Love Destiny

Love Destiny
MENGGALI LUBANG SENDIRI



Crystal yang sedang sibuk dengan berkas - berkas yang ada dihadapannya mendapat kabar dari Lea jika di kampus  bintang sore ini suasana kembali ricuh saat Brian yang telah dipermalukan oleh Vely tadi pagi dicafetaria ingin membalas dendam dengan melakukan pernyataan cinta secara terbuka kepada Adisty.


Untuk itu, Brian yang dibantu oleh rekan – rekannya dalam tim basket kampus bintang  terlihat sibuk sejak  siang  untuk mempersiapkan semua.


Meski banyak yang mendukung aksinya, namun tak sedikit juga yang mencibir, mengatainya aktor yang tak laku hingga memainkan drama murahan dikampus bersama Adisty.


Sebagai aktor pendatang baru, akting Brian disejumlah film yang dibintanginya tidaklah bagus. Hanya karena wajahnya yang tampan dan dukungan kuat dari keluarga Wilsonlah para sutradara mendapuknya sebagai pemeran pembantu utama dalam beberapa film layar lebar.


Tanpa kedua hal itu, Brian tidak ada apa – apanya didunia hiburan. Namun tampaknya bakat yang tak tersalurkan dalam dunia hiburan tersebut dia salurkan dikampus.


Julukan raja drama pun disematkan untuknya setelah berbagai drama murahan dia tampilkan  bersama ratu drama kampus bintang, Adisty


Dihalaman depan perpustakaan, tempat dimana orang berlalu lalang untuk mencapai gedung perkuliahan terlihat symbol hati bungga mawar yang cukup besar.


Dengan berbagai macam warna lilin kecil yang menghias sepanjang  jalan menuju symbol hati dengan nama Adisty terlihat jelas disana.


Sementara itu, Brian terlihat berdiri dengan gagahnya ditengah – tengah symbol hati sambil membawa bucket mawar merah yang sangat besar hingga seluruh wajah Brian tertutup bucket yang dibawanya.


Mendengar jika Brian mencarinya, Adisty terlihat berlari kecil menuju perpustakaan dengan wajah berseri – seri bahagia.


" Akhirnya hari pembuktian itu datang juga....", batinnya penuh haru.


Saat Adisty tiba dihadapannya, Brian segera berlutut dihadapan Adisty sambil memengan satu tangganya dan berucap :


“ Adisty…maaf jika aku lancang. Tapi aku sudah tidak kuasa untuk membendung semua rasa ini. Sejak pertamakali bertemu denganmu, aku sudah jatuh cinta padamu. Aku suka kesederhanaanmu….kebaikanmu…ketulusan hatimu….dan segala hal yang ada dalam dirimu. Aku ingin melindungimu dengan segenap jiwa ragaku, selamanya…. ”, ucap Brian dengan penuh perasaan.


Vely yang melihat adegan tersebut saat hendak menuju parkiran hanya acuh dan pergi begitu saja, sedikit membuat Brian geram karena merasa tindakan untuk memprovokasi Vely  tidak berhasil.


Namun tidak dengan Adisty, dia terus saja tersenyum manis dengan muka merona tanpa mengeluarkan sepatah katapun, mengambil bucket mawar dari tangan Brian, dan berjalan menjauh dari kerumunan dengan wajah memerah.


Semua orang dan Brian merasa jika Adisty menerima cintanya. Namun tidak bagi gadis itu, diamnya adalah karena dia tidak ingin memberikan jawaban apapun, karena itu bisa membuat oarng yang dijadikan ban serep olehnya terluka.


Adisty memang selalu melakukan hal ini jika ada seseorang yang menyatakan cinta kepadanya, tanpa kata dan menerima apa yang  mereka berikan dengan wajah merah merona menahan malu.


Sikap ambigu Adisty ini nyatanya mampu membuat banyak lelaki merasa cintanya telah diterima dan secara sepihak mengklaim Adisty sebagai kekasihnya.


