Love Destiny

Love Destiny
Epson 296



Pagi hari Felly terbangun dari tidurnya ia melihat sekeliling dan cukup terkejut dengan keberadaan nya di sebuah ruangan mewah, Felly meningat apa yang sudah terjadi semalam. Ah, ia lupa jika semalam dirinya pergi dari rumah.


Felly mengambil ponselnya dan melihat jam yang menunjukkan pukul 04:30, Felly memang sudah terbiasa bangun pagi.


Felly memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah itu Felly merapikan kamar yang ia tempati.


Gadis itu keluar kamar dan berjalan menuju ruang tamu, terlihat sedikit berantakan mungkin El langsung tidur semalam.


Felly merapikan ruang tamu dan membuang sampah-sampah bekas camilan dan botol bekas minuman dingin, setelah itu ia pergi ke dapur dan melihat beberapa piring kotor.


"Aku masak jangan ya, tapi kasian nanti dia kelaparan." Gumam Felly, sebelum memasaj Felly memutuskan untuk mencuci piring kotos dan membersihkan apartemen milik Rafael.


Tepat pukul 05:00 Felly pun memasak seadanya, karena bahan makanan yang tersedia di kulkas milik El tidak banyak. Sepertinya lelaki itu lebih suka stok camilan daripada stok makanan.


Di kamar nya Rafael mencium aroma wangi makanan membuat perut nya keroncongan, El menggeliat dan membuka matanya.


"Jam setengah 6, siapa yang sudah masak sepagi ini." Gumam El, lelaki itu bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya.


Setelah itu El berjalan keluar kamar dan melihat pungung mungil yang sedang berkutat membersihkan dapur, El duduk di meja makan dan melihat makanan yang dimasak oleh Felly.



"Kau yang memasak?" Tanya El, membuat Felly menoleh terkejut.


"Sejak kapan kau berada disini." Balas Felly, memegangi dada nya dan hal itu membuat El tersenyum tipis.


"Baru saja, apa kau yang memasak semua ini?" Tanya El.


"Menurutmu siapa lagi, apa kau mengira cicak yang memasak semua ini." Cebik Felly, Rafael tertawa kecil.


"CK, kau tidak meracuniku bukan." Kekeh El.


"Aku tidak seg*la itu, lagipula untuk apa aku meracunimu." Ucap Felly, melanjutkan kegiatan bersih-bersih nya.


"Baiklah aku akan mencobanya." Ucap El, Felly hanya mengangkat bahu nya saja.


"Aku harus bekerja hari ini, terimakasih karena kau sudah memberikan tempat tidur untuk semalam." Ucap Felly, kini gadis itu menatap El.


"Kau masih bekerja di toko kue itu?" Tanya El, padahal El melihat Felly adalah gadis yang cerdas dan ceria.


"Menurutmu aku bekerja dimana." Ucap Felly, ia mengambil tas nya dan berjalan menuju pintu.


"Pintunya." Ucap Felly, El tersenyum.


"Ada apa dengan pintunya." Ledek El.


"Kau belum membuka pintunya tuan." Ucap Felly, El berjalan mendekati Felly.


"Rafael namaku Rafael." Ucap El, membuat Felly menatap El.


"Biklah tuan El, tolong buka kan pintunya untukku." Ucap Felly.


"Aku akan mengantarmu, tunggu sebentar." Ucap El, lelaki itu berlari ke kamar nya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.


...


Di kediaman Keanu terlihat para anggota keluarga sedang sarapan, Kean mengernyit heran karena tidak melihat keberadaan putranya.


"Dimana El?" Tanya Keanu.


"El tidak pulang, sepertinya ia tidur di apartemen nya." Jawab Dena, Kean mengangguk.


"Mom tumben kakak tidak pulang?" Tanya Ayaza.


"Mungkin kakak kamu sedang ada urusan sayang, ayok habiskan sarapan mu." Balas Dena, Ayaza pun mengangguk.


Saat mereka sedang berbincang sambil sarapan terlihat Rafael yang berjalan memasuki rumah, Dena dan Kean tersenyum melihat putranya sudah kembali.


"Pagi mom, pagi dad." Sapa El.


"Tidak, aku sudah sarapan tadi." Jawab El, sontak saja Dena dan Kean saling pandang. Makan dimana putranya, apa ada restoran yang buka sepagi ini.


"Kau sudah makan? Apa ada restoran yang buka sepagi ini?" Tanya Dena, hal itu membuat El gelagapan.


"Am_aku makan di apartemen mom." Jawab El, Keanu mengangguk sementara Dena menatap intens wajah putranya.


"Mom jangan menatapku seperti itu." Kekeh El.


"Kau tampan." Ucap Dena, El tersenyum tipis.


Ayaza tertawa kecil melihat tingkah mommy dan kakak nya, namun satu pagi ini El terlihat lebih ceria dari biasanya.


Setelah selesai sarapan Keanu pergi ke kantor sementara Ayaza gadis itu pergi ke sekolah nya, dan El sedang bersiap-siap untuk ke kampus.


Saat El bersiap-siap Dena masuk kedalam kamar nya, tunggu kalung yang dikenakan oleh Dena sepertinya El pernah melihat itu.


"Kau kenapa?" Tanya Dena.


Ah, Felly El melihat Felly yang memakai nya. Tapi kenapa Felly, apakah Dena membeli kalung itu saat diskon atau Felly yang membeli nya saat diskon.


"Tidak, mom boleh aku bertanya." Ucap El, Dena mengernyit.


"Ya, apa yang ingin kau tanyakan." Balas Dena, duduk di sofa kamar El.


"Darimana kau mendapatkan kalung itu?" Tanya El, Dena tertawa kecil.


"Tentu saja mommy membeli nya, ada apa." Jawab Dena, dan balik bertanya.


"Kapan mommy membeli kalung itu?" Tanya El.


"Kalau tidak salah saat kau masih kecil, kalung ini limited edition toko perhiasan hanya mengeluarkan tiga kalung seperti ini." Jawab Dena, El terdiam.


Jika kalung itu limited edition lalu kalung Felly? Tidak mungkin kalung palsu kan. Jelas-jelas El tahu jika itu kalung asli.


Kalung yang dipakai oleh Dena dan Felly.



.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Terooosss aeee Thor bikin gue penasaran gak bisa moyoy 😒


A: Sengaja emang 🤣


N: 😒 solimi sekali anda 😌


A: Gak solimi gak asik 😂


N: 😭😭😭


A: 😂😂😂*