
Di negara lain terlihat seorang lelaki tampan yang duduk di kursi kebesaran nya, Rafael Kavindra Richard. Ya, ia adalah cucu pertama tuan Richard.
Rafael melihat video laporan dari anak buahnya mengenai Felly, ya kekasihnya itu sering sekali di ganggu oleh lelaki aneh yang tidak Rafael kenal.
Rafael merasa marah dan tidak terima, karena lelaki itu begitu bersikeras untuk mengenal Felly. Ia ingin kembali tapi itu tidak mungkin, araaaaaaaaggggghhhh. El sangat merindukan Felly.
"Siapa dia sebenarnya, kenapa dia tidak berhenti mengganggu Felly." Tanya El, kepada orang kepercayaan nya.
"Maaf tuan, dia bukan asli dari negara nona muda tinggal. Sepertinya ia hanya tengah liburan atau ada pekerjaan di negara itu." Ucap nya.
"Apa kau sudah mencari tahu siapa dia sebenarnya?" Tanya Rafael lagi.
"Ya, dia anak dari seorang pengusaha di negara xx. Mungkin kedatangan nya hanya untuk mengurus beberapa hal, namun disayangkan ia bertemu dengan nona muda." Jawab nya lagi, Rafael diam ia menatap tajam layar dihadapan nya.
Melihat sikap Rafael seperti ini membuat tangan kanannya merasa takut, karena tidak seperti biasanya El terlihat dingin seperti ini.
Saat tengah menatap layar seorang wanita masuk kedalam ruang kerja Rafael, membuat Rafael mengalihkan pandangan.
"Permisi tuan, kita ada pertemuan dengan perusahaan dari negara xx tuan." Ucap nya, Rafael mengangguk dan bangun dari duduk nya.
Ia berjalan keluar dari ruang kerja nya dengan berwibawa, beberapa karyawan terlihat mengagumi ketampanan Rafael. Mereka baru tahu jika Rafael adalah anak pertama Keanu dan Dena, karena El tidak pernah muncul ke perusahaan cabang yang ada di luar negeri.
El hanya akan muncul di perusahaan Daddy nya yang ada di negara kelahirannya, ia jarang sekali turun ke perusahaan.
Rafael berjalan memasuki mobil karena memang mereka akan bertemu di sebuah restoran, hal itu membuat Rafael merasa ia harus profesional untuk menjaga nama baik opa dan Daddy nya.
Sementara itu di negara lain terlihat seorang anak gadis yang tengah berjalan di lorong sekolah, Revalia Ayaza Richard. Seorang putri dari pasangan Dena dan Keanu itu selalu mencuri perhatian dari para siswa.
"Ayaza." Panggil seseorang yang membuat Ayaza menghentikan langkahnya.
"Hmmmmmm, ada apa?" Tanya Ayaza.
"Nih, ada titipan buat kamu." Ucap Ria, yang tak lain sahabat Ayaza.
"Ria kamu kenapa si, kenapa selalu mau kalo ada yang nitip-nitip ke kamu." Ucap Ayaza dengan kesal.
"Yeeeee za, lagian gak apa-apa kali lagian ini titipan buat kamu kok." Ucap Ria, yaampun gadis itu memang baik.
"Yasudah Ria lain kali jangan mau kalau di titipin kaya gini lagi." Ucap Ayaza.
"CK, gak apa-apa seneng malah soalnya dititipin buat kamu za. Lagian difikir-fikir fans kamu banyak juga ya." Goda Ria, Ayaza mendengus mendengar perkataan sahabat nya.
Sepulang dari sekolah Ayaza melihat kerumunan murid di parkiran, ia bingung apa yang terjadi kenapa siswa perempuan berkerumun disana.
"Ada apaan si za." Tanya Ria.
"Ga tau itu rame-rame ada apaan ya." Balas Ayaza.
Karena bingung akhirnya Ria memutuskan untuk bertanya kepada siswa perempuan yang berlari di dekat nya, membuat Ayaza tertawa karena tubuh Ria yang mungil hampir terpental.
"Etdah, jangan lari mulu apa aku mau nanya ini." Sengit Ria, teman sekolah nya pun terhenti dan menatap Ria tajam.
"Apaan si ri." Tanya nya.
"Santai dong, orang aku cuma mau nanya kok." Ucap Ria.
"Yasudah mau nanya apaan." Ucap nya.
"Itu ada apa rame-rame?" Tanya Ria.
"Oh, itu ada cowo ganteng yang datang ke sekolah." Jawab nya, setelah itu gadis tadi pun pergi.
"Ada apaan ri?" Tanya Ayaza.
"Halah perkara cowo ganteng doang sebegitu heboh nya, giamana kalo yang ke sekolah Oppa-oppa aku." Ujar nya, Ayaza tertawa lepas. Ria memang tipe orang yang humoris, jangan lupa jika Ria seorang penggemar boy group dan aktor-aktor di negara nya.