Adistypun juga memperlakukan mereka seperti kekasih meski  tidak ada status jelas dalam hubungan mereka karena Adisty tidak pernah mengakui secara terang - terangan jika mereka adalah kekasihnya.


Dan jika  diantara mereka sudah tidak berguna lagi untuknya, dia tidak segan –segan membuangnya, dengan alasan kapan dia menerima cinta mereka, padahal selama ini tidak ada kata tersebut terlontar langsung dari mulutnya.


Membuat banyak orang sakit hati dan terluka, namun Adisty tidak  perduli. Baginya mati satu tumbuh seribu. Kehilangan satu laki - laki maka akan datang seribu laki - laki lain yang rela melakukan apapun untuknya.


Yang dengan senang hati mendukung dan mengeluarkan sejumlah uang untuk memenuhi gaya hidup serta  memuaskan ambisi pribadinya hanya dengan modal tubuh dan kecantikannya.


Aksi nekat Brian ini seperti mengali lubang kematian sendiri. Saat sang papa memerintahkan putranya untuk lebih dekat dengan Vely, dirinya malah membuat pengakuan tentang perasaannya untuk Adisty didepan umum.


Lea yang melihat aksi tersebut segera merekam dan mengirimkan video rekaman itu  kepada Crystal. Begitu mendapatkan video tentang aksi  Brian dari Lea, Crystal langsung mengirimnya ke papi Vely, berharap langkah yang diambil om Andreas bisa segera membungkam kesombongan mantan tunangan Vely itu.


Andreas yang melihat video yang Crystal kirim hatinya kembali memanas dan semakin membulatkan tekadnya untuk mengahancurkan AN Group, agar keluarga tersebut tidak terus mempermainkan keluarga mereka.


....................................................


Satu minggu berikutnya,


Crystal yang sudah satu minggu ini selalu datang keperusahaan setelah menyelesaikan mata kuliahnya sudah melihat hasil kebijakan yang telah dibuatnya selama ini.


Satu persatu orang yang berniat merongrong perusahaannya mulai mengundurkan diri dengan sukarela. Dana penggelapan, meski belum semua sudah mulai mengalir direkening perusahaan.


Meski tidak dipecat, namun pegawai yang korup tersebut diturunkan jabatannya dan sedang dalam posisi karantina untuk melihat kinerja mereka sampai batas waktu yang telah ditentukan.


Bukannya memberi kelonggaran, Crystal hanya memancing seseorang yang berada dibalik semua ini agar keluar dari persembunyiannya.


Untuk itu, beberapa pegawai korup yang dirasa masih bisa dimanfaatkan olehnya akan dipertahankan hingga apa yang diinginkan tercapai.


Selain masalah pegawai, Crystal juga sudah mulai membenahi beberapa bagian yang berlubang agar kembali lagi tertutup.


Andreaslah disini yang paling sibuk dan dibuat pusing sejak kehadiran Crystal di perusahaan. Dia secara khusus ditunjuk oleh Abraham untuk menjadi assisten  pribadi putrinya itu.


Dia harus benar – benar mengawal dan memantau pergerakan setiap divisi yang masuk dalam list Crystal untuk diawasi.


Perubahan cukup cepat  yang terjadi diperusahaan membuat semua orang harus beradaptasi dengan cepat pula agar tidak terlindas.


Sudah satu minggu juga Crystal belum mendengar kabar apapun dari papinya Vely. Sementara itu Brian semakin mengumbar kemesraannya dengan Adisty dimuka umum, berharap Vely terusik.


Namun nyatanya Vely sama sekali tak terpengaruh akan hal itu dan tetap berlaku acuh. Dia semakin memantapkan hati dan hubungannya dengan Nicholas.


Meski sekarang Nicholas sedang berada dalam asrama atlit, namun komunikasi diantara mereka sama sekali tidak terputus, membuat tempat Brian dihati Vely perlahan namun pasti mulai menghilang.


Siang ini, setelah mengerjakan proyek bersama timnya, Crystal menyempatkan diri untuk makan siang bersama Lea dan Vely disebuah café yang tak jauh dari kampus.


