Love Destiny

Love Destiny
Epson 361



Hari ini Rafael memutuskan untuk pergi ke kantor sang Daddy, ia memang sudah mulai turun tangan ke perusahaan Daddy nya.


Di perjalanan menuju kantor El yang sedang mengendarai mobil sport nya di kejutkan dengan mobil lain yang ugal-ugalan, El merasa tidak peduli karena itu bukan urusan nya.


Namun mobil itu terlihat bisa membahayakan pengemudi lain, terlihat dari beberapa mobil harus ngerem mendadak akibat mobil ugal-ugalan itu.


El merasa ia geram dengan orang-orang seperti itu, El tahu ia memiliki mobil tapi tak seharusnya seperti itu. Bagi El kelakuan orang itu terlihat norak, El pun menaikan kecepatan mobilnya untuk mengejar mobil itu.


Lihatlah El sudah berada tepat dibelakang mobil itu, tidak usah diragukan dengan cara El mengemudikan mobil. Ia sudah terbilang sangat mahir dalam hal itu, bahkan jika sedang berbincang dengan sang mommy El selalu di minta untuk menjadi seorang pembalap.


Namun karena El putra satu-satunya Keanu sang Daddy melarang El untuk menjadi pembalap, karena konsekuensi yang harus di ambil sangat tinggi. Jika El menang maka kemenangan yang di dapatkan, namun jika El sedang memiliki takdir yang buruk maka nyawa El yang akan menjadi taruhannya.


Kembali lagi ke pengemudi ugal-ugalan itu, El berhasil mengiring mobil itu ke tempat yang lumayan sepi lalu El menghadang mobil itu dengan mobil nya.


Sepertinya pemilik mobil itu tak terima dengan sikap Rafael yang menghadang nya, ia keluar dari mobil dengan gaya gagah nya lalu mengetuk kaca mobil Rafael.


Dengan santai El membuka pintu mobilnya dan keluar, kini keduanya sudah sama-sama keluar dari mobil dan berhadapan.


"Apa yang anda lakukan?" Tanya lelaki itu, El menatap nya datar.


"Seharusnya saya yang bertanya seperti itu, apa yang anda lakukan." Balas El, lelaki itu menatap El sengit.


"Cih, jelas-jelas kau yang menghalangi jalanku." Ucap nya, El tersenyum sinis.


"Ya, saya memang menghalangi jalan anda, tapi itu atas kesalahan anda. Apakah anda tidak berfikir cara anda mengemudi mobil bisa membahayakan pengendara lain?" Ucap El, lelaki itu tertawa tak suka.


"Itu urusan ku, lagipula jika ada yang celaka aku akan bertanggung jawab." Ujar nya, El benar-benar tak suka dengan orang seperti ini. Terlihat angkuh dan sombong, padahal mobil lelaki itu dengan mobil milik El saja sudah jelas jika El berada jauh di atas lelaki itu.


"Baiklah, pegang ucapan anda. Saran saya anda harus memikirkan keselamatan orang lain juga, jangan hanya memikirkan kesenangan anda." Ucap El, kini El membalikan tubuhnya dan kembali masuk kedalam mobil.


Lelaki itu menatap mobil El yang mulai melaju, ada rasa tak suka dalam hati nya. Ia merasa El begitu naif karena mempedulikan orang lain, lagipula jika dirinya membahayakan orang lain ya orang itu yang salah.


"Lelaki aneh." Ucap El dalam mobil nya, ia terus melajukan mobilnya.


Ingatan El berkelana kepada lelaki yang mencoba untuk mendekati Felly, si*l El baru mengingat jika orang itu adalah orang yang mendekati gadis nya.


Di tempat lain terlihat Devika yang tengah duduk di taman kampus, Felly berlari dan duduk di samping Devika membuat wanita itu menoleh.


"Kau kenapa vik?" Tanya Felly.


"Fell aku bingung." Jawab Devika menyandarkan kepalanya di pundak Felly.


"Hmmmmmm, apa yang membuat kamu bingung?" Tanya Felly.


"Kau tahu kita akan segera lulus, itu artinya aku akan sulit bertemu kalian. Bagaimana kita bisa berkumpul." Ucap Devika, Felly tersenyum mengelus kepala Devika.