"Halah gantengan juga tujuh pangeran Aya ri." Ujar nya, Ria menoleh dirinya dan Ayaza memang sama menyukai Oppa-oppa.
Ayaza mengernyit saat kerumunan itu berbelah, ia melihat sosok yang sangat di kenal nya disana.
Kenzo, itulah yang ada di fikiran Ayaza saat ini. Ayaza berlari ke arah kerumunan itu diikuti oleh Ria dari belakang.
"Za kamu kenapa si kesambet." Ucap Ria.
"Ayo apa ri buruan, kaya kenal itu orang." Ucap. Ayaza, belum sampai Ayaza di kerumunan itu seseorang berdiri dengan senyum manis menatap ke arah nya.
"Lah pangeran cebong ternyata." Ceplos Ria, saat melihat Kenzo dan membuat Ayaza menghentikan langkahnya.
"Cebong-cebong begitu juga dia ganteng ri." Ceplos Ayaza.
"Hai girls." Sapa Kenzo, beberapa siswa terkejut karena Kenzo ternyata mencari Ayaza.
"Nyari tuan putri tentu nya, sudah selesai kan." Ucap Kenzo, Ayaza mengangguk membuat Kenzo tersenyum.
"Yok pulang." Ajak Kenzo, Ria mendengus ia selalu terlupakan jika sudah seperti ini.
"Tapi Ria." Ucap Ayaza.
"Biar nanti supir kakak yang antar, sekarang Aya ikut kakak oke." Ujar nya mengelus kepala Ayaza, membuat Ria tertawa mengingat banyak teman sekolah nya yang menyukai Ayaza.
"Ri gak apa-apa nih aku duluan?" Tanya nya.
"Gak apa-apa kok za, tenang aku masih mau melihat mereka patah hati masal." Ceplos Ria, membuat Kenzo mengernyit.
Kenzo mengedarkan pandangannya kepada para siswa laki-laki yang menatap nya dengan garang, Kenzo tertawa kecil ternyata ia kini bersaing dengan anak sekolah.
"Ish, Ria ngada-ngada deh." Dengus Ayaza.
Setelah berdebat dengan Ria akhirnya Ayaza pun pergi dari sekolah dengan di gandeng oleh Kenzo, Ayaza menatap Kenzo yang sedang mengemudi.
"Kenapa za, tahu kok kakak ganteng emang gaada obat kan." Ucap Kenzo, Ayaza mencebikan bibirnya kesal.
"Kakak kenapa harus ke sekolah si kak, kakak kan bisa tunggu Aya di depan gerbang." Ujar nya, Kenzo tersenyum kini ia harus mulai memikirkan kisah nya dengan Ayaza.
Kenzo menepikan mobilnya di pinggir jalan, membuat Ayaza menatap Kenzo dengan bingung.
"Kenapa?" Tanya Ayaza, Kenzo tersenyum menangkup wajah cantik Ayaza.
"Kamu milik kakak kan za, kakak gak mau nanti kalau kakak ada urusan kerjaan yang mengharuskan kakak pergi kamu malah sama orang lain." Lirih Kenzo, Ayaza diam ia tidak tahu dengan hal itu.
Ayaza juga tidak bisa memastikan dengan siapa ia akan bersanding, Ayaza menatap mata indah lelaki yang ada di hadapannya.
"Kakak benar-benar menginginkan Ayaza?" Tanya nya, Kenzo memasang wajah datar dan serius.
"Apa kakak terlihat sedang bercanda." Jawab lelaki itu, Ayaza menggelengkan kepalanya membuat Kenzo menunggu jawaban gadis itu.
"Kak, Aya tahu tidak lama lagi kakak akan sibuk seperti kak El. Tapi Aya harap kakak mengerti keadaan Aya, Aya gak bisa mengambil keputusan sementara Aya masih menjadi tanggung jawab mommy dan Daddy." Ujar nya, lihat bagaimana bisa Kenzo berpaling jika Ayaza selalu memikirkan perasaan orang tuanya.
"Kakak mengerti, kakak akan menemui mom and Daddy kamu nanti." Ucap Kenzo, Ayaza menatap Kenzo dengan sendu.
"Bagaimana jika Aya yang harus pergi mengejar cita-cita Aya?" Tanya nya, Kenzo tersenyum manis menatap wanita cantik disampingnya.
"Kakak akan mendukung kamu." Ucap Kenzo, Ayaza tersenyum manis membuat Kenzo senang.
Kini Kenzo melajukan kembali mobil nya, kali ini ia akan benar-benar mengantarkan Ayaza pulang ke rumah nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Ken Ayaza masih lama lulus sekolah nya, mending sama gue aja gimana 😂*
A: Etdah si Marni, bisa-bisanya ngomong begitu. tapi boleh lah 😂
N: Nj*iirrr mau juga ternyata 🤣
A: Tolonglah jangan begitu, gue juga mau yang modelan Kenzo sama Rafael 😂
N: Yok dah seorang satu biar adil 🤣
A: Terniat kan 😂
N: Tentunya 🤣🤣🤣