
Setelah kejadian yang cukup mencekam kemarin, hari ini suasana kediaman Arnold kembali sunyi senyap seperti biasa, pasalnya sang iblis tidak berada dalam rumah karena harus ke Jepang untuk mengurus bisnisnya disana.
Saat Arnold tidak ada di rumah, semua orang bisa bernafas dengan lega meski hal tersebut tidak mengurangi produktivitas mereka selama sang majikan tidak berada didalam rumah.
Bukan hanya pera pekerja yang mengalami kelegaan tersebut, Crystal juga merasakan hal yang sama. Tidak adanya Arnold membuat dirinya lebih leluasa untuk bergerak, mempergunakan semua kebebasan yang didapatkannya dengan bijak.
Meski telah bebas, namun hal tersebut tidak membuat Crystal lengah. Dia secara intens mengirim pesan setiap kali hendak beraktivitas, meski kadang pesan tersebut tidak dibalas namun tidak menyurutkan langkahnya untuk selalu mengabari tunangannya itu.
Crystal tidak mau memberi celah pada siapapun yang hendak merengut kebahagiaannya, maka dari itu dia tidak boleh lengah, mengingat labilnya emosi yang dimilki Arnold membuat Crystal berupaya untuk tidak membuat masalah agar hati tunangannya itu bisa tenang.
Melihat Crystal mulai menikmati kebebasannya membuat Adisty geram. Apalagi sekarang sahabatnya itu tidak banyak bicara dengan dirinya, seperti sebelum – sebelumnya.
Bahkan keseriusan Crystal untuk mengejar semua ketertinggalannya selama enam bulan cuti membuat hati Adisty semakin ketar – ketir.
Dia tidak ingin nilai sahabatnya itu kembali bagus, jika sampai hal itu terjadi maka posisi dirinya dalam keluarga Abraham akan terancam.
Selama ini dia mempunyai kedudukan penting dihati orang tua Crystal karena dirinya mampu membuat gadis itu terlihat buruk dimata keluarganya, terutama kedua orang tuanya.
dengan kecerdasan yang dimilikinya dan keanggunan sikap yang selama ini ditunjukkan Adisty dihadapan keluarga besar Abraham membuatnya dipercaya untuk mendampingi Crystal, dengan harapan putri bungsunya itu bisa berubah menjadi anggun dan tidak bar - bar seperti sebelumnya.
Adisty yang licik mampu mencuci otak Crystal hingga gadis itu selalu mengikuti semua saran yang diberikan kepadanya tanpa curiga.
Dan sekarang, jika Crystal bisa berdiri sendiri dan berprestasi, maka tidak menutup kemungkinan dirinya akan terdepak dari keluarga Abraham.
Melihat sahabatnya berusaha dengan sangat keras dan melakukan berbagai cara untuk kembali mendekatinya, membuat Crystal tersenyum puas.
“ Ini baru langkah awal….tenang saja, kamu akan merasakan semua penderitaan yang sudah pernah aku rasakan…”, batin Crystal penuh dendam.
Renggangnya hubungan antara Adisty dan Crystal membuat orang – orang kembali meyakini bahwa rumor yang dihembuskan oleh Adisty adalah hoax sehingga banyak orang yang mulai mencemohnya.
Bahkan tidak sedikit yang mengatainya parasit dan tidak tahu diri. Karena hal itu juga, semua orang yang sempat dekat dengannya secara perlahan namun pasti mulai bergerak menjauh.
Begitulah warga kampus bintang, mereka tidak akan mendekati atau bergabung dengan seseorang yang tidak memilki kekuasaan atau kepentingan yang bisa mereka gunakan.
Semua orang tahu jika Adisty bisa menikmati fasilitas mewah selama berkuliah dikampus bintang itu karena dia dekat dengan Crystal, putri bungsu keluarga Abraham.
Namun sekarang, Crystal telah membuangnya. Maka tidak ada keuntungan bagi siapapun untuk menjalin hubungan atau dekat dengannya lagi.
Bahkan beberapa cowok yang dulu sangat dekat dengan Adisty sekarang juga mulai menjaga jarak dan perlahan meninggalkannya.
Kenyataan pahit yang diterimanya ini membuat Adisty sangat marah. Dia bahkan sempat berkelahi dengan sekelompok mahasiswi waktu mendengar mereka membicarakannya.
Sebuah tindakan implusif yang tidak pernah dilakukannya membuat namanya semakin buruk dikampus bintang. Kini Adisty merasa seorang diri, seperti apa yang terjadi pada saat dirinya saat masih duduk dibangku sekolah menengah atas.
FLASH BACK ON
Gadis culun berkaca mata tebal dengan rambut dikepang dua dan berponi tampak memasuki halaman sekolah menengah atas yang terbilang elit tersebut dengan pandangan waspada.
Sambil melangkah masuk kedalam gedung bertingkat yang ada dihadapannya itu, berkali - kali dia menoleh kekanan dan kekiri, memastikan tidak ada seorangpun yang melihatnya.
Namun sangat disayangkan, ada dua orang kakak kelas yang melihatnya dan merekapun segera berjalan mendekat kearahnya.
" Hey cupu...mau kemana kamu...", ucap salah satu kakak kelasnya itu sambil menarik kerah bajunya.
" Cepat belikan aku 2 bungkus roti dan dua susu coklat sekarang juga !!!....", bentaknya.