"Devika kita akan tetap menjadi sahabat, tenanglah jangan memikirkan hal yang tidak seharusnya kamu fikirkan." Ucap Felly, Devika tersenyum ia menatap Felly.


"Fell kau tahu lelaki yang saat itu berada di pesta pertunangan ku." Ucap Devika.


"Lelaki? Lelaki yang ada di pesta mu itu kan banyak." Ucap Felly, Devika tertawa kecil lalu menangkup wajah cantik Felly. Sahabat ini benar-benar lucu.


"Tuan muda Auriga." Ucap Devika, Felly mengernyit menatap Devika.


"Niko maksudmu?" Tanya Felly, Devika mengangguk.


"Memangnya ada apa dengan Niko? Apa dia mengganggu kamu juga?" Tanya Felly lagi, Devika menggelengkan kepalanya lalu menghela nafasnya.


"Vika kenapa kau selalu berfikir negatif hmmmmmm, Kyra tidak mungkin menyukai Niko. Tenang saja, aku yakin Kyra akan mendapatkan yang lebih baik dari yang terbaik." Ucap Felly, Devika mengangguk.


"Ya kau benar, jangan sampai kisah Kyra, Kenzo dan Nathia terulang kembali." Ucap Devika, Felly mengernyit heran memang nya ada apa dengan ketiga sahabatnya itu.


"Memangnya mereka kenapa?" Tanya Felly, akhirnya Devika pun menceritakan.


Jika dulu Kyra begitu menyukai Kenzo begitupun dengan Nathia, namun karena Nathia lebih mempedulikan prasaan Kyra akhirnya gadis manis itu memilih untuk menyembunyikan perasaan nya.


Nathia selalu mendengarkan curhatan Devika mengenai Kenzo, bahkan Nathia selalu memberikan pendapat baik untuk keduanya. Seakan gadis itu mendukung Kyra sepenuh hati, bahkan Nathia pantas diberikan penghargaan atas keberhasilan menutupi prasaan nya.


Felly yang mendengar semua itu merasa salut kepada Nathia, ia benar-benar tak percaya Nathia bisa menahan rasa sakit nya. Persaingan memang ada tapi tidak dengan saudara sendiri, bagi Nathia mengalah lebih baik daripada harus bertengkar dengan Kyra kakak sepupu yang sangat di sayangnya.


"Nathia wanita baik ia pasti mendapat pasangan baik juga." Ucap Felly, Devika menatap Felly sendu.


"Begitupun dengan kamu fell." Lirib Devika, Felly menatap Devika dengan bingung.


"Aku? Ada apa denganku?" Tanya Felly.


"Dari sekian banyak orang aku rasa kamu orang yang sangat baik, kau rela menyelamatkan aku dan mengorbankan nyawa mu. Padahal saat itu kita belum lama bersahabat." Ucap Devika, Felly tersenyum memegang tangan Devika.


"Devika kamu adalah orang pertama yang ingin menjadikan aku sahabat mu, dan aku harus membalas semua itu bukan." Ucap Felly.


"Tapi kau membuatku takut, kau tahu mom and dad mu baru saja merasakan bertemu dan merawat anak gadis mereka. Aku takut jika mereka akan membuat mami dab papi juga kehilangan aku." Ujar Devika.


"Itu tidak mungkin, mom and dad tidak sejahat itu. Mereka tahu rasanya kehilangan anak, jadi mereka tidak mungkin membuat orang lain juga merasakan apa yang mereka rasakan." Ucap Felly, Devika tersenyum kini ia yakin jika dirinya harus membuat Felly dan Rafael bersatu.


Devika berfikir jika Felly adalah wanita yang tepat untuk Rafael, Devika berharap El bisa menerima Felly. Bagaimanapun caranya Devika harus mempersatukan keduanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Ngakak, gak tau aja Lo Devika kalo si El udah bucin akut sama si Felly 🤣


A: Ketinggalan berita gak si 😭


N: Gak apa-apa kan lucu, tar tiba-tiba sebar undangan eaaaaaakkkk 🤣


A: Bisa-bisanya Uun 😌


N: 🤣🤣🤣