Love Destiny

Love Destiny
Epson 267



Keesokan harinya Kyra datang ke kampus bertepatan dengan Kenzo yang juga baru sampai, Kyra melihat Kenzo memutari mobil nya dan membukakan pintu untuk seseorang.


Kyra terdiam melihat orang yang baru saja keluar dari dalam mobil Kenzo, ia ingin menghampiri kedua orang itu namun Kyra sudah berjanji kepada sang papi tidak akan terlalu terobsesi kepada Kenzo.


"Kyra." Panggil seseorang, saat kyra berniat pergi.


"Ya." Sahut Kyra mencoba tersenyum.


"Kamu mau ke kelas?" Tanya Nathia, ya gadis itu adalah Nathia yang baru saja keluar dari mobil Kenzo.


"Hmmmmm, apa kamu juga akan ke kelas Tia?" Tanya Kyra lembut, baiklah Kyra kau harus bersikap layaknya seorang kakak.


Meskipun Nathia terlahir lebih dulu darimu, namun tetap saja dalam status keluarga Kau tetap kakak nya bukan.


"Hmmmmm." Ucap Nathia.


"Nath aku duluan." Ucap Kenzo, tersenyum Nathia mengangguk dan Kyra hanya tersenyum tipis.


"Ayok girls." Ajak Kyra, sebenarnya Nathia merasa tidak enak kepada Kyra namun bagaimana lagi.


Mobilnya tiba-tiba mati saat ia dalam perjalanan ke kampus, beruntung saat itu Kenzo lewat dan mengajak Nathia untuk pergi bersama.


"Kyra aku dan Kenzo_" Ucapan Nathia terhenti, saat Kyra menatap nya.


"Sudah tidak apa-apa Nathia, kau tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku." Ucap Kyra.


"Tapi Kyra aku." Ucap Nathia lagi.


"CK, aku tidak marah kepadamu. Ayok kita ke kelas." Ucap Kyra.


(Aku tahu apa yang kamu rasakan Kyra, tapi sungguh aku tidak sengaja bertemu dengan Kenzo. Jika mobilku tidak mati tiba-tiba aku tidak akan mau membuat kamu terluka, maafkan aku.) Batin Nathia, gadis itu mengekori Kyra.


"Hai, kalian kenapa?" Tanya Devika, yang heran melihat wajah sendu Kyra dan Nathia.


"Tidak apa-apa, aku ke kelas duluan." Ucap Kyra berlalu begitu saja.


"Nath, ada apa?" Tanya Devika.


"Tidak." Jawab Nathia menggelengkan kepalanya.


"Kau ada masalah dengan Kyra?" Tanya Devika.


"Katkan, apa kau tidak percaya kepadaku?" Tanya Devika, Nathia pun mendongak dan menatap wajah Devika.


Nathia menceritakan semua yang terjadi, Devika tersenyum manis mendengar ucapan tulus Nathia.


Entah mengapa Devika merasa Nathia tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya berada di atas yang lain, bahkan seringkali Devika berfikir apakah Nathia lupa jika dirinya terlahir dalam keluarga Sultan.


"Bukankah itu memang seharusnya terjadi." Ucap Devika, membuat Nathia mengernyit.


"Apa maksudmu?" Tanya nya.


"Memang seharusnya Kyra tahu jika bukan hanya dirinya yang memiliki hati kepada Kenzo, ada kau yang selalu diam namun juga tertarik kepada Kenzo." Ucap Devika.


"Bukankah sudah seharusnya aku mengalah sebagai cucuk tertua dalam keluarga Richard." Ujar Nathia, ah bahkan baru kali ini Nathia mengakui dirinya cucuk dari keluarga Richard.


"Itu karena kau lahir lebih dulu, hukum alam nya Kyra lah yang menjadi seorang kakak." Ucap Devika.


"Devika kenapa kamu selalu mendukung ku?" Tanya Nathia.


"Aku tidak mendukung siapapun Nathia, hanya saja aku tahu mencintai dalam diam itu tidak mudah. Kita harus berpura-pura di hadapan orang yang kita suka, kita harus terlihat biasa saja tanpa menunjukkan rasa tertarik kita." Ucap Devika.


"Mencintai dalam diam? Apa kau juga mengalami hal yang sama?" Tanya Nathia.


Devika tersenyum dan menggeleng, ia tidak ingin orang lain tahu tentang apa yang ia rasakan. Apalagi Nathia adalah saudara Rafael yang paling dekat dengan El, Devika takut jika Nathia akan mengatakan perasaannya kepada El. Yang berujung El menghindari nya, sama seperti Kenzo yang selalu mencoba menghindari Kyra.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Kenzo, membuat Nathia dan Devika terkejut.


"Ish, ini orang main nongol aja." Cetus Devika.


"Aku mendengar kalian membicarakan soal mencintai dalam diam, siapa yang mencintai dalam diam?" Tanya Kenzo membuat Nathia dan Devika saling pandang.


Jika tidak ada Kyra Kenzo berani menghampiri Nathia dan Devika, karena Kenzo percaya keduanya tidak memiliki hati kepada dirinya.


Bukan apa-apa Kenzo hanya tidak ingin memberikan harapan, lebih baik terang-terangan dengan bersikap kurang nyaman. Daripada pura-pura nyaman namun akan menyakitkan nantinya.


"Mami dan papi ku Kenzo." Ucap Devika, Kenzo pun tertawa.


"Apa kau tidak seperti itu Devika?" Goda Kenzo.


"Tentu saja tidak, kamu ini." Ucap Devika.


Kenzo tertawa lalu mengacak-acak rambut Devika dan Nathia, hingga membuat keduanya memekik karena kesal.


Sikap Nathia dan Devika yang menggemaskan membuat Kenzo tertawa puas, entah apa Kenzo merasa beban di pundak nya lepas saat Kyra tidak mengikuti nya hari ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


Jangan lupa mampir sebelah ya (JURNEY OF LOVE**) kalo gak ketemu bisa klik profil author aja, biar lebih gampang nyari nya 🤗


N: Devinisi cinta segi banyak 😂


A: Segi banyak gak tuh 🤣


N: Abis gue lier banyak teka-teki nya Thor 😂


A: Eh kemarin ada yg minta buat masupin keluarga Dena, kan gue udah ngomong ya inimah khusus Rafael dan antek-anteknya. Keluarga Dena mah misah yaampun 😒


N: Udah gausah difikirin, Lo focus nulis aja ye kan 😂


A: Ngokhey, jangan lupa vote 😁


N: Siaaap 😂*