Love Destiny

Love Destiny
Epson 236



Keesokan harinya Dena sudah terlihat seperti biasa, karena Dena sudah meyakinkan dirinya bahwa ia tidak boleh terlarut dalam kesedihan. Yang malah akan mengurangi perhatian nya kepada Rafael dan Keanu.


Bahkan Dena sudah terlihat bisa tertawa meskipun dalam hatinya masih ada kesedihan, tapi ia harus kuat demi anak dan suaminya bukan.


"Dek." Panggil Dea.


"Iya kak?" Sahut Dena, Dena memegang tangan Dena dan mengajak adik nya duduk di meja makan.


"Kakak mau bicara sama kamu de." Ucap Dea, Dena pun mengangguk dan menatap wajah cantik sang kakak.


"Hmmmmm, silahkan." Jawab Dena.


"Apa gak sebaliknya kamu iku Keanu pulang?" Ucap Dea hati-hati, karena takut menyinggung perasaan Dena.


"Kenapa? Aku ingin menemani ayah dan bunda." Ucap Dena, membuat Dea menghela nafasnya.


"Dek dengar kakak, kita disini bukan tidak ingin kamu berada disini bersama kami." Ucap Dea, membuat Dena menatap intens kakak nya.


"Hmmmmm, lalu?" Tanya Dena.


"Begini kamu tidak perlu memikirkan ayah dan bunda, ada kakak dan bang Dio juga para aunty disini. Dan sebaiknya kamu kembali bersama Keanu, kamu temani Keanu disana." Ucap Dea.


"Tapi Kean tidak keberatan jika aku disini sampai ayah dan bunda sadar." Lirih Dena.


"Ya, kakak tahu suami kamu itu tidak akan keberatan. Dan kakak tahu apapun yang kamu inginkan pasti akan di iya kan oleh suami kamu, tapi apakah kamu pernah berfikir bagaimana perasaan Keanu. Bukankah selama ini kamu tahu kalau Kean tidak pernah bisa jauh dari kamu." Ucap Dea, membuat Dena terdiam.


Dena berfikir apakah dirinya terlalu egois jika terus berada disini, sebenarnya Dena tidak ingin meninggalkan ayah dan bunda nya.


"Kak aku_" Lirih Dena, namun Dea langsung menangkup wajah cantik Dena dan menatap adik bungsu nya.


"Apakah bunda pernah mengajarkan kamu untuk melepaskan kewajiban kamu sebagai seorang istri? Tidak! Bunda tidak pernah suka jika anak nya melepaskan kewajiban terhadap suaminya." Ucap Dea, membahas tentang nasihat sang bunda membuat hati Dea seakan teriris.


"Ingat de jangan pernah kamu tinggalkan suami kamu, kakak janji apapun yang terjadi kakak akan selalu mengabari kamu. Keanu butuh kamu begitupun dengan Rafael,jadi kembali lah kasihan jika Kean harus kesini dalam waktu dua atau tiga hari sekali." Ucap Dea, bukan apa-apa karena sebelum kecelakaan itu terjadi ayah dan bunda selalu mengingatkan Dea.


Flashback on!!!


***Tepat tiga hari sebelum terjadinya kecelakaan ayah Rio duduk di ruang tengah bersama dengan bunda Sisil dan Dea, saat itu entah mengapa Dea merasa tidak ingin jauh dari ayah dan bunda nya.


Bahkan Dea duduk di antara ayah dan bundanya, bunda Sisil mengelus kepala Dea lembut.


"Kak ingat kamu jangan sampai meninggalkan suami kamu hanya karena ayah dan bunda, kamu emang putri bunda tapi sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab suami kamu. Surga kamu itu berada di Ridha nya suami kamu." Ucap bunda Sisil.


"Bunda kenapa ngomong gitu, Dea kan gak pernah ninggalin bang Justin." Balas Dea.


"Ini itu nasihat untuk kamu kak, umur tidak ada yang tahu. Kalau nanti ayah dan bunda tidak ada kan kamu bisa menasehati adik-adik kamu seperti Mei dan Dena." Ucap bunda Sisil membuat Dea merinding.


"Bunda kenapa si, bunda gak perlu khawatir kita punya batasan tersendiri bund. Kita bisa bagi waktu kita bersama suami dan orang tua kita." Ujar Dea.


"Ingat ya kak kemanapun kamu pergi itu harus seijin suami, ayah gak mau dibilang gagal didik anak-anak ayah." Ucap ayah Rio penuh harap.


Dea memeluk kedua orangtuanya dengan air mata yang menetes, namun dengan cepat Dea menghapus nya.


"Bukan cuma kepada kamu, ayah juga mengatakan ini kepada Dio kak. Bukan hanya istri yang harus terbuka tapi suami juga, karena kesuksesan seorang suami ada dalam doa istrinya dan bagaimana cara dia membahagiakan istrinya." Ucap ayah Rio.


"Benar itu, bukan cuma harta yang membuat bahagia tapi hal-hal kecil dan sederhana juga bisa membuat bahagia." Ucap sang bunda***.


Kata-kata itulah yang selalu diingat oleh Dea, dan ia menceritakan semua itu kepada Dena membuat Dena tertegun.


Dena menubruk tubuh Dea dengan tersenyum manis, Dea menerima itu dengan senang hati.


"Aku tidak ingin mengecewakan ayah dan bunda, jika itu yang diinginkan oleh ayah maka aku akan kembali bersama Keanu." Lirih Dena.


"Kakak percaya kamu akan mengerti sayang, kamu bisa kembali kapan saja tanpa harus melepaskan kewajiban kamu terhadap suami kamu." Ucap Dea, Dena pun mengangguk dalam pelukan sang kakak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Maaf aku telat up, karena kemarin-kemarin aku up tepat waktu dan kebetulan ada urusan jadi aku enggak up dulu Mon maap 😊


N: Gak apa-apa, Lo juga punya real kehidupan Thor 😂


A: Uun kamu paling ngerti 🤗


N: Oiya dong, ngerti apalagi pas Lo udah bikin gue mewek Bombay 😌


A: Suprise un 😂


N: Suprise pale Lo 😒


A: 😂😂😂*