
Semua penonton terlihat syok melihat fakta itu, bukan hanya tentang Vely yang bertansformasi hingga menjadi cantik.
Mereka dikejutkan dengan kedekatan Vely dengan Nicholas dan cepatnya dia move on dari Brian membuat semua orang cukup penasaran terhadap gadis itu.
“ Aku akan kembali ketempat dudukkku sekarang…”, ucap Vely datar.
“ Baiklah…aku akan menemui setelah pertandingan berakhir…”, ucap Nicholas sedkit gugup.
“ Hmmm….”, Vely mengangguk.
Melihat Vely menerima tawarannya, tubuh Nicholas terasa sangat ringan, seperti sedang terbang diatas awan. Begitu bebas dan bahagia….
Jika ditim kampus sebelah suasana cukup ramai dan ricuh, beda dengan suasana di tim kampus bintang saat ini. Hanya ada keheningan disana, terutama Brian yang sedari tadi berwajah muram.
Brian menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri jika Vely membawakan air minum untuk laki – laki lain dan bahkan membantunya menyeka keringatnya dengan penuh kasih sayang.
Membuat Brian sangat marah hingga wajahnya memerah dan rahangnya mengeras. Suara – suara yang menbicarakan betapa cocoknya Vely dengan Nicholas semakin membuat kedua tangannya terkepal kuat.
“ Vely !!! apa maksudmu ?!!!...”, Brian menghentikan langkah Vely dengan penuh amarah.
Dia sama sekali tidak terima dipermalukan seperti ini oleh Vely, gadis yang sudah dicampakkannya dua hari lalu.
“ Apa?...”, Vely mengerutkan keningnya tak mengerti.
“ Kau bilang jika kamu sangat mencintaiku !!! Tapi kenapa tiba – tiba kamu bersama gigolo itu !!! jangan bilang kamu sudah bermain – main dengannya sebelum datang kepadaku…”, bentak Brian penuh amarah.
“ Ya…dan tidak…main mata…apa itu…”, ucap Vely ambigu.
Melihat jawaban Vely semua orang terbahak, semua yang diucapkan oleh Vely sangat masuk akal karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Brian sangatlah tidak jelas.
Sama seperti pembelaan yang dilakukannya untuk Adisty tadi. Dari sini mereka akhirnya merasa senang karena Brian tidak jadi dengan Vely.
Mereka cukup menyayangkan jika sampai putri semata wayang keluarga Wilson jatuh ketangan lelaki seperti Brian, yang bagi mereka sangat tak pantas untuk Vely.
“ Jangan lupa bahwa kita sudah bertunangan !!!, tetapi lihat sekarang, kamu benar – benar selingkuh dihadapanku…”, ucap Brian penuh amarah.
Akibat amarah yang meluap, Brian kehilangan akal sehat.Diapun melontarkan semua hal yang ada dalam pikirannya saat ini.
Mendengar pernyataan Brian, wajah Adisty semakin pucat pasi. Akhirnya semua orang tahu, mana yang fakta dan mana yang setingan.
“ kapan kita bertunangan ?...selingkuh…memang kita punya hubungan apa hingga sampai kau berkata begitu…”, ucap Vely santai.
“ Kita…”, belum selesai Brian berucap tiba – tiba bola matanya menatap Adisty yang sedang memandangnya dengan tatapan sedih, membuat Brian seketika membekap mulutnya dengan telapak tangannya.
Setelah semua yang terjadi, Brian baru saja tersadar jika dirinya pernah mengatakan dalam forum kampus bahwa dia tidak mempunyai hubungan apapun dengan Vely, bahkan pertunangan itu juga tidak ada.
Dan sekarang dirinya mengungkap kebohongannya dihadapan semua orang. Membuat warga kampus bintang seketika memandang jijik kearah dirinya dan Adisty.
Karena mereka sangat yakin jika Brian melakukan hal tersebut karena bujuk rayu ratu drama tersebut. Dan sekarang, dengan sangat bodohnya Brian mengakui semua itu hanya karena cemburu.
“ Vely, pikirkan konsekuensi dari tindakanmu !!!...”, ancam Brian untuk menutupi rasa malunya.
“ Konsekuesnsi ya…baiklah, kamu akan segera mendapatkannya…”, Vely menyeringai dan pergi tanpa menoleh kebelakang.
Di tribun penonton, Crystal tampak tersenyum puas melihat sahabatnya itu memainkan perannya dengan sangat baik.
“ Luar biasa !!!..kakak benar – benar hebat!!!....”, puji Crystal tulus.
Vely cukup terkejut saat dirinya bisa sangat lancar berbicara dengan Brian tanpa adanya perasaan apapun. Apakah mungkin dirinya sudah move on, itulah pertanyaan yang ada dalam benak Vely sekarang.
Selanjutnya, peluit ditiup menandakan bahwa pertandingan babak kedua akan kembali dilanjutkan. Semua orang terlihat sangat tegang menanti hasil akhir pertandingan hari ini.
