
Tiga bulan berlalu di sebuah universitas ternama di negara tersebut terlihat dua orang wanita yang sedang berjalan dengan santai, Kyra dan Nathia dua wanita cantik itu terlihat begitu indah saat jalan bersama.
"Ra pulang kampus mau kemana?" Tanya Nathia.
"Aku mau anter mami ke toko perhiasan nath." Jawab nya sedikit lesu.
"CK, kenapa kok lesu kaya gitu." Ucap Nathia.
"Gimana gak lesu coba, mami suka banget beli perhiasan padahal yang dipake kan cuma satu gak mungkin langsung dipake semua." Ucap Kyra, Nathia tertawa kecil mendengar keluhan saudaranya.
"Haha, semangat ibu-ibu memang suka seperti itu." Kekeh Nathia, Kyra mengangguk kini mereka memutuskan untuk pulang kerumah nya.
Namun belum sampai parkiran Nathia sudah melihat seseorang yang berdiri dan bersandar pada mobil dengan tampan nya, Nathia menghela nafasnya ia lelah karena Niko benar-benar tidak berhenti untuk mengejar nya.
"Cie pangeran sudah menunggu tuh." Goda Kyra.
"Apasi Ra, ada pintu Doraemon gak aku pengen ngilang aja." Ucap Nathia, Kyra tertawa ia merasa lucu dengan tingkah Nathia.
"Gak boleh gitu nath, suatu saat nanti Niko pasti capek juga ngejar kamu kalau kamu nya cuek terus." Ucap Kyra, keduanya kini berdiri menatap Niko dari kejauhan.
"Ra you know lah, aku belum siap untuk ini." Ucap Nathia.
"Yes i know baby, justru itu kamu jangan selalu ngikutin fikiran kamu yang selalu mengatakan bahwa kamu belum siap. Kamu belum mencoba untuk memulai, gimana bisa kamu bilang belum siap?" Ucap Kyra, Nathia menunduk membuat Kyra memegang pundak Nathia lalu menatap Nathia.
"Ra." Lirih Nathia.
"Kamu pernah tahu bagaimana rasanya di abaikan, bagaimana kamu yang menyukai seseorang tapi tidak di anggap itu sakit bukan. Kamu jangan pernah membuat orang lain merasakan apa yang kamu rasakan." Ucap Kyra, Nathia diam sungguh ia belum siap untuk hal ini.
Niko yang tahu jika Nathia tidak ingin bertemu dengan dirinya tersenyum dan berjalan mendekati Nathia, saat tiba di hadapan Nathia Niko memberikan sebuah paper bag kepada Nathia.
"Eh." Ucap Nathia terkejut.
"Kamu tidak ingin bertemu saya Queen, no problem saya tidak akan memaksa kamu." Ucap Niko santai, membuat Nathia dan Kyra terdiam.
"Nathia mau kok ketemu kamu, iya kan." Ucap Kyra, Niko menggelengkan kepalanya membuat Nathia merasa tidak enak.
"Tidak perlu berbohong, saya bukan orang bo*oh yang akan mengiyakan suatu kebohongan sekalipun itu membuat saya senang." Ucap Niko, Kyra diam ia menatap Nathia yang sejak tadi hanya bungkam.
"Ambillah ini hadiah untuk kamu, dan ya untuk beberapa waktu kedepan kamu akan merasa tenang karena saya ada urusan bisnis di luar kota." Ucap Niko, Nathia mengernyit tidak biasanya Niko akan pasrah seperti itu.
"Hmmmmmm." Jawab Nathia, Niko tersenyum dan mengelus kepala Nathia lembut.
"Jaga diri kamu baik-baik selama saya pergi." Ucap Niko, setelah mengatakan itu Niko langsung kembali ke mobil nya dan pergi.
"Nath yakin mau nolak cowok sebaik dia, jarang nath ada cowok yang gak nyerah dan terus peduli kaya gitu." ucap Kyra.
"Ra aku jahat banget gak si?" Tanya Nathia.
"Jahat lah g*la kali, berapa kali dia deketin kamu dan kamu gak pernah respon dan gak pernah peduliin dia." Ucap Kyra, Nathia tak menjawab dan melangkah menuju mobilnya.
Sementara Kyra menatap Nathia yang terus berjalan, ada rasa heran dalam diri Kyra kenapa para saudara nya begitu beruntung daripada dirinya.
Mulai dari Ayaza yang dikejar oleh Kenzo, kini Nathia yang di kejar oleh Niko. Sementara Kyra sendiri ia terbayang-bayang lelaki misterius yang selalu menggangu fikiran nya.
...
Disinilah Kyra dan Karen berada di sebuah mall terbesar di negaranya, Karen menggandeng Kyra seakan menunjukkan bahwa Kyra adalah putri kesayangan nya.
"Sayang gandengan itu bukan mau nyebrang saja." Ucap Karen, Kyra hanya menggelengkan kepalanya.
Kyra dan Karen berjalan menuju toko perhiasan disana ia melihat lelaki yang begitu familiar di ingatan nya, Kyra menatap lelaki yang sedang berdiri disamping wanita paruh baya.
"Sayang kemari lihatlah ini sangat cantik bukan." Ucap Karen, mami Kyra itu tidak tahu jika fokus putrinya sedang terbagi.
"Hmmmmmm, iya mi bagus mi." Jawab nya, tanpa melihat perhiasan yang di pegang oleh Karen.
"Kalau yang ini bagaimana bagus tidak?" Tanya Karen lagi, dan jawaban Kyra masih sama seperti yang tadi.
Lelaki itu pun mengalihkan pandangan nya kepada Kyra, melihat lelaki itu menoleh dengan cepat Kyra mengalihkan pandangan nya kepada Karen.
"Mi bisa cepat tidak." Ujar nya, Karen mengernyit heran keduanya baru saja tiba tapi kenapa Kyra minta buru-buru.
"Kenapa kita bahkan baru sampai sayang." Ucap Karen.
"Ti_tidak apa-apa hanya merasa kurang enak badan saja mi." Jawab nya ngasal.
"Benarkah kamu sakit? Kenapa tidak bilang dari tadi sayang. Kalau begitu kita tidak akan pergi." Ucap Karen menangkup wajah Kyra, membuat Kyra malu dan salah tingkah.
"Mami jangan seperti ini mi." Ucap Kyra, Karen tertawa kecil anak gadis nya itu selalu seperti itu.
"Baiklah-baiklah sekarang ayok kita pulang saja, biar nanti mami kesini lagi sama papi atau mom Dena." Ucap Karen, Kyra menunduk sungguh ia merasa malu karena lelaki itu menatap nya dengan intens.
"I_iya ayok." Ajak Kyra, lelaki itu tersenyum tipis melihat Kyra yang malu-malu.
Ia menatap kepergian Kyra yang semakin menjauh, kenapa kelakuan Kyra selalu menggemaskan di pandangannya. Ia selalu tidak bisa melepaskan tatapannya kepada wnaita itu.
Entahlah apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya dan Kyra, karena setiap bertemu keduanya selalu saling menarik perhatian satu sama lainnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A**: Mon maap baru nongol kemarin-kemarin othor rada kurang enak badan gaesπ*
N: Gak apa-apa Thor cepet pulih biar bisa cari pencerahan lagi π
A: Oke Uun, aktif lagi ye kan jangan kasi kendor π
N: Nah good π