Mereka bertiga bertemu untuk membahas semua rencana untuk mengekspos kebusukan Adisty dimuka umum, agar semua orang tahu dan berharap tidak ada korban lagi yang bernasib sama seperti mereka.


“ Jadi fix…saat acara puncak ulang tahun kampus ya…”, ucap Lea bersemangat.


“ Fix…”, ucap Crystal dan Vely serempak.


Saat sedang asyik mendiskusikan langkah yang harus mereka ambil dalam puncak acara tersebut tiba – tiba ponsel Vely berbunyi, hingga semua orang mengalihkan atensinya ke layar ponsel Vely yang tergeletak diatas meja.


“ Cepat angkat !!!...itu dari om Andreas…”, ucap Crystal bersemangat.


Ketiga gadis tersebut  terlihat sangat antusias, ingin mendengar kabar baik dari papinya Vely. Melihat betapa bersemangatnya dua sahabat barunya itu, Vely segera mengangkat telepon sang papi dan meloud speakernya agar semua bisa mendengar.


“ Halo pi…”, ucap Vely ceria.


“ Halo sayang, papi menghubungimu karena ingin berbagi kabar baik. Papi berhasil mendapatkan semua proyek yang ada di pemerintahan dan sebentar lagi kami akan melakukan penandatangannan MOU. Doakan semua berjalan lancar ya sayang….”, ucap papinya Vely bahagia.


“ Tentu saja pi…Vely akan selalu berdoa demi kelancaran semua usaha yang papi kerjakan hari ini…”, ucap Vely  memberi semangat dan doa buat papinya.


“ Kamu juga bisa lega, hari ini papi akan mengumumkan secara resmi dimedia cetak dan elektronik tentang pembatalan pertunangan kalian berdua.  Dan sampaikan terimakasihku sekali lagi untuk sahabatmu Crystal, berkat peringatan darinya papi bisa bertindak tepat waktu, sebelum semuanya terlambat….”, ucap Andreas bahagia.


“ Benarkah pi !!!….”, ucap Vely dengan mata berbinar.


“ Benar sayang....Papi juga sudah membatalkan semua kerjasama dengan AN Group dan juga sudah memulihkan kondisi keuangan akibat tindakan itu. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi, semua sudah papi bereskan…”, ucap Andreas lagi, semua ucapannya bertujuan agar sang putri menjadi tenang.


" Vely sangat senang mendengar semua ini pi....", ucap Vely tersenyum lebar.


“ Kalau begitu papi tutup dulu teleponnya ya…sampai bertemu di rumah….”, ucap Andreas lembut.


“ Baik pi…sampai bertemu di rumah nanti malam…”, balas Vely sambil tersenyum lebar.


Setelah menutup telepon, ketiga gadis tersebut langsung berdiri dan mulai berpelukan seperti teletubies.


“ Luar biasa !!!...”


“ Papi lu memang yang terbaik !!!...”


Ucap Lea dan Crystal berbarengan.


Setelah berkata begitu, ketiganya mulai tertawa terbahak – bahak. Untung saja mereka berada di lantai dua yang kebetulan sedang kosong tidak ada pengunjung, hingga aksi mereka tidak ada yang melihat.


Jika tidak, mungkin mereka bertiga akan dibilang gila karena tertawa keras sambil menari - nari karena bahagia. Akhirnya sebentar lagi mereka bisa membungkam kesombongan keluarga Brian yang tahu diri itu.


Sementara itu, Bagus dan Felita, orang tua Brian sangat syok mendengar jika tender proyek pemerintahan tersebut berhasil dimenangkan oleh Wilson Group.


Itu artinya Andreas telah menusuknya dari belakang. Apalagi perlahan dia mulai sadar jika satu persatu investor proyeknya mulai mundur.


Membuat beberapa proyek yang ditanganinya merugi, apalagi banyaknya pembayaran bank yang akan jatuh tempo minggu depan membuat kepala Bagus serasa mau pecah.