Dapat dirasakan oleh semua orang jika atmosfer diseparuh babak kedua ini sangatlah berbeda. Percikan kecemburuan dan kemarahan terasa sangat kental dilapangan.
Tampak beberapa kali Brian menatap sinis kearah Nicholas saat tak sengaja bertatapan. Begitu juga dengan Nicholas yang berdecih setiap berhadapan dengan Brian.
Semua orang terlihat berlari dengan kecepatan tinggi di lapangan. Saling mengoper bola dan mengecoh lawan dan mulai memasukkan bola dalam keranjang.
Setelah kedatangan Vely ditempatnya, Nicholas seperti mengila. Beberapa kali dia terlihat berhasil melemparkan bola dari tepi garis tiga point.
Membuat timnya dengan cepat menyusul ketertinggalan diawal babak kedua. Semua orang terlihat mengoper bola kepada Nicholas.
Dan setiap bola berada ditangan Nicholas, tidak ada satupun tembakan yang terlewatkan membuat tim kampus sebelah akhirnya memutar keadaan dan mulai memimpin, meninggalkan tim kampus bintang dibelakang.
Hingga peluit babak kedua dibunyikan menandakan permainan berakhir dan dimenangkan oleh tim kampus sebelah.
Karena imbang, maka diadakan babak ketiga. Dalam babak ini siapapun yang berhasil menang maka akan keluar sebagai juara.
Kedua tim terlihat berusaha sangat keras dibabak penentuan ini. Semua orang berusaha sekuat tenang untuk bisa memenangkan pertandingan.
Pertandingan berjalan dalam tempo yang sangat cepat. Kegilaan Nicholas untuk segera mengakhiri permainan ini dan secepatnya makan malam bersama Vely membuatnya mengamuk seperti singa lapar.
Dengan cepat semua bola yang dibawanya segera dimasukkannya kedalam keranjang. Gerakannya yang gesit dan cepat telah mengecoh banyak penjaga kampus bintang yang bertugas menghalau Nicholas, namun tak berhasil.
Lagi – lagi skor bertambah untuk kampus sebelah. Nicholas terus saja memukul telak tim lawan dengan sangat baik hingga tim kampus bintang dibuat babak belur olehnya.
Jeritan yang memanggil nama Nicholas terus saja bergema di aula lapangan basket. Meski jumlah mereka minoritas, namun hal tersebut tidak menyurutkan suara teriakan mereka yang membahana diseluruh ruangan.
Skor bertambah terus namun saat pertandingan hampir berakhir, Nicholas yang sedang membawa bola memutar haluannya, dan tak terduga dia memasukkan bola tersebut kedalam ring basket timnya sendiri dan mencetak gol.
Tak lama setelah melakukan aksinya, peluit ditiup oleh wasit tanda pertamdingan telah berakhir. Tim Nicholas keluar sebagai juara dengan kemenangan mutlak hanya memberikan dua point untuk Brian diakhir aksinya.
“ Kedua point tadi adalah hadiah kakak untukmu…”, ucap Nicholas dengan santai sambil tersenyum meremehkan kearah Brian.
“ Astaga !!! kapten Nicholas memberikan point dengan menembakkan bola kedalam timnya sendiri untuk Brian…memalukan…”, ucap banyak orang disana.
Brian yang sejak tadi sudah menahan emosi akhirnya terpancing juga mendengar ucapan Nicholas barusan. Setelah Vely, sekali lagi Brian dipermalukan oleh Nicholas diahadapan banyak orang membuatnya sangat marah dan hampir saja menghajar Nicholas tapi dihentikan oleh rekan – rekan setimnya.
Jelas sekali tindakan Nicholas yang memberikan point terakhir untuk Brian adalah demi membalaskan dendam Vely karena perbuatan laki – laki itu telah menyakiti gadis yang sangat dicintainya.
“ Bagaimana menurutmu ?..apa kamu bahagia ?...”, tanya Crystal dengan wajah menggoda.
Vely hanya menganggukkan kepala saat digoda seperti itu oleh Crystal. Dia tidak bisa lagi menyembunyikan kebahagiannya atas semua perilaku Nicholas kepadanya.
Dilapangan, terlihat warga kampus sebelah sedang merayakan kemenangan mereka dengan melakukan selebrasi. Tampak Nicholas dilemparkan keudara oleh rekan – rekan se timya dengan penuh semangat.
Setelah berdiskusi dengan timnya, Nicholas berjalan kearah Vely sambil membawa sebuah trophy.
“ Itu…untuk…ini untukmu…”, ucap Nicholas sambil menyerahkan toiphy kemenangan yang ada ditangannya dengan gugup.
“ Terimakasih…”, ucap Vely bahagia.
Melihat gadis yang dicintainya menerima trophy kemenangannya membuat Nicholas sangat bahagia. Brian yang melihat kemesraan Nicholas dan Vely terlihat sangat marah dan menendang kursi yang ada didekatnya dengan sangat keras untuk melampiaskan emosinya.