Love Destiny

Love Destiny
Epson 237



Keesokan harinya sebelum kembali ke negara K Dena menemui ayah dan bunda nya dulu yang masih terbaring koma, Dena duduk di antara ayah dan bundanya.


"Terimakasih banyak bunda sayang, selama ini bunda sudah banyak memberikan nasihat terbaik untuk Dena. Bunda selalu mengingatkan Dena jika suatu saat Dena harus merelakan ayah dan bunda, maka Keanu lah yang akan menjadi pengganti kalian. Suami Dena lah yang akan menemani Dena dalam keadaan apapun." Bisik Dena, lagi-lagi Dena melihat bunda Sisil meneteskan air matanya.


"Jangan bersedih bunda, bukankah bunda dan ayah yakin jika Keanu bisa menjaga Dena dengan baik. Permintaan Dena saat ini hanya satu, saat Dena pergi dari sini Dena ingin mendapatkan kabar bahwa Dena harus kembali kesini karena ayah dan bunda sudah sadar." Lirih nya, Dena mengecup kening bunda Sisil dan mengecup punggung tangan sang bunda.


Kini wanita itu beralih ke samping sang ayah, Dena tersenyum mendapati ayah Rio yang masih memejamkan matanya dengan wajah pucat namun terlihat tenang.


"Ayah, hiks... Kenapa aku selalu lemah jika bersangkutan dengan ayah." Lirih nya.


"Ayah Dena harus pulang, Dena tidak ingin orang-orang berfikir jika ayah gagal mendidik Dena karena Dena melepaskan kewajiban Dena terhadap Keanu. Dan Dena harap ayah akan segera pulih kembali agar Dena bisa cepat-cepat kesini lagi untuk memeluk ayah." Lirih Dena.


Kini Dena terisak mengingat kembali saat ayah Rio sehat dan baik-baik saja, bagaimana tubuh tegap dan gagah milik ayah nya berbincang dengan Keanu.


Dan perbincangan itu pasti hanya untuk membahas Dena, tidak jarang ayah Rio menitipkan Dena kepada Keanu. Begitu percaya nya kah ayah Rio kepada Keanu, sampai saat ini Dena melihat wajah ayah nya begitu tenang.


"Sayang." Panggil Keanu, Dena pun menoleh.


"Hmmmmm." Sahut Dena.


"Ayah dan bunda akan baik-baik saja, kita akan segera kembali setelah satu Minggu." Ucap Keanu, Dena mengangguk dan tersenyum.


Dena keluar dari ruang rawat ayah dan bunda nya meninggalkan Keanu di dalam, Dena mendekati bang Dio dan bang Justin yang sedang menjaga El.


"Inikah permintaan ayah kepada Kean? Inikah yang ayah katakan bahwa ayah akan meminta tanggung jawab terbesar dari Keanu yah. Ayah menginginkan Kean menjaga Dena dengan sepenuhnya." Lirih Keanu.


"Kean janji yah apapun yang terjadi Kean akan selalu bersama Dena, Kean akan menjaga putri bungsu ayah." Lirih Keanu.


"Dan Kean akan melakukan apapun untuk ayah dan bunda, sekarang Keanu pamit ya yah Bun. Kean akan segera kembali untuk menjenguk ayah dan bunda." Ucap Keanu lagi.


Setelah mengatakan semua itu Keanu keluar dari kamar rawat, ia merangkul pundak Dena dan mengecup kening Dena.


"Semua akan baik-baik saja, aku akan selalu bersama kamu." Ucap Kean, lagi-lagi mengecup kening dan bibir Dena sekilas.


Dea dan Dio tersenyum melihat kesabaran Keanu, kini mereka mengantar Dena dan Kean menuju bandara.


"Hati-hati sayang, kita akan selalu memberikan kabar tentang ayah dan bunda." Ucap Dea, Dena pun mengangguk dan tersenyum.


...


Kini setelah melakukan perjalanan yang cukup lama akhirnya Dena dan Keanu pun sampai di kediaman Richard, Dena berjalan masuk kedalam rumah dengan menggendong El.


Karen yang melihat kedatangan Dena berlari kecil dan memeluk Dena, sejak kejadian itu Oma meminta Niken untuk menemani Dena di kediaman utama Richard agar Dena tidak kesepian.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Karen khawatir, ah Dena lupa jika ia memiliki kakak ipar yang cerewet.


"Tentu baik-baik saja, memang nya aku kenapa?" Kekeh Dena membuat Karen tercengang.


"Hey, solimi sekali kamu fikir aku sakit." Ucap Dena mencebikan bibirnya.


"Memangnya tidak? Ah syukurlah, aku takut jika kakak sakit." Ujar Niken, Dena tertawa dan memeluk Niken.


"Kau menyebalkan." Ucap Dena, kini ketiganya berpelukan.


Keanu yang melihat merasa bahagia karena setelah kembali ke rumah nya Dena bisa tertawa, bahkan Kean meninggalkan Dena ke kamar nya.


"Dimana mommy?" Tanya Dena.


"Ish kau seperti tidak tahu saja, jika mom dan Oma sedang menjadi mandor nya om Richard." Ucap Karen, Dena pun mengangguk dan tersenyum.


Kini Karen meminta Dena untuk beristirahat, Dena pun mengiyakan permintaan sang ipar. Kini Dena berjalan menuju kamar nya, dan merebahkan tubuhnya di samping Keanu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Dah ah, gue gak bisa begini terus takut dikira sok bijak 😂


N: Tapi itu ada bener nya😁


A: Tapi gue takut dibilang sok tau, dah lah ya kita balik aja balik 😂


N: Ish, sueee😒


A: 😂😂😂*