Love Destiny

Love Destiny
Epson 345



Malam hari Dena terlihat sedang memasak di dapur, mereka menginap di sebuah rumah besar di pulau tersebut. Felly yang melihat Dena sedang berkutat di dapur pun menghampiri Dena.


"Tante sedang memasak, boleh aku membantu Tante?" Tanya Felly, Dena menoleh dan tersenyum kepada gadis cantik pujaan hati putranya itu.


"Felly jangan memanggilku Tante, panggil aku mommy sama seperti Rafael dan Ayaza memanggil ku." Ucap Dena, Felly tersenyum tipis ia lupa jika dirinya bukan lagi sahabat dari Rafael.


"Hmmmmm, baiklah mom bolehkah aku membantumu?" Tanya Felly, Dena tersenyum lalu mengangguk.


"Tentu kemarilah." Ucap Dena, Felly membantu Dena memotong sayuran juga membersihkan daging yang akan dimasak malam ini.


Melihat Felly yang begitu cekatan dalam memasak Dena mengingat dirinya saat masih gadis, saat ia bertamu kerumah Keanu.


"Felly." Panggil Dena, Felly menoleh menatap Dena.


"Ada apa mom?" Tanya Felly, jujur saja jantung gadis itu sudah tak karuan.


"Boleh mom bicara sesuatu." Ucap Dena, Felly diam jantung berdegup kencang bahkan tangan Felly mungkin sudah dingin.


"Hmmmmm, tentu saja." Ucap Felly, Dena tertawa melihat wajah merona gadis itu.


"CK, tidak perlu takut mom tidak akan memakanmu." Kekeh Dena, Felly ikut terkekeh sepertinya Dena menyadari jika Felly mulai grogi.


"Maaf, apakah aku terlihat seperti orang yang ketakutan." Tanya nya, Dena menggeleng lalu menatap sendu gadis itu.


"Baiklah mom akan mulai bicara." Ucap Dena.


"Baiklah." Balas Felly.


"Kau tahu mom senang karena kamulah wanita yang dicintai oleh Rafael, selama ini mom merasa tidak ada wanita yang bisa menarik perhatian El." Ucap Dena, Felly mengernyit benarkah Felly wanita pertama yang dicintai lelaki itu.


"Bukankah Rafael dekat dengan Devika?" Tanya Felly, Dena tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Devika pernah mengalami kecelakaan hingga membuat ia lupa, siapa lelaki yang membuat janji cinta dengan nya. Yang Devika tahu Rafael adalah lelaki itu, namun ternyata Samuel yang mencintai Devika." Ucap Dena, Felly diam ia bersyukur jika memang dirinya lah orang pertama yang dicintai oleh putra dari Keanu itu.


"Maaf aku tidak tahu." Lirih Felly.


"Kau wanita yang tepat untuk Rafael, kepribadian kalian pun sama. El tidak suka wanita yang lemah, dan tuhan mengirimkan kamu untuk nya." Ucap Dena.


"Mom mommy ku sering mengatakan jika dia melihat ku, mommy merasa sedang melihat mom Dena. Tapi mom juga mengatakan jika sifat dad menurun kepadaku." Ucap Felly, Dena tertawa kecil lihatlah gadis itu.


Bukan kah ia yang menyerang Liodra dan saudara nya dengan brutal, tanpa rasa kasihan tapi kenapa jika sedang seperti ini Felly terlihat lugu dan polos.


Apakah keluarga Richard memang harus memiliki penerus seperti itu, penerus yang mampu menyembunyikan kekejaman nya.


"CK, suamiku sendiri bahkan mengatakan kau itu sama sepertiku. Tapi baguslah itu artinya aku akan mendapatkan menantu yang satu frekuensi bukan." Ucap Dena, Ayaza yang saat itu baru saja masuk ke dapur tertawa kecil melihat kedekatan mom dan calon kakak ipar nya.


"Ya kalian memang satu frekuensi, hobby kalian juga sama menyerang orang lain dengan bu*s." Ucap Ayaza, Dena mencibir.


"Kau lupa jika kau adalah putri ku gadis nakal, sedikit atau banyak nya kau juga memiliki sifat yang sama dengan ku." Ucap Dena, Ayaza tertawa lepas.


"Mom kenapa keluarga kita terlihat tenang namun seperti Boomerang jika terusik." Ucap Ayaza, Dena diam benar perkataan putrinya.


Semua orang hanya takut kepada tuan Richard, karena lelaki itu terkenal kejam tak lupa juga tuan James dad Felly selaku pemilik komunitas mafia terkejam dan dikenal di berbagai negara.


"Aaaaaaaa, Daddy nanti telinga Aya putus." Teriak gadis itu.


"Putus udah kaya hubungan aja za." Kekeh Dena.


"Putus karena ditinggal pas lagi sayang-sayang nya, eaaaaaaak." Ucap Ayaza, Keanu Dena dan Felly tertawa.


"Rafael adik nya nakal sudah cinta-cintaan." Ucap Dena, El datang ke dapur lalu menatap Ayaza.


"Bilang ke cowok nya kalau mau sama Aya hadapi dulu kakak dan Daddy." Ucap El, membuat Ayaza menelan Saliva nya.


"Eiiitttsss, gak boleh gitu ya." Ucap Ayaza mengedipkan matanya.


"Cih, cantik kamu." Sengit El.


"Kakak kenapa si tiap liat Aya kaya liat musuh." Ucap Ayaza.


"Gedek aja gitu, yang harus nya jadi anak tunggal malah punya adik." Goda El, Ayaza tertawa ia tahu Rafael tak sejahat itu.


Buktinya El selalu menjaga Ayaza dengan baik, bahkan saat Ayaza sedang tidur El selalu menyempatkan diri untuk melihat sang adik.


Kadang El selalu berbisik dan berkata, sesering apapun kita bertengkar percaya Ayaza kamu satu-satunya adik kesayangan kakak.


Seperti itulah, begitupun Ayaza ia sering mengirimkan pesan diam-diam kepada Rafael yang berisi. Sesering apapun kakak mengatakan tidak ingin memiliki adik, tapi Aya tidak peduli karena kakak lelaki kedua yang Aya cintai setelah Daddy. Begitulah kedua anak Dena, mereka memiliki cara masing-masing untuk saling menyayangi.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Sedikit dulu author belum dapet pencerahan lagi 😂*


N: Cari Thor pencerahan nya cari 😂


A: Okhey 😂


N: 😂😂😂