
Sepulang dari kampus Kyra berjalan memasuki rumah begitu saja, ia merasa takut jika yang dikatakan oleh orang itu benar.
Terlahir karena kesalahan saja belagu, seperti itu bukan? Apakah benar Kyra adalah hasil dari kesalahan? Tapi jika memang iya kenapa, bukankah yang terpenting papi nya bertanggung jawab.
Karen yang melihat putrinya masuk dengan wajah ditekuk merasa heran begitupun dengan Kai, lelaki itu belum pernah melihat Kyra yang main nyelonong masuk begitu saja.
"Kyra kamu sudah pulang?" Tanya Karen, Kyra tak menjawab ia terus saja berjalan.
"Kyra mami kamu bertanya kenapa kamu tidak menjawab nya." Ucap Kai, Kyra masih tak menggubris wanita itu berjalan menaiki anak tangga sampai Kai yang berteriak barulah Kyra menghentikan langkahnya.
"Kyra Zivanna berhenti di situ atau papi akan marah!" Tegas Kai, berhasil membuat Kyra menghentikan langkahnya di tengah-tengah tangga.
Kai berjalan menuju tangga dan berdiri di bawah, lelaki itu menatap putrinya yang berdiri membelakangi Kai dan Karen.
"Ada apa dengan mu, kenapa kamu pulang tanpa menyapa kami. Bahkan saat mami mu bertanya kamu tidak menjawab nya." Ucap Kai, Karen diam ia juga bingung dengan sikap Kyra.
Karena saat pergi gadis itu masih baik-baik saja, tapi kenapa pulang sikap nya malah berubah.
"Aku lelah." Jawab Kyra, Kai tak percaya dengan jawaban putrinya.
"Apa ada kesalahan yang kami lakukan? Apakah ada hal yang tidak kamu suka dari kami, katakan Kyra kami orang tua kamu." Ucap Kai, membuat hati Kyra mencelos kenapa papi nya selalu menyalahkan diri sendiri jika menyangkut Kyra. Sesayang itu papi kepada Kyra sampai selalu bertanya kesalahan apa yang dilakukan nya hingga membuat Kyra bersikap beda hari ini.
"Tidak ada, papi dan mami terlalu baik untuk Kyra." Jawab nya, Kyra berlari menuju kamar nya.
"Kenapa Kyra tidak biasanya dia seperti itu." Ucap Karen.
"Sepertinya ada yang terjadi." Ucap Kai, Karen mengangguk. Karen tahu Kai tak pernah rela anak gadis nya terluka, entahlah ayah macam apa Kai yang jelas lelaki itu adalah sosok ayah kebanggaan bagi putrinya.
Di tempat lain tepatnya di kediaman Nathan dan Niken seorang wanita terdiam, kata-kata terlahir dari sebuah kesalahan rupanya berhasil mempengaruhi kedua gadis dari keluarga Richard.
Niken yang melihat Nathia diam pun menghampiri putrinya yang duduk di samping kolam renang, Niken mengelus kepala Nathia lembut.
"Anak mami kenapa kok melamun?" Tanya Niken, Nathia menoleh menatap wajah cantik mami nya.
"Mom bolehkah Nathia bertanya." Ujar gadis itu, ya Nathan memang selalu mengatakan bertanyalah jika ada sesuatu yang ingin kamu ketahui. Hal itu membuat Nathia selalu terbuka kepada kedua orang tua nya.
"Hmmmmm, ada apa sayang." Ucap Niken.
"Mom usia mu paling muda di antara mami Karen dan mommy Dena bukan, tapi kenapa usia Nathia paling tua dari semuanya?" Tanya nya, membuat Niken menelan Saliva nya ia bingung harus menjawab apa.
"Karena papi dan mami mu lebih dulu menikah daripada yang papi Kai dan dad Keanu sayang." Ucap Nathan, membuat Nathia dan Niken menoleh.
"Lebih dulu menikah?" Tanya Nathia.
"Iya, mami mu langsung menikah dengan papi setelah selesai sekolah. Maka dari itu kamu menjadi lebih tua dari yang lain." Ucap Nathan.
Nathan tidak rela menyakiti hati putrinya, tahu tidak sebesar apa sayang Nathan kepada Nathia? Rasanya tidak bisa di ungkapkan dengan apapun, Nathan saja tidak rela jika Nathia akan menikah dan ikut suaminya nanti.
"Kenapa mami tidak bekerja atau kuliah?" Tanya Nathia, Niken tersenyum menangkup wajah cantik Nathia.
"Karena mami tidak seberuntung kamu, mami tidak terlahir dari keluarga yang berada sayang. Tapi kamu tahu mami bersyukur karena putri mami terlahir dari keluarga yang berada, jadi kamu tidak akan merasakan apa yang mami rasakan dulu." Ucap Niken, Nathan menatap Niken sendu. Cinta Nathan ke Niken sudah sangat besar saking besarnya Nathan tidak bisa jauh dari Niken.
Nathia menatap kedua orangtuanya ia berharap apa yang dikatakan oleh Nathan dan Niken itu benar, meskipun kenyataannya tak sebaik yang dikatakan oleh Nathan dan Niken.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Ini kalo kurang memuaskan Mon maap ya Uun ya, rada-rada lier gue 😂*
N: Iya Thor gak apa-apa demi Alek kaga ngapa-ngapa 😂
A: Caaaa aeeee Marni 😂
N: Uun dong 😂
A: Oiya, heh yg kemarin bilang Uun sama Marni adik gue maap ya. Gue gak punya adik epribadeh 😂
N: Lah kan 😂 itu gue Thor gue 😂
A: Mangkanya 😁