Degan tubuh gemetar, Adistypun segera berlari menuju kantin untuk membelikan roti dan susu coklat yang diminta kakak kelasnya itu.
Kejadian seperti ini dialami oleh Adisty setiap hari, bukan hanya kakak kelas yang membullynya, semua orang yang tak sengaja berpapasan dengannya pasti akan melakukan hal itu.
Penampilannya yang cupu menjadikannya sasaran empuk bagi mereka untuk melakukan bullying. Sebagai murid beasiswa, keberadaannya disekolah tidak terlalu diperdulikan oleh semua orang.
Bahkan tidak jarang orang – orang membullynya dan memanfaatkan kepintarannya demi ambisi pribadi mereka masing - masing.
Nasib buruk gadis itu bukan hanya saat berada disekolah, di rumahpun dia kerap mendapatkan kekerasan fisik dari kedua orang tuanya yang dianggapnya sebagai beban.
Untuk membuktikan dirinya berguna dan tidak menjadi beban bagi keluarganya, Adisty memutuskan untuk mencari kerja paruh waktu sepulang sekolah.
Dan disinilah sekarang, Adisty bekerja disebuah kafe yang menjual kopi dan roti. Sebuah tempat yang sering dibuat Gerald dan teman – temannya untuk nongkrong.
Meski satu sekolah dengan Gerald, namun Adisty sama sekali tidak punya kesempatan untuk bisa berbicara dengan pria tampan itu.
Hingga ditempat kerjanya inilah, dirinya bisa berbicara dengan cowok yang perlahan mulai mengisi hatinya. Namun sayang, sang pujaan hati ternyata sudah memiliki kekasih, seorang gadis yang cantik dan popular disekolahnya, Crystal Abraham.
Adisty menatap iri setiap Crystal bersama dengan Gerald. Hatinya sakit saat sang pujaan itu menatap kekasihnya dengan penuh cinta dan melakukan apapun untuk gadis yang sangat dicintainya itu.
Kadang Adisty bermimpi seandainya dia bisa menjadi seperti Crystal, cantik, kaya, pintar, dan popular maka tentunya dirinya bisa mempunyai kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan sang pujaan hati.
Demi meraih cintanya, Adisty bekerja keras demi bisa mengumpulkan pundi – pundi uang untuk merubah penampilannya.
Pekerjaan kasar apapun dilakukan oleh Adisty demi mengumpulkan pundi – pundi uang. Dan perjuangannya tersebut tidaklah sia-sia.
Setelah kelulusan, dirinya yang berhasil mendapatkan beasiswa di kampus bintang segera menggunakan uang yang terkumpul di tabungannya untuk merubah penampilannya.
Akibat penampilan barunya itu dia perlahan mulai mendekati Crystal yang dulu hanya bisa dilihatnya tanpa berani untuk mendekat.
Sesama mahasiswa baru dan sekelas membuat Adisty lebih leluasa untuk dekat dengan Crystal, seorang gadis cuek yang hanya ada Gerald dalam dunianya.
Setelah hampir satu semester berusaha keras untuk mendekati Crystal, akhirnya Adisty bisa dekat dengan putri bungsu Abraham itu.
Secara perlahan dia mulai melancarkan aksinya dengan masuk kedalam kediaman Abraham. Wajah polos dan lugunya serta kemampuan acting yang dimilikinta mampu menipu mata semua orang.
Kepiawaiannya beractig sebagai gadis polos dan lemah pada akhirnya mampu membuat semua orang bersimpati kepadanya.
Bahkan saking pintarnya mengambil hati dan mempengaruhi semua orang, Crystalpun berhasil dicuci otaknya oleh Adisty hingga selalu menurut pada setiap ucapan yang keluar dari bibir gadis itu.
Mengetahui ada keluarga Abraham yang melindungi dan mendukungnya membuat Adisty semakin besar kepala. Keingginannya untuk mendapatkan semua yang dimiliki oleh Crystal, sahabatnya itu perlahan mulai tercapai.
Ambisinya untuk mengantikan posisi Crystal didalam keluarga Abraham dan dihati Gerald membuatnya melakukan berbagai cara licik agar keingginannya terwujud. Hingga akhirnya hubungan Crystal dengan Gerald brerakhir dan Crystal terjebak dalam penjara Arnold Lincoln.
FLASH BACK OFF
.
.
.
Arnold sedikit tenang saat melihat pesan – pesan yang masuk kedalam ponselnya. Sudah tiga hari lamanya dia berada di Jepang, jauh dari Crystal.
Pada awalnya Arnold berpikir saat dirinya berada diluar negeri, Crystal akan senang dan melupakan dirinya.Namun ternyata pemikirannya salah, gadis itu masih intens mengirimkan kabar kepadanya.
Meski tanpa mengirim kabarpun, Arnold sudah mengetahui semua yang dilakukan oleh Crystal setiap hari lewat laporan anak buahnya yang bertugas untuk menjaga tunangannya itu dari kejauhan.
Akibat jadwalnya yang sangat padat, Arnold jarang membalas pesan yang dikirim oleh sang tunangan kepadanya. Namun hal tersebut nyatanya tidak mempengaruhi Crystal untuk terus mengabarinya, memberitahukan kepadanya aktivitas apa saja yang sedang dilakukannya.
Perhatian Crystal tersebut membuat hati Arnold seketika menghangat. Sedikit demi sedikit kepercayaan untuk tunangannya itu perlahan mulai tumbuh.