Love Destiny

Love Destiny
Epson 245



Suatu hari Dena mengikuti intan kemanapun gadis itu pergi, sampai Dena rela mengikuti intan ke tempat persembunyian nya.


Dena menggunakan mobil yang tidak di ketahui oleh intan agar gadis itu tidak merasa curiga kepada Dena yang sedang mengikuti nya, kini Dena berada di sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil.


"Cih, pengec*t! Ternyata disini persembunyian mu." Ujar Dena tersenyum smirk.


Dena melihat intan yang keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah, kebetulan sekali para penjaga rumah itu sedang tidak ada. Ini bisa menjadi kesempatan bagi Dena untuk masuk secara diam-diam.


Di tempat lain Dea Keanu dan yang lainnya merasa khawatir kepada Dena, Keanu yang sudah memasang pelacak di ponsel Dena pun berniat untuk menyusul istri nya.


Tidak hanya Keanu Dea Mei, Dio dan Justin pun ikut untuk menyusul Dena. Semenjak Dena sudah tahu kebenaran nya membuat Dena tidak bisa mengontrol emosi, jangan lupakan kai dan Nathan mereka juga ikut untuk menyusul Dena.


"Bagaimana ini dad, bagaimana jika Dena kenapa-napa." Ujar Dea kepada Justin.


"CK, kamu yang benar saja malah mengkhawatirkan Dena. Kamu tidak lihat bagaimana gadis kecil itu menyerang intan kemarin." Ucap Justin tenang.


"Ah iya, maksudku itu aku takut jika Dena melakukan hal yang dilakukan intan ke ayah." Lirih Dea.


"Bagus dong, dan asal kamu tahu Dena pasti akan melakukan itu." Kekeh Justin.


Kembali ke tempat Dena, belum juga Dena masuk kedalam rumah itu ia sudah melihat intan keluar lagi dari rumah.


Dena tersenyum karena intan pergi bersama papi nya, fikiran jahat Dena meronta-ronta.


"Baiklah, mungkin kalian tidak mau aku melakukan itu sekarang." Gumam Dena, ia kembali mengikuti intan jalanan sepi dan banyak pohon-pohon besar.


Braaakkkk!!!


"Shit." Umpat intan.


"Ada apa sayang?" Tanya papi intan.


"Orang di belakang menabrak mobil kita Pi." Ucap intan, terus melajukan mobil nya.


Sementara Dena tertawa puas melihat mobil yang di kendarai oleh intan yang terlihat oleng, Dena sengaja mengiring mobil itu ke daerah sepi bahkan terlihat sangat sepi tidak ada kendaraan yang lewat.


"Si*l." Kesal intan, gadis itu berhenti di depan sebuah gudang kosong dan turun dari mobil.


Intan yang merasa emosi mendekati mobil Dena dan mengetuk kaca mobil milik Dena, Dena yang tahu papi intan masih ada di dalam mobil pun memundurkan mobil nya.


Braaakkkk!!! Lagi-lagi Dena menabrak mobil itu dengan keras.


"Hey, kau g*la kau bisa melukai papi ku." Teriak intan.


"Itu yang aku inginkan, tidak peduli bagaimana pandangan orang lain yang aku inginkan kau merasakan apa yang aku rasakan." Gumam Dena.


Dena terus menabrak mobil itu hingga kini sudah mendekati jurang tepat di dekat gudang kosong, intan yang panik mengejar mobil Dena yang terus menabrak mobil milik nya. Bahkan papi intan sudah mencoba untuk mengerem mobil itu, namun tetap saja mobil itu maju meski sedikit demi sedikit.


"Selamat tinggal papi kesayangan intan." Lirih Dena, terakhir.


Braaakkkk!!!! Berhasil mobil itu terperosok ke dalam jurang dan intan teriak histeris.


"Papiiiiiiiiiii." Teriak nya, bahkan sebelum mobil itu terjatuh intan sempat mendengar papi nya berteriak.


"Dasar g*la keluar kau, kau mencelakai papi ku hiks... keluar." Teriak intan histeris, Dena membuka kaca mobil dengan wajah santai nya.


"Ada apa nona?" Tanya Dena.


"K_kau." Lirih intan.


"Ya ini aku, ada apa kau butuh bantuan ku?" Tanya Dena.


"Kau bilang apa? Aku pengec*t, lalu bagaimana dengan kamu dan papi mu yang tidak tahu d*ri itu." Teriak Dena berjalan mendekati intan.


"Tidak papi ku benar, dia harus menyingkirkan ayah mu agar dia bisa memiliki kak Mei." Teriak nya.


"Perset*n dengan kakak sepupu mu itu, yang aku inginkan hanya meleny*pkan mu seperti apa yang kau lakukan kepada opa dan kedua orang tua ku." Ucap Dena, wanita itu menyeret tubuh intan kedalam gudang.


"Lepas hiks, lepaskan aku... Siapa pun tolong aku dari wanita g*la ini." Teriak intan, Dena yang merasa kesal melempar tubuh intan. Sementara papi intan Dena meminta orang kepercayaan nya mengurus orang tua itu, Dena yakin papi intan tidak langsung Leny*P.


Bruugghh, Dena menendang sebuah kursi yang berada di gudang itu.


"Psycop*th." Teriak intan, Dena tersenyum sinis membuat intan menelan Saliva nya.


Dena berjalan kehadapan intan yang sedang terduduk, Dena menatap manik mata milik intan. Ah baiklah Dena melihat banyak kebencian dari tatapan intan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏


N**: Aaaaaaaa akhirnya yang gue tunggu nongol.😂


A: Telat up Mulu kan gue, karena kurang istirahat jadi ot*k nya blank 😭


N: Istirahat yang cukup ya Mak 😂


A: Sejak kapan gue jadi emak Lo 😭


N: Semenjak Lo nujukin jiwa bar-bar nya Dena 😂


A: etdah 😒


N: 😂😂😂*