Love Destiny

Love Destiny
MELEPAS RINDU



Saat Crystal tiba diruang tamu, dia melihat Arnold berjalan menuruni tangga dengan eskpresi suram di wajahnya. Crystal yang tidak peka dengan apa yang dirasakan oleh Arnold melenggang masuk kedalam sambil memakan apel ditangannya bersama Adoff yang berjalan disampingnya.


“ Kamu sudah datang ?...”, tanya Arnold dingin sambil melirik buah apel yang ada ditangan Crystal.


“ Ya...baru saja…”, ucap Crystal tersenyum lebar.


“ Aku tadi pergi kekebun dan memanen buah – buahan serta ikan disana bersama Adoff…”, ucap Crystal ceria.


Tak sampai disitu saja, Crystal juga menceritakan tentang bunga mataharinya yang sudah tumbuh tinggi serta ikan – ikannya yang sudah tumbuh besar di dalam kolam yang rencananya akan dia bakar untuk lauk makan malam nanti.


“ Hmm…”, Arnold hanya berdehem menanggapi semua cerita Crystal.


Mendapat tanggapan dingin dari tunangannya membuat Crystal memiliki firasat jika kondisi perasaan Arnold saat ini sedang buruk.


“ Tentu saja tuan tidak senang…hal pertama yang anda lakukan ketika kembali adalah memeluk Adoff. Dan hal kedua yang anda lakukan adalah melihat taman buah anda, bahkan anda memanen buah dan ikan langsung tadi. Bagaimana bisa tuan berada dalam kondisi baik sekarang ?...meski sulit, namun harus aku akui jika tuan muda saat ini pasti sedang cemburu pada Adoff dan tanaman serta ikan – ikan yang lebih anda perhatikan dari pada dirinya…”, batin Emily gelisah.


Meskipun Crystal tidak tahu persis mengapa Arnold dalam suasana hati yang buruk, namun dia berupaya untuk membuat suasana kembali hidup.


“ Apakah kamu yang memilih pita untuk Adoff ?...itu tampak bagus untuknya !!!...”, puji Crystal dengan bola mata berbinar.


“ Meskipun pita tersebut tuan yang memilih, namun…sayalah orang yang memasangkan pita tersebut dileher Adoff dengan mempertaruhkan nyawa. Keenapa anda tidak memuji saya…”, batin Emily ingin menangis saat mengingat kembali perjuangan dirinya dan para pelayan untuk mendadani Adoff menjadi seperti sekarang.


Melihat Arnold masih terdiam disofanya tanpa merespon apa yang diucapkannya membuat Crystal mulai melangkah maju dan duduk dipangkuannya sambil menangkup wajah tampan Arnold dengan kedua tangannya.


“ I miss u so much…”, ucap Crystal sambil mengecup bibir Arnold sekilas.


Perlakuan Crystal yang lembut tersebut telah berhasil membuat kemarah Arnold berkurang setengahnya.


“ Oya, aku tadi memanen buah…nanti aku buatkan jus agar kebutuhan vitamin dalam tubuhmu tercukupi… ”, ucap Crystal manis.


“ Apalagi ?...”, tanya Arnold sambil membelai lembut pipi Crystal.


“ Aku tadi juga memanen ikan dikolam untuk dibakar. Oya, kamu lebih suka digoreng apa dibakar ?...” , tanya Crystal penasaran.


Jujur saja, selain penyakit insomnia dan haphephobia yang dideritanya, Crystal sama sekali tidak tahu makanan apa yang menjadi pantangan tunangannya itu.


“ Terserah kamu…”, ucapnya sambil mendekatkan wajahnya kearah Crystal.


Sedetik kemudian, bibirnya langsung ******* bibir Crystal yang sangat dirindukan selama empat hari ini.


Melihat kemesraan yang ada dihadapannya, spontan Emily langsung membalikkan badan dan terdiam mematung dengan menulikan semua pendengarannya.


Begitu juga dengan para pelayan yang tanpa sengaja melihat hal tersebut saat hendak keruang tamu spontan berhenti dan langsung balik badan sebelum majikannya tersadar dan menghukum mereka.


“ Cara seperti itu ternyata benar – benar ampuh untuk meredahkan amarah tuan…”, batin Emily sedikit malu membayangkan adegan vulgar dibelakangnya.


Setelah merasa bahwa Arnold sudah mulai ceriah, Crystal segera bergegas untuk membuatkan jus buat Arnold.


Setelah berkutat sekitar lima menit, jus campuran buah tersebut akhirnya  jadi. Perpaduan antara buah pir, anggur, dan Cranberry membuat kombinasi jus ini memiliki kandungan antioksidan yang dapat membantu kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan membantu kadar kolesterol yang ada dalam tubuh.


Crystal membawa jus berwarna merah darah tersebut kehadapan Arnold yang sudah menunggunya sambil mengecek beberapa data yang dikirimkan Casandra kepadanya.


“ Segar…”, ucap Arnold sambil menyeruput jus yang ada ditangan Crystal.


Bukan hanya memberikan Arnold jus, dia juga menyuapi tunangannya itu dengan buah mangga dan apel yang telah dipotongnya kecil – kecil.


Arnold sangat bahagia dimanjakan seperti itu oleh gadisnya. Sesekali Crystal mengelap sudut mulut Arnold yang belepotan buah mangga yang terlalu matang dengan tisu yang dipegangnya.


Setelah merasa jika Arnold sudah tenang, jus dan buah yang dibawanya juga sudah habis. Crystalpun berjalan menuju dapur untuk meletakkan piring dan gelas kotor kitchen sink.


Saat melihat salah satu assisten koki memoting daging sapi, Crystal meminta sepotong dan langsung berjalan ke halaman belakang untuk memberikan daging tersebut kepada Adoff.


Setibanya dihalaman belkang, Crystal melihat Adoff mengayunkan ekornya sambil berjalan kesana – kemari untuk berpatroli.


Dan, ketika melewati anak ayam kecil, tiba – tiba Adoff membuka mulutnya lebar - lebar dan dalam hitungan detik  menelannya bulat – bulat, membuat Crystal spontan berteriak dan berlari cepat.


“ Adoff !!!...keluarkan !!!...”, perintah Crystal dengan mata melotot.


Serigala putih itu memandang Crystal tercengang dan sedetik kemudian dengan cepat dia membuka mulutnya, seekor ayam kuning kecil berlumuran air liur dengan cepat melompat keluar dan melarikan diri.


“ Hey…aku hanya ingin bermain dengannya…lagipula aku tidak doyan ayam kecil…”, batin Adoff sambil memandang Crystal dengan sendu.


Crystal yang melihat anak ayam itu masih hidup dan berlari dari sang pemangsa mulai bernafas dengan lega. Sebagai gantinya, dia segera memberikan potongan daging sapi segar yang tadi dibawanya.


“ Adoff…ini…makanlah…”, perintah Crystal sambil meletakkan daging segar yang masih berlumuran darah tersebut diatas rumput.


Serigala putih itu hanya menatapnya acuh sambil mengerutkan hidungnya. Dan kembali bermain – main dengan anak ayam yang berada tak jauh dari situ.


Crystal cukup tahu jika Adoff tak pernah makan apapun yang diberikan oleh orang asing. Tetapi, diakan bukan orang asing, apalagi Adoff dan dirinya sudah bermain bersama. Tak putus asa, Crystal terus berusaha untuk membujuk Adoff.


“ Adoff tampan….kemarilah…daging ini benar – benar enak lho…”, ucap Crystal sambil mengoyang – goyangkan daging tersebut dengan tangannya yang masih dibalut sarung tangan plastik.


Tapi serigala putih tersebut sangat keras kepala, dia hanya melirik daging tersebut dan kembali mengabaikannya.


“ Ah…kenapa kau lebih sulit untuk dibujuk dari pada pemilikmu….”, guman Crystal kecewa.


Dengan wajah kecewa, Crystal berjalan menjauh dan bersembunyi di balik pohon. Setelah kepergiannya, diam – diam Adoff berjalan mendekati potongan daging segar itu.


Perlahan moncongnya dia majukan dan dengan cakarnya dia mencolek daging segar itu beberapa kali dan langsung memasukkannya dalam satu kali telan.


“ Wow…hebat !!!...”, teriak Crystal tanpa sadar dan langsung berlari memeluk serigala tersebut sambil menciuminya bertubi – tubi.


Crystal sangat senang hingga airmatanya sedikit keluar karena Adoff memakan daging pemberiannya. Dia terus saja memeluk erat serigala putih itu dengan tersenyum lebar.


Pada saat yang sama, ada dua pasang mata sedari tadi mengamati apa yang telah diperbuatnya, termasuk bagaimana sikap gadis itu memanjakan Adoff yang termasuk hewan buas itu.


Melihat raut gelap diwajah Arnold, Emily yang berdiri disampingnya mulai gemetaran dengan wajah pucat.


“ Aku rasa besok menu hidangan makan pagi adalah Serigala bakar bumbu kecap. Padahal tuan muda sendiri yang bersikeras mencari Adoff dan membawanya ke kediaman. Namun sekarang dia juga harus bersaing dengan Adoff dalam merebut perhatian nona Crystal…hufft….”, Emily hanya bisa menarik nafa panjang dan dalam, berusaha untuk menenangkan dirinya.