
Memiliki adik yang usianya terpaut enam tahun lebih membuat Rafael sering mengerjai adik nya, bahkan tidak segan untuk membuat adik nya kesal di hadapan Keanu dan Dena.
Namun bagi Keanu tingkah Rafael karena ia begitu menyayangi adik nya, Rafael benar-benar menjaga sang adik dan begitu mengawasi nya.
Revalia Ayaza Richard, Gadis cantik yang terlahir sempurna karena memiliki orang tua seperti Keanu dan Dena. Para keluarga memanggil nya Ayaza, namun para teman sekolah memanggil nya Reva. Tak jarang juga Rafael memanggil nya Reva jika sedang kesal.
Kini gadis itu berlari menuju kamar sang kakak, kebiasaan gadis itu saat memasuki kamar sang kakak selalu tanpa mengetuk pintu.
"Kakak." Panggil nya, membuat Rafael yang baru keluar dari kamar mandi terkejut.
"Ayaza kau itu kebiasaan sekali, untuk apa kau memiliki tangan jika tidak bisa kau gunakan hanya untuk mengetuk pintu." Cerocos Rafael, namun Ayaza hanya tertawa kecil.
"Maaf, Daddy dan mommy meminta kakak untuk turun." Kekeh nya.
"Pergilah lebih dulu, aku akan menyusul." Ucap Rafael, Ayaza pun mengangguk patuh.
"Dimana kakak mu sayang?" Tanya Keanu, saat melihat putrinya kembali tanpa putra kesayangannya.
"Dia akan menyusul dad." Jawab Ayaza, kini gadis itu menjatuhkan tubuhnya di sofa.
Tak lama kemudian Rafael pun datang, dengan sengaja El menginjak jempol kaki Ayaza hingga membuat adik nya memekik kesakitan.
"Aaaaaaaa." Pekik nya, membuat Keanu terkekeh.
"Kau itu bisa tidak jalan pake mata." Dengus Ayaza.
"Dimana-mana jalan itu menggunakan kaki, memang kau jalan menggunakan mata?" Ucap Rafael tertawa kecil.
"Tentu saja aku menggunakan mata." Cetus Ayaza.
"Baik contohkan bagaimana caranya kau berjalan memakai mata." Ucap El, Ayaza pun bangun dengan polos ia berjalan mondar-mandir.
"Lihat menggunakan mata." Ucap Ayaza.
"Yang jalan kakimu atau matamu?" Ucap El membuat Ayaza tersadar, jika El sedang mengerjainya.
"Ish, Daddy." Adu nya, sementara Keanu dan Dena tertawa melihat kesolimihan Rafael.
"Bo*oh." Ledek El dengan puas.
"Lihatlah ini adalah contoh kakak yang halal, bahkan sangat halal untuk dibuang." Dengus Ayaza, Keanu tertawa kedua anak nya benar-benar solimi tiada batas.
"Sudah kenapa kalian malah berdebat." Ucap Keanu, membuat kedua anak nya terdiam.
"Kau awas saja kau." Ucap Ayaza begitu terlihat menggemaskan dimata El, ternyata memiliki adik ada untung nya juga karena ia bisa menistakan adik nya sendiri.
"Kau tidak akan bisa membalas ku." Ucap El bangga.
"Aku akan membalas nya, dan kakak tidak bisa lagi mengelak." Ucap Ayaza.
"Apa kalian akan terus berdebat, kita ini bukan sedang dalam acara d*mo." Ucap Dena.
"Kakak yang mulai mom." Adu nya.
"Mana ada kau yang mulai, kau masuk kedalam kamar ku tanpa mengetuk pintu. Dan itu sudah menjadi kebiasaan lucknut mu." Ucap El menunjuk-nunjuk kening Ayaza.
"Krena jika aku memanggil pun percuma, kakak tidak pernah menjawab panggilan ku." Ujar nya tidak mau kalah.
"Mana ada aku seperti itu." Ucap El.
"Ya itu mereka seperti kamu." Ceplos Keanu, membuat Dena menoleh.
"Apa maksudnya?" Tanya Dena kesal.
"Ayaza seperti kamu sayang, karena kau selalu tidak ingin kalah." Ledek Keanu.
"Dan El sepertimu yang tidak ingin mengalah, bahkan kau selalu ingin memenangkan perdebatan nya bukan." Ucap Dena.
"Mana ada, aku selalu mengalah untuk istri tercinta ku." Ujar Keanu, membuat kedua anak nya bingung.
"Stooooppppp!!!" Teriak Ayaza dan El.
"Ambil pisau sama cobek mom, tanggung kalau cuma adu argumen." Kesal Ayaza membuat Dena mendelik.
"Gadis nakal, disini yang mommy nya aku atau kau." Ucap Dena, Keanu dan El hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah kalian para wanita begitu ribet." Ucap El berlalu pergi ke kamarnya.
"Rafael Richard, berhenti di tempat mu." Ucap Keanu membuat El menoleh.
"Ada apa dad?" Tanya El polos.
"Jika ingin pergi maka tunggu dad mu, aku tidak ingin menghadapi ibu dan anak ini sendirian." Ucap Keanu ikut beranjak, El tertawa lepas melihat wajah kesal sang mommy.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Bisa-bisa nya kedua anak Dena solimi π
A: Udah solimi dari sejak dini keduanya soalnya bundπ
N: Pantas ππ€£π€£*