Kenzo kek ngejaga sejak bocil gitu gak si 😂*
A: Sepertinya iya Uun 😂
N: Apakah Ayaza akan bersama Kenzo?
A: Entahlah kita lihat saja nanti 😊
N: Ngokhey